KABUPATEN TOJO UNA-UNA

Slogan ‘Berani Menyala’ Sulteng Diuji: Karut-Marut Listrik di Tojo Una-Una Picu Protes Keras

×

Slogan ‘Berani Menyala’ Sulteng Diuji: Karut-Marut Listrik di Tojo Una-Una Picu Protes Keras

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, TOJO UNA UNA — Gelombang protes warga Kabupaten Tojo Una-Una akibat krisis pemadaman listrik bergilir yang tak beraturan kian memuncak.

PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ampana kini menjadi sorotan tajam setelah dituding mengabaikan rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan bersikap tidak transparan terkait kondisi riil infrastruktur pembangkit mereka.

Ketegangan ini mencuat pasca-Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar oleh DPRD Tojo Una-Una pada Selasa, 13 Oktober 2026. Alih-alih membaik, pemadaman listrik secara acak—baik dari segi waktu maupun durasi pelayanan—justru dilaporkan masih terus terjadi di lapangan. Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam karena komitmen PLN dinilai sebatas janji manis, sementara rekomendasi resmi dari para wakil rakyat dianggap sekadar “angin lalu”.

Kritik keras salah satunya disuarakan oleh Basir A. Pangewang, SE, Direktur Pusat Studi Lingkungan dan Kebijakan Publik (PSLKP). Melalui pernyataan di media sosialnya, Basir menegaskan, ketidakpastian jadwal pemadaman telah menghancurkan keyakinan para pelaku usaha lokal. Skenario buruk ini dinilai mencederai hak publik dan bertolak belakang dengan jargon strategis Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, “Berani Menyala”.

Tidak hanya soal inkonsistensi jadwal, PLN ULP Ampana juga diterpa isu miring seputar manipulasi informasi data infrastruktur.

Dalam forum RDPU, manajemen PLN menyatakan gangguan disebabkan oleh pemeliharaan satu unit mesin PLTU Sabo, perbaikan dua unit mesin PLTD Mantangisi, serta menyusutnya debit air pada PLTMH HEK Bunta.

Namun, PSLKP membeberkan temuan dokumen dan investigasi lapangan yang kontradiktif: jumlah mesin PLTU Sabo yang masuk masa pemeliharaan sebenarnya berjumlah dua unit. Kesenangan informasi ini kian memperlebar jurang ketidakpercayaan masyarakat.

Dampak buruk pemadaman tak menentu ini mulai melumpuhkan denyut nadi ekonomi sektor UMKM serta mengganggu fasilitas publik.

Lebih jauh, karut-marut ini mulai memicu sikap apatis warga terhadap fungsi pengawasan legislatif dan ketegasan pemerintah daerah yang dinilai lambat bergerak.

Oase di Tengah Krisis: 3 Mesin Baru Mulai Dikapalkan pada Sabtu 17 Oktober 2026 dari Jakarta

Di tengah situasi yang kian memanas, secercah harapan muncul bagi warga Tojo Una-Una. Informasi terbaru yang beredar luas di platform media sosial menunjukkan bahwa PLN mulai merealisasikan janjinya untuk mendatangkan bala bantuan infrastruktur.

Sebanyak tiga unit mesin pembangkit baru dilaporkan telah resmi dikapalkan dari Jakarta menuju Ampana. Berdasarkan bukti foto dan dokumentasi video yang beredar, proses pengiriman tersebut dilakukan secara intensif.

Kehadiran tiga armada mesin baru ini diharapkan dapat mengobati kekecewaan mendalam masyarakat sekaligus menjadi solusi jangka panjang untuk menyudahi mimpi buruk pemadaman listrik di Kabupaten Tojo Una-Una.(H.Sam Asiku)