KABUPATEN POSOSULAWESI TENGAH

Puncak Super El Niño 2026: Danau Poso Menyusut Drastis, Ketersediaan Energi dan Pangan Sulawesi menjadi ancaman serius

×

Puncak Super El Niño 2026: Danau Poso Menyusut Drastis, Ketersediaan Energi dan Pangan Sulawesi menjadi ancaman serius

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, POSOBumi menengadah pasrah, memohon basah dari langit masih  enggan menetes air yang dinantikan,  sementara kehidupan perlahan layu dalam pelukan gerah yang panjang. Tanah yang mengeras menjadi garis-garis kecemasan petani yang setiap hari menatap cakrawala penuh harap, menanti tetesan hujan mengakhiri duka tanaman yang meranggas.

Di sekelilingnya, hutan-hutan menahan napas dalam kepungan debu, pasrah pada angin kering yang sewaktu-waktu bisa menyulut amarah api. Ketika daun-daun cokelat berguguran tanpa sempat berpamitan menjadi saksi bisu betapa lelahnya alam menanti musim yang baru, ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kian nyata melanda berbagai titik, termasuk peristiwa teranyar yang menghanguskan belasan hektare lahan perkebunan di beberap wilayah Poso dan sekitarnya.

Kondisi Danau Poso  diabadikan Cun Selasa 22 September 2026

Di balik potret alam yang meranggas tersebut, sebuah krisis hidrologi serius kini nyata membayangi wilayah Sulawesi Tengah akibat hantaman fenomena Super El Niño 2026 yang sangat kuat.

Permukaan Danau Poso yang biasanya biru dan bening kini menyisakan hamparan pasir putih yang luas, surut sejauh 100 hingga 150 meter dari tepian normalnya. Muka air dilaporkan menyusut drastis dengan tren penurunan rata-rata mencapai dua sentimeter per hari.

Fluktuasi ekstrem ini langsung memicu alarm bahaya bagi stabilitas energi kelistrikan dan ketahanan pangan regional di Pulau Sulawesi.

Sektor Energi Terancam Lumpuh

Penyusutan volume air yang masif ini berdampak langsung pada penurunan kapasitas produksi listrik PLTA Poso yang dikelola oleh PT Poso Energy . Berkurangnya debit air masuk (inflow) secara signifikan membuat kemampuan optimal pembangkitan (capacity factor) dari total daya 515 MW tertekan hebat.

Jika tren penurunan elevasi ini terus berlanjut tanpa adanya intervensi atau tambahan curah hujan, sistem kelistrikan interkoneksi regional Sulawesi kini dibayangi risiko pemadaman listrik bergilir secara meluas. Dampak tersebut dilaporkan mulai dirasakan di wilayah Sulawesi Tengah dan sekitar yang terdampak.

Selain mengancam pasokan listrik, dampak sosial-ekonomi dari menyusutnya danau purba ini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir.

Sektor Pertanian Tercekik, para petani di sekitar kawasan danau harus menghadapi pembengkakan biaya produksi, atau bisa saja hanya pasrah menghadapi kondisi yang menyedihkan tersebut.

Fenomena Sosial Unik, Di sisi lain, krisis ini mengubah bentang alam tepian danau menjadi daratan luas dan bebatuan.

Warga lokal secara kreatif memanfaatkan area “daratan baru” tersebut untuk mencari ikan buriri secara tradisional hingga menjadikannya lapangan sepak bola dadakan bagi anak-anak setempat.

Foto Istimewa

Langkah Taktis Pemerintah dan PLN, Merespons situasi kritis ini, Pemerintah melalui Kementerian ESDM, Pemerintah Kabupaten Poso, dan PT PLN (Persero) langsung mengambil langkah mitigasi taktis.

Pemantauan terhadap tinggi muka air danau kini diperketat selama 24 jam penuh untuk menjaga batas elevasi aman pembangkitan.

Untuk mengantisipasi defisit daya yang dapat melumpuhkan aktivitas warga, PLN tengah menyiapkan strategi pengalihan beban. Pasokan energi pengganti dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mulai dioptimalkan, disertai penyiagaan cadangan daya interkoneksi guna menjaga keandalan jaringan kelistrikan Sulawesi.

Bersamaan dengan itu, masyarakat diimbau untuk mulai menghemat penggunaan air bersih dan energi listrik selama periode puncak kemarau ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga Oktober ini.

Melihat kondisi kekinian Danau Poso yang terpanggang kemarau panjang, fenomena ini sejatinya tidak serta-merta dimaknai sebagai kemarahan alam semata.

Peristiwa ini menjadi ujian sekaligus pengingat bagi setiap insan manusia akan pentingnya menjaga keseimbangan pemeliharaan alam raya beserta isinya.

Di tengah kecemasan yang membakar, beberapa postingan masyarakat di media sosial mengabarkan bahwa tetesan hujan ringan perlahan mulai jatuh di sebagian tanah Poso—sebuah pertanda kecil bagi perubahan musim yang sangat melegakan dan dinanti-nantikan.(H. Sam Asiku)