JURNALPOLRISULTENG.ID, Data yang diperoleh dari dinas Tojo Una-Una hasil verifikasi Elektonik pencatatan pelaporan berbasis masyarakat (E-PPBM) angka stunting mengalami penurunan yang siknifikan, menyentuh angka 21,3 persen dari angka sebelumnya 31, 1 Persen.
Wakil bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu, SH menyikapi capaian itu, mengatakan keberhasilan dalam menurunkan angka stunting dikabupaten Tojo Una-Una adalah kerja sama semua pihak yang terkait. “kita perlu meningkatkan kerja sama, bahkan harapan saya mencapai angka penurunan sesuai target pemerintah daerah” Tandas Ilaham Lawidu.Senin 13/05/2024.

Kepala Bapperida Tojo Una-Una Ami Bustamin, ST, MM usai penilaian pada media ini mengatakan, terkait dengan penilaian provinsi Sulawesi Tengah, adalah penilaian tahab III yaitu penilaian lapangan yang akan disingkronkan dengan dokumen Kinerja Aksi Penurunan Stunting.
Dikatakan Amin Butamin, pada dasarnya kabupaten Tojo Una-Una dapat menurunkan angka stunting dengan angka tertinggi, tahun 2022 penurunan mencapai 31,7 dan saat ini turun menjadi 21,3 angka tertinggi penurunan di seluruh kabupaten di Sulawesi Tengah.
“Jika dibandingkan nilai penurunan stunting nasional pada angka 21,5 kita masih dibawah, bahkan dibanding dengan nilai penurunan stunding provinsi Sulteng diangka 27.” Ungkap Amin Bustamin
Terget Pemerintah daerah Tojo Una-Una pada tahun 2024, sesuai RMPJN dan RPMD berdasarkan pada komitmen bupati dan wakil bupati adalah penurunan hingga mencapai angka 14 persen. Jelasnya.

Kunjungan Lapangan dalam rangka Penilaian Susbtansi Penilaian Kinerja Aksi Penurunan Stunting Tahun 2024 di Tojo Una-Una.
Adalah Tindak lanjut Surat Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 400.7.15.5/229/Bappeda tanggal 5 April 2024 Perihal Penilaian Kinerja Aksi Penurunan Stunting Kabupaten/Kota seSulawesi Tengah Tahun 2024.
Berdasarkan akumulasi hasil penilaian administrasi terhadap dokumen Kinerja Aksi Penurunan Stunting pada tanggal 22 Maret-23 April 2024 dan penilaian pemaparan substansi oleh kabupaten/kota pada tanggal 24-26 April 2024.

Tim Penilai Kinerja Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Kabupaten/Kota tahun 2024 beserta Perangkat Daerah teknis terkait akan melakukan kunjungan ke 2 desa/kelurahan.
Komposisi Tim yang melakukan penilaian dikabupaten Tojo Una-Una diantaranya, dari akademisi DR. Eko Lelono, DR. Jamaludin Sakum, sedang dari Bapepeda Provinsi DR. Irwan. Dan beberapa anggota tim lainnya.
Mendampingi Tim penilai kepala Baperida Tojo Una-Una Amin Bustamin, ST, MM, Kadis Kesehatan Dra. Jafanet Kalfari, M.AP serta pejabat eselon III yang terkait.
Camat Ampana Tete, Asrin Soga, S.Pd, M.AP, yang membuka kegiatan mengharapkan hasil penilaian dapat membawah angin segar bagi masyarakat dikabupaten Tojo Una-Una. “mudah-mudahan hasil kinerja kita selama ini terkait dengan target pemda Tojo Una-Una, akan maksimal dengan capaian yang membawah angin segar bagi masyarakat diwilayah ini” Harap Camat Ampana Tete.
ia menambahkan, jika terdapat kekurangan dalam penilaian, akan dibenahi dengan harapan jauh kedepan, anak-anak khususnya generasi penerus, mencapai generasi emas di tahun 2045.

Sementara Inti pengantar ketua tim penilai Dr. Eko Lelono, penilaian itu bukan mencari kesalahan, namun sebagai evaluasi terhadap dokumen kinerja penurunan stunting.
Dikatakannya, bahwa dari 12 Kabupaten serta proses penilaian ini sudah lama sekali dilakukan sejak bulan puasa.
Seluruh dokumen yang dikirim oleh daerah itu dihimpun di provinsi, dijadikan acuan ke lapangan dan daerah yang mau dipastikan apakah yang telah melakukan dengan benar.
Ia menekankan, proses penilaian akan ada tanya jawab, maka diharapkan menjawab dengan jujur jangan ditambah maupun dikurangi.

“Kami hadir dalam penilaian berbeda sekali dengan proses investigasi, cuma tekniknya memang agak mirip, kami butuh proses ini didukung oleh dokumen yang lengkap minimal itu tersedia” Tandas Eko. (Sam Asiku)