JPS, TOJO UNA UNA, – Anggota DPRD Kabupaten Tojo Una-Una dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Rinaldi Balango, S.Kel, mengingatkan, peredaran gelap narkoba diTojo Una Una telah bergeser menjadi ancaman multidimensi. Hal tersebut disampaikannya pada Senin 2 Nopember 2026 malam, menyikapi tren makro peredaran zat adiktif yang kini mulai merambah wilayah pemukiman padat dan melibatkan unit keluarga terkecil.
Kekhawatiran Rinaldi didasarkan pada dua eskalasi penindakan hukum terakhir oleh Satresnarkoba Polres Tojo Una-Una dan BNNK.
Pertama, Penggerebekan Sarang Narkoba, Operasi gabungan di Kecamatan Ratolindo yang berhasil mengamankan belasan orang sekaligus.
Kedua, Keterlibatan Jaringan Keluarga, atas Penangkapan pengedar sabu di Kelurahan Uentaga Atas yang melibatkan hubungan darah antara ayah dan anak kandung.
Menurut Rinaldy, fenomena infiltrasi narkoba ke dalam institusi keluarga merupakan alarm keras, daya rusak komoditas haram ini telah melumpuhkan fungsi proteksi sosial paling dasar. Oleh karena itu, Fraksi PPP DPRD Tojo Una Una secara kelembagaan mendesak Pemerintah Daerah bersama aparat penegak hukum untuk menggeser paradigma pemberantasan dari sekadar penindakan hukum di hilir menuju intervensi struktural di hulu.
Langkah konkret yang didorong adalah optimalisasi program Desa Bersinar (Bersih Dari Narkoba) secara substantif, bukan sekadar seremonial. Strategi ini bertumpu pada pembangunan sistem imunitas sosial di tingkat tapak (desa/kelurahan) melalui integrasi tiga pilar pembenteng mental generasi muda:
Aspek Hukum: Edukasi mengenai konsekuensi pidana berat bagi pengedar dan pengguna.
Aspek Kesehatan: Sosialisasi dampak destruktif zat adiktif terhadap sistem saraf dan masa depan produktif.
Aspek Sosial: Aktivasi peran tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi kepemudaan untuk memperketat kontrol sosial lingkungan.
Sebagai bagian dari penyelenggara pemerintahan daerah, DPRD Tojo Una Una menegaskan komitmen penuh untuk mengawal agenda ini. Dukungan legislatif akan difokuskan pada penguatan fungsi pengawasan terhadap akuntabilitas program pencegahan, serta pemenuhan alokasi anggaran operasional sosialisasi yang berdampak langsung pada masyarakat demi mewujudkan wilayah Tojo Una-Una yang bersih dari jerat narkotika.(JPS)
