JURNALPOLRISULTENG.ID, TOMPIRA – Menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan sekadar memperoleh pekerjaan dan penghasilan tetap, tetapi menerima kepercayaan untuk melayani masyarakat. Karena itu, ASN dituntut bekerja dengan penuh tanggung jawab, berintegritas, kompeten, serta mampu memberikan pelayanan terbaik.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Morowali Utara Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, saat memberikan materi Literasi Pelayanan Administrasi kepada 80 peserta Orientasi PPPK Tenaga Kesehatan Tahap I Angkatan XIII dan XIV Kabupaten Morowali Utara Tahun 2026 di Gedung Diklat BKPSDMD Morowali Utara, Desa Tompira, Kecamatan Petasia Timur, Selasa (29/9/2026).
Di hadapan para peserta yang merupakan tenaga kesehatan, Bupati Delis menekankan pentingnya mengubah cara pandang terhadap status sebagai ASN.
Menurut dia, ASN tidak boleh menempatkan diri sebagai orang yang harus dilayani, melainkan sebagai abdi negara sekaligus pelayan masyarakat.
“Saya selalu menanamkan dalam diri saya bahwa saya bukan bos. Saya ini abdi, saya ini pelayan masyarakat. Ketika kita menyadari itu, kita akan berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” kata Delis.
Ia mencontohkan pengalamannya ketika menerima masyarakat yang datang dari berbagai wilayah Morowali Utara untuk menyampaikan kebutuhan atau persoalan.
Bahkan, kata dia, tidak jarang dirinya masih menerima tamu hingga larut malam karena memahami masyarakat yang datang telah menempuh perjalanan jauh.
Bagi Delis, sikap tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab seorang pejabat publik untuk hadir dan mendengarkan masyarakat.
Dalam pembekalan tersebut, Delis juga mengingatkan peserta mengenai nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, khususnya aspek akuntabilitas dan kompetensi.
Ia menegaskan setiap pekerjaan ASN harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sisi prosedur, administrasi maupun hasil pekerjaan.
“Setiap langkah kita harus bisa dipertanggungjawabkan, baik secara prosedur, administrasi maupun hasilnya. Karena itu, setiap pekerjaan harus sesuai SOP dan standar pelayanan yang berlaku,” ujarnya.
Hal tersebut dinilai sangat penting bagi tenaga kesehatan. Menurut Delis, tujuan utama tenaga kesehatan adalah memberikan pertolongan dan pelayanan kepada pasien. Namun, niat baik saja tidak cukup apabila tindakan yang dilakukan tidak sesuai prosedur.
Ia mengingatkan tenaga kesehatan untuk memastikan setiap tindakan, termasuk persetujuan pasien atau keluarga, dilakukan sesuai ketentuan sehingga pelayanan dapat dipertanggungjawabkan secara profesional.
Selain akuntabilitas, Delis meminta para peserta tidak berhenti belajar. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di sektor kesehatan, berlangsung sangat cepat sehingga tenaga kesehatan harus terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya.
“Kalau kita tidak mengembangkan diri, kita akan ketinggalan. Suka atau tidak suka, kita harus terus belajar, mengembangkan pengetahuan dan meng-upgrade skill serta kemampuan,” katanya.
Delis mencontohkan perkembangan teknologi kesehatan yang kini semakin banyak memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), termasuk dalam bidang radiologi.
Karena itu, ia mendorong para tenaga kesehatan untuk memanfaatkan kesempatan pendidikan dan pengembangan kompetensi.
Ia juga mengatakan dirinya tetap melanjutkan pendidikan meskipun telah menyelesaikan pendidikan hingga jenjang doktoral.
Menurut Delis, semangat belajar tidak mengenal batas usia maupun jabatan.
Khusus kepada tenaga kesehatan, Bupati Delis mengingatkan bahwa masyarakat yang mereka layani sebagian besar berada dalam kondisi sakit dan membutuhkan perhatian lebih.
Karena itu, pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis. Sikap ramah, empati dan kepedulian juga menjadi bagian penting dari pelayanan.
“Orang sakit itu butuh perhatian. Mereka ingin dilihat, disapa dan dilayani dengan senyum. Walaupun kita juga sedang capek, kita tetap harus berupaya memberikan pelayanan yang baik karena mereka sedang berada dalam kondisi yang tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan harmonis di lingkungan kerja. Menurutnya, kemampuan bekerja sama dan menjaga hubungan dengan rekan maupun atasan akan sangat menentukan terciptanya suasana kerja yang sehat.
Di sisi lain, Delis meminta para PPPK yang nantinya menerima penghasilan untuk tidak terjebak pada gaya hidup konsumtif. Ia mendorong mereka mulai mengelola keuangan secara bijak, menabung dan mempersiapkan masa depan.
“Marilah bersyukur atas apa yang kita peroleh sekarang. Jalani pekerjaan ini dengan jujur, ikhlas dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua TP-PKK Morowali Utara Febriyanthi Hongkiriwang menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga.
Ia mengingatkan para peserta agar persoalan pekerjaan tidak terus dibawa hingga ke rumah. Setelah menyelesaikan tugas di kantor, seseorang perlu menyediakan waktu untuk keluarga dan membangun komunikasi yang sehat dengan pasangan maupun anak-anak.
“Ketika sampai di rumah, selesai sudah. Jangan bawa urusan kantor ke rumah. Di rumah kita kembali dengan keluarga, buat quality time bersama mereka,” kata Febriyanthi.
Menurutnya, kesibukan pekerjaan dan jarak tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan keluarga. Ia mencontohkan dirinya dan Bupati Delis yang juga harus menjalani kehidupan dengan kesibukan masing-masing, sementara ketiga anak mereka berada di Jakarta.
Meski tidak selalu dapat bertemu setiap hari, Febriyanthi mengatakan waktu bersama keluarga tetap dapat dibuat berkualitas.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kasih sayang dalam hubungan rumah tangga. Hal-hal sederhana, seperti menyapa dengan penuh kasih, memberikan perhatian dan meluangkan waktu bersama pasangan, menurutnya dapat membantu menjaga kehangatan keluarga.
“Dalam keluarga itu yang dibutuhkan adalah keterbukaan dan saling menghargai. Suami yang baik bukan suami yang takut kepada istrinya, tetapi suami yang tahu menghargai pasangannya. Begitu juga istri,” ujarnya.
Febriyanthi juga mengingatkan para peserta yang telah menjadi PPPK untuk tidak melupakan keluarga yang selama ini ikut berjuang hingga mereka memperoleh kesempatan menjadi ASN.
“Jangan lupa, kita boleh berada di titik ini karena ada orang-orang yang berjuang bersama-sama dengan kita. Karena itu, jangan lupakan keluarga yang sudah sama-sama berjuang,” pesannya.
Pembekalan tersebut menjadi bagian dari proses orientasi PPPK untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai peran dan tanggung jawab sebagai ASN, sekaligus membangun karakter aparatur yang profesional, berintegritas dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Delis didampingi Kepala BKPSDMD Morowali Utara Drs. Nimrod Adon Tandi, M.Si.(Ryo)
*APK