JPS BANGKEP, — Momentum historis Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) yang dinakodai Rusli Moidady, S.T., M.T., AIFO pada awal November 2026 ini menjadi panggung penting bagi penguatan hubungan bilateral antardaerah di Sulawesi Tengah. Di tengah kemeriahan festival budaya dan kegiatan Syiar Islam yang berpusat di Kota Salakan, kehadiran Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, SH menjadi simbol kuat menegaskan komitmen kolaborasi kawasan perairan Teluk Tomini.

Perjalanan dinas ini dipenuhi esensi romantisme perjuangan maritim. Didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Tojo Una-Una, Ny. Hajar, SKM, Bupati Ilham Lawidu harus menempuh perjalanan darat sejauh 230 kilometer dari Ampana menuju Luwuk selama 5 jam. Perjalanan kemudian dilanjutkan melalui jalur laut menggunakan kapal feri dari Dermaga Teluk Lalong menuju Pelabuhan Salakan sejauh 40 mil, membelah ombak selama kurang lebih 4 jam demi memberikan penghormatan langsung pada hari jadi kabupaten tetangga tersebut.
Kehadiran orang nomor satu di Tojo Una-Una ini didasari oleh kesamaan karakteristik geografis yang kental. Sebagai dua daerah yang sama-sama memiliki gugusan pulau eksotis—Tojo Una-Una dengan Kepulauan Togean dan Bangkep dengan kluster Kepulauan Peleng—keduanya menghadapi tantangan serupa dalam interkoneksi laut, logistik pangan, dan pemenuhan energi pesisir. Momentum ini pun dimanfaatkan untuk mempererat koordinasi strategis terkait penguatan trayek kapal angkutan publik dan integrasi logistik antarpulau.

Istimewa
Namun, di balik selebrasi modern dan pawai budaya yang meriah, bumi Banggai Kepulauan kembali mengingatkan publik akan memori kolektif pertahanan negara yang mahadahsyat. Daerah ini merupakan saksi bisu perjuangan mempertahankan keutuhan NKRI pada era Orde Baru melalui keberadaan Monumen Djajawidjaja Trikora yang berdiri kokoh di atas perbukitan Salakan.
Sejarah mencatat pada medio tahun 1962, Teluk Ambelang di Pulau Peleng dipilih secara taktis oleh Mayor Jenderal Soeharto (kala itu Panglima Komando Mandala) sebagai markas besar armada laut utama Republik Indonesia. Posisi teluk yang terlindungi secara alami menjadikannya tempat ideal bagi berkumpulnya 12 kapal perang bertenaga besar, kapal niaga logistik, hingga kapal selam sebelum dimobilisasi menuju operasi pembebasan Irian Barat. Sebagai bentuk penghormatan, tugu peringatan setinggi 17 meter dengan Prasasti Djajawidjaja diresmikan pada 12 Agustus 1995.
Langkah maraton Bupati Ilham Lawidu di kawasan Banggai Bersaudara—setelah sebelumnya menghadiri puncak Hari Perhubungan Nasional 2026 tingkat Provinsi di Kabupaten Banggai—menegaskan visi politik Tojo Una-Una dalam membangun aliansi ekonomi maritim yang solid. Melalui pertambahan usia Bangkep yang ke-27 ini, sinergi tata kelola pariwisata bahari yang mengawinkan eksotisme alam dengan wisata sejarah Trikora diharapkan tidak lagi sekadar menjadi dokumen di atas kertas, melainkan aksi nyata demi kesejahteraan masyarakat kepulauan yang berkelanjutan.(JPS)
