DISDIKBUD BANGGAI

Di Hadapan Mahasiswa S2 Pedagogi, Kadis Pendidikan Banggai Soroti Tantangan Guru Era Digital

×

Di Hadapan Mahasiswa S2 Pedagogi, Kadis Pendidikan Banggai Soroti Tantangan Guru Era Digital

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, LUWUK — Program Studi S2 Pedagogi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Luwuk (Unismuh Luwuk) menggelar kuliah umum bertema “Membangun Guru Profesional dan Berdaya Saing di Era Transformasi Digital.”

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid, baik daring maupun luring, tersebut berlangsung di Ruang Pascasarjana Unismuh Luwuk dan diikuti mahasiswa baru S2 Pedagogi, sejumlah kepala sekolah serta guru.

Kuliah umum dibuka langsung Rektor Unismuh Luwuk, Dr. Sutrisno K. Djawa, SE., MM., didampingi Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh Luwuk Dr. Farid Haluti, Dekan FKIP Dr. Armin Haluti, Ketua Program Studi S2 Pedagogi Dr. Hasrat Aimang, serta jajaran akademisi dan mahasiswa.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai, Syafruddin Hinelo, hadir sebagai narasumber untuk memberikan penguatan wawasan kepada mahasiswa S2 Pedagogi terkait tantangan dan kebutuhan dunia pendidikan di tengah perkembangan teknologi.

Dalam sambutannya, Rektor Unismuh Luwuk Dr. Sutrisno K. Djawa mengatakan, pendidikan tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai tanggung jawab sekolah maupun dinas pendidikan. Menurutnya, kemajuan pendidikan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur dalam sebuah ekosistem pendidikan.

“Ekosistem pendidikan saat ini bukan hanya sekolah atau dinas pendidikan. Ada orang tua, sekolah, perguruan tinggi, sektor industri dan swasta, pemerintah, masyarakat dan dunia usaha,” ujarnya.

Menurut Sutrisno, kolaborasi antarunsur tersebut menjadi penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, khususnya dalam menghadapi Indonesia Emas 2045 dan bonus demografi.

Ia menekankan, Kabupaten Banggai memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar. Namun, pembangunan daerah ke depan tidak boleh hanya bergantung pada kekayaan alam.

“Kalau mau mencari keunggulan, maka sumber daya manusia harus dipersiapkan. Sumber daya manusia mampu menghidupkan kreativitas dan menjadi keunggulan,” katanya.

Sutrisno juga menyinggung pengalaman sejumlah daerah yang pernah menjadi pusat industri berbasis sumber daya alam, tetapi mengalami perubahan setelah sumber daya tersebut berkurang.

Karena itu, menurutnya, investasi terbesar yang harus dipersiapkan sejak sekarang adalah peningkatan kualitas manusia melalui pendidikan.

Ia menilai, keberadaan Program S2 Pedagogi di Unismuh Luwuk menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas tenaga pendidik di Kabupaten Banggai.

“Ini salah satu upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia, khususnya teman-teman guru yang luar biasa ini agar terus ditingkatkan kompetensinya,” ujarnya.

Sutrisno mengatakan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk ikut mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

Ia berharap mahasiswa S2 Pedagogi tidak hanya memperoleh gelar akademik, tetapi juga mampu membawa perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat.

“Perguruan tinggi harus mempersiapkan sumber daya manusia agar anak-anak kita tidak harus selalu pergi jauh untuk mendapatkan pendidikan dan keterampilan yang dibutuhkan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai yang hadir sebagai narasumber dalam kuliah umum tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang kuat dan relevan dengan perkembangan zaman.

Sementara itu, kehadiran mahasiswa baru S2 Pedagogi dalam kuliah umum tersebut diharapkan menjadi momentum awal untuk memperluas wawasan mengenai tantangan profesi guru di tengah perkembangan teknologi digital.

Melalui kegiatan tersebut, Unismuh Luwuk mendorong lahirnya tenaga pendidik yang tidak hanya profesional secara akademik, tetapi juga adaptif, kreatif dan mampu bersaing dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan.

Kuliah umum kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banggai, Syafruddin Hinelo, yang membahas berbagai tantangan dan kebutuhan pendidikan dalam membangun guru profesional dan berdaya saing di era transformasi digital. (**)