JURNALPOLRISULTENG.ID – TOUNA, Wakapolres Tojo Una-Una Kompol Ulil Rahim, S.Kom, MH memimpin gelar pasaukan operasi Lilin 2023.

Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu, SH, Kajari Tojo Una-Una Pilipus Siahaan, SH, MH, Dandramil 1307-05/Ratolindo Kapten Inf Bolo serta tamu undangan lainnya.
Wakapolres membacakan sambutan Kapolri RI Drs. Listiyo Sigit Prabowo, M.Si, bahwa Apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir persiapan personel maupun sarpras yang akan digunakan selama pelaksaan operasi.
“Pengamanan Naturu merupakan tugas rutin yang harus kita pastikan berjalan dengan aman, nyaman dan lancar sebagai mana penekanan Bapak Presiden RI Joko Widodo “Natal dan tahun baru ini rutinitas tetapi apapun tetap harus direncanakan, harus dipersiapkan, utamanya yang berkaitan dengan transportasi, pasokan dan distribusi bahan pokok”

Monentum Nataru telah menjadi bagian tradisi msyarakat Indonesia yang berimpilikasi terhadap meningkatkan mobilitas masyarakat berdasarkan hasil survey kemenhub RI potensi pergerakan masyarakat pada tahun 2023 dan tahun baru 2024 diperkirakan mencapai 107,63 juta meningkat sebesar 143,65% atau 62,48 juta.
Oleh sebab itu dalam pengamanan Nataru didukung TNI, K/L, pemda, Mitra kamtibmas dan steakholder terkait mengelar operasi kepolisian dengan sandi “Operasi Lilin 2023” selama 12 hari sejak 22 desember 2023 hingga 2 januari 2024. Yang melibatkan 129.923 personel yang terdiri dari TNO-Polri serta steakholder terkait laninnya yang ditempatkan pada 1.668 Pos pengamanan.

“Berdasarkan survei Kemenhub RI, potensi pergerakan masyarakat pada Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 meningkat dimana perayaan Nataru tahun ini juga bertepatan dengan masa kampanye Pemilu 2024 sehingga memiliki potensi kerawanan yang lebih tinggi,” ujarnya Wakapolres Mengutip Sambutan Kapolri RI.
Oleh sebab itu, pengamanan Nataru, Polri didukung TNI, K/L, Pemda, Mitra Kamtibmas dan stakeholder terkait menggelar Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi “Operasi Lilin 2023” selama 12 hari, mulai tanggal 22 Desember 2023 s.d. 2 Januari 2024.

Polri dan stakeholder terkait telah memetakan permasalahan kamseltibcar lantas dan kamtibmas yang harus diwaspadai seperti pada sisi kamseltibcar lantas, kamtibmas hingga ancaman teroris.
“Pada pengamanan perayaan malam tahun baru, lakukan pengamanan pada setiap giat keramaian dengan maksimal, terutama yang melibatkan massa dalam jumlah besar,” lanjutnya.
“Selain itu, lakukan pengaturan lalu lintas dan pengamanan pada lokasi kegiatan secara humanis serta tingkatkan pengawasan distribusi handak komersial maupun petasan agar kegiatan berjalan dengan aman,” tandasnya (Sam Asiku)