Pemda Morowali Utara

Pabrik Kelapa Raksasa Beroperasi di Morowali, Bupati Delis Soroti Peluang Petani Morut

×

Pabrik Kelapa Raksasa Beroperasi di Morowali, Bupati Delis Soroti Peluang Petani Morut

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID – TOPOGARO, Hilirisasi komoditas kelapa mulai membuka peluang baru bagi petani di Sulawesi Tengah.

Hal itu terlihat dari beroperasinya PT Freenow Food Industry di kawasan Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP), Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali.

Bupati Morowali Utara Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, bersama Senator DPD RI asal Sulawesi Tengah Febriyanthi Hongkiriwang, S.Si., Apt., Senin (28/9/2026), menyempatkan diri melihat langsung aktivitas perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kelapa tersebut.

Kehadiran industri pengolahan kelapa berskala besar itu dinilai memiliki arti penting bagi daerah-daerah penghasil kelapa, termasuk Kabupaten Morowali Utara.

Bagi petani, keberadaan industri pengolahan di dalam negeri membuka peluang agar kelapa tidak hanya dijual sebagai komoditas mentah, tetapi dapat masuk ke rantai industri dengan nilai tambah lebih tinggi.

“Ya, kita bersyukur dengan hadirnya hilirisasi kelapa yang ada di kawasan Huabao. Ini akan mampu meningkatkan kesejahteraan para petani kelapa dan juga bisa meningkatkan harga kelapa di tingkat petani,” kata Delis.

Menurut dia, manfaat tersebut tidak hanya dirasakan petani di Kabupaten Morowali, tetapi juga berpotensi menjangkau petani kelapa di Morowali Utara dan daerah lain di Sulawesi Tengah.

“Terutama para petani kelapa yang ada di Kabupaten Morowali, Morowali Utara dan kabupaten lain di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

PT Freenow Food Industry merupakan bagian dari Zhejiang FreeNow Food Co., Ltd. yang berada dalam ekosistem Zhenshi Holding Group, perusahaan asal China yang mengembangkan bisnis berbasis kelapa secara terintegrasi.

Perusahaan tersebut mengembangkan berbagai produk berbahan baku kelapa, antara lain santan, air kelapa, minuman kelapa, coconut cream, hingga produk kelapa untuk kebutuhan industri makanan dan minuman. FreeNow menyebut bahan bakunya berasal dari sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Di Morowali, PT Freenow Food Industry resmi beroperasi pada 7 September 2026. Fasilitas yang berdiri di atas lahan sekitar 7,37 hektare itu disebut memiliki kapasitas pengolahan setara ratusan juta butir kelapa per tahun.

Pengelola kawasan juga menyebut pabrik tersebut membuka peluang hampir 1.000 lapangan kerja langsung pada tahap operasionalnya.

Skala industri tersebut membuat kebutuhan bahan baku kelapa menjadi faktor penting dalam keberlanjutan operasional pabrik. Kondisi ini sekaligus membuka peluang terbentuknya rantai pasok kelapa yang lebih terorganisasi antara perusahaan pengolahan dan petani.

Bagi Morowali Utara, peluang tersebut cukup relevan. Data BPS menunjukkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi salah satu sektor penting dalam struktur ekonomi daerah.

Karena itu, masuknya industri hilir kelapa di kawasan industri Morowali berpotensi menjadi pasar baru bagi produksi kelapa dari wilayah sekitar, termasuk Morowali Utara, sepanjang didukung tata kelola rantai pasok, kualitas bahan baku, serta pola kemitraan yang memberi manfaat nyata kepada petani.

Bupati Delis berharap kehadiran industri tersebut tidak berhenti pada pembangunan pabrik, tetapi benar-benar memberikan dampak ekonomi hingga ke tingkat masyarakat.

“Yang paling penting adalah bagaimana hilirisasi ini memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya petani kelapa,” kata Delis.

Hilirisasi kelapa dengan demikian bukan sekadar memindahkan lokasi pengolahan bahan baku.

Lebih jauh, industri tersebut diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi, menciptakan pasar yang lebih luas, dan meningkatkan nilai ekonomi komoditas kelapa dari kebun hingga menjadi produk industri.(Ryo)

 

*APK