Pemda Banggai

Launching Pemasaran Arang Batok Kelapa, Pemkab Banggai Tekankan Keberlanjutan Usaha BUMDes

×

Launching Pemasaran Arang Batok Kelapa, Pemkab Banggai Tekankan Keberlanjutan Usaha BUMDes

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, ULING – Pemerintah Kabupaten Banggai mendorong pengembangan usaha berbasis potensi lokal melalui peluncuran perdana pemasaran arang batok kelapa yang dikelola secara kolaboratif oleh sejumlah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Peluncuran tersebut dilakukan oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banggai, Ramli Tongko, yang mewakili Bupati Banggai Amirudin, di Desa Uling, Kecamatan Kintom, Jumat (9/10/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Banggai bersama PT Panca Amara Utama (PAU), dengan sasaran pemasaran produk ke pasar domestik hingga internasional.

Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Bappeda Banggai Pupung Diliyanto, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Fahmi, Kepala Dinas PMD Hasan Baswan Dg. Masikki, serta External Relation & Security Manager PT PAU, Hermawan Ali bersama jajarannya.

Hadir pula perwakilan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Hendra Saadjad, Camat Kintom Amrizal Latif, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta sejumlah kepala desa.

Dalam sambutan Bupati Banggai yang dibacakan Ramli Tongko, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada PT PAU dan Dinas PMD yang terus bersinergi dalam memperkuat perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan BUMDes.

Bupati menekankan bahwa keberhasilan program tersebut tidak cukup hanya ditandai dengan peluncuran pemasaran perdana. Lebih dari itu, diperlukan komitmen bersama agar usaha yang telah dirintis dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

“Pak Bupati menyampaikan pesan agar kolaborasi ini tidak hanya berakhir pada acara seremonial launching ini, tetapi yang diperlukan adalah keberlanjutan program yang telah dibangun,” ungkap Ramli.

Ia menjelaskan, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui BUMDes telah menjadi bagian dari program pemerintahan Bupati Amirudin bersama Wakil Bupati Furqanuddin Masulili sejak awal masa kepemimpinan mereka.

Salah satu langkah yang dilakukan ialah memberikan dukungan modal usaha agar BUMDes dapat berkembang menjadi lembaga ekonomi yang sehat, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi sejumlah BUMDes dalam mengembangkan produksi arang batok kelapa merupakan perkembangan positif, terlebih produk tersebut memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Kabupaten Banggai, Hasan Baswan Dg. Masikki, menjelaskan bahwa pengolahan arang batok kelapa merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi kelapa yang tersedia di daerah.

Batok kelapa yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal kini diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Upaya tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha, menambah pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat perekonomian desa.

Pengembangan usaha ini juga sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Banggai periode 2025–2029, yakni “Bergerak Bersama Berkelanjutan Menuju Gerbang Timur Sulawesi Tengah (GERAkAN BANGGAI Terdepan, Inovatif, Maju dan Sejahtera)”, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada potensi unggulan daerah.

Hasan menyebutkan, berdasarkan data pengembangan usaha, terdapat 11 BUMDes yang terlibat dalam program tersebut. Lima BUMDes di antaranya telah menjalankan produksi dengan total hasil sekitar 13 ton arang batok kelapa, sementara enam BUMDes lainnya masih mempersiapkan sarana produksi dan ketersediaan bahan baku.

Lima BUMDes yang telah berproduksi yakni BUMDes Sinar Harapan Desa Toiba, BUMDes Inau Mae Desa Taima, BUMDes Kalibosan Desa Kadodi, BUMDes Soluduk Kasih Desa Sinampangnyo, dan BUMDes Abadi Desa Uling.

Adapun enam BUMDes lainnya terus didorong untuk segera memulai kegiatan produksi melalui penguatan fasilitas usaha, penyediaan bahan baku, serta pembangunan sarana pendukung berupa tungku pembakaran dan gudang penyimpanan.

Dalam program ini, Dinas PMD berperan melakukan pembinaan, fasilitasi, koordinasi, serta memperkuat kerja sama antarbadan usaha milik desa. Dukungan PT PAU turut diarahkan pada peningkatan kapasitas usaha dan pembukaan akses pemasaran.

Sementara itu, PT Ailesh bertindak sebagai mitra pemasaran yang membantu menyerap hasil produksi sekaligus memperluas jangkauan penjualan, baik untuk pasar dalam negeri maupun internasional.

Melalui kolaborasi tersebut, pengembangan arang batok kelapa diharapkan tidak hanya menjadi alternatif pemanfaatan potensi lokal, tetapi juga tumbuh sebagai usaha produktif yang mampu memperkuat kemandirian BUMDes dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Banggai. (**)