JURNALPOLRISULTENG.ID – TOUNA, Sekretaris Daerah Kabupaten Tojo Una-Una Dr. Hj. Sovianur Kure, SE, M.Si yang ditemui diruang kerjanya, menyampaian hasil pengukuran indeks pengelolaan Keuangan Daerah seluruh Indonesia, dimana kabupaten Tojo Una-Una kemampuan keuangan daerah sedang, berhasil meraih predikat terbaik dengan nilai A, indeks Total 84,252 dari 3 Provinsi dan 4 Kabupaten di Indonesia.



Sementara Plt. Kepala BPKAD Kab. Tojo Una-Una Rismanto Laide, ST, MM memaparkan
Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una dalam Pengukuran Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) tahun 2023 berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 900.1.15.3.387 Tahun 2023 Tentang Hasil Pengukuran Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota Seluruh Indonesia Tahun Anggaran 2022, berhasil meraih peringkat PERTAMA se-Indonesia untuk Kabupaten Klaster Kapasitas Fiskal Sedang.
Prestasi ini mencerminkan komitmen dan kinerja luar biasa Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una dalam mengelola keuangan secara efektif untuk pembangunan daerah yang berkelanjutan.
IPKD atau Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah adalah metode pengukuran yang diatur dalam Permendagri Nomor 19 Tahun 2020 sebagai bagian dalam Pengelolaan keuangan Daerah yang benar dengan tujuan untuk mendorong peningkatan ekonomi daerah itu sendiri.

Ada 6 Dimensi yang digunakan dalam mengukur IPKD yaitu :
- Dimensi 1 – Kesesuaian dokumen perencanaan dan penganggaran
- Dimensi 2 – Kualitas anggaran belanja dalam APBD
- Dimensi 3 – Transparansi pengelolaan keuangan daerah
- Dimensi 4 – Penyerapan anggaran
- Dimensi 5 – Kondisi keuangan daerah
- Dimensi 6 – Opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD)
Prestasi ini memberikan motivasi tambahan bagi Kabupaten Tojo Una-Una untuk terus meningkatkan kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah. Pemda berkomitmen untuk menjaga capaian ini dan terus berinovasi untuk memberikan dampak positif yang lebih besar pada masyarakat.
Pemda Tojo Una-Una juga berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan keuangan daerah dengan inovasi dan efisiensi. Prestasi ini bukan akhir, tetapi menjadi landasan untuk lebih jauh mengangkat kualitas hidup masyarakat dan memajukan daerah ke tingkat yang lebih tinggi. Tutup Risman Laide.(Sam Asiku)