JURNALPOLRISULTENG.ID TOJO UNA UNA – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tojo Una-Una terus bergerak progresif dalam memperkuat benteng pertahanan wilayah dari ancaman peredaran gelap narkotika.
BNNK Tojo Una-Una Beri Stimulus Usaha Kreatif di Café Regina merupakan tindakan nyata terhadap Upaya menghidarkan Masyarakat dari bahaya Narkoba.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui rangkaian program intensif, dimulai dari Rapat Sinergi Program Stakeholder pada Kawasan Rawan Narkoba yang digelar di Café Regina pada Rabu, 14 Oktober 2026 lalu, dan dilanjutkan dengan aksi nyata pemberdayaan masyarakat.
Rapat sinergi lintas sektor tersebut diinisiasi sebagai pintu masuk utama BNNK Tojo Una-Una dalam mengintervensi kawasan rawan melalui program pemberdayaan masyarakat.
Kepala BNNK Tojo Una-Una, AKBP Djohansah Rahman, S.Pd., menegaskan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi sekaligus merumuskan aksi nyata yang aplikatif di lapangan demi menciptakan lingkungan yang bersih dan aman dari bahaya narkoba.
Geliat Bimbingan Teknis Life Skill di Kawasan Rawan
Sebagai bentuk tindak lanjut konkret dari komitmen sinergi tersebut, BNNK Tojo Una-Una menggelar kegiatan Pengembangan Kapasitas Masyarakat Kawasan Rawan Peredaran Gelap Narkoba melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Life Skill.
Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, mulai Selasa, 20 Oktober hingga Kamis, 22 Oktober 2026, bertempat di Café Regina dengan melibatkan partisipasi aktif aparat wilayah serta warga setempat.
Langkah awal Pelatihan diikuti oleh 20 orang peserta yang dibekali keterampilan praktis dalam pembuatan berbagai jenis produk kue.
Untuk memastikan kualitas pelatihan, BNNK menghadirkan dua praktisi kuliner berpengalaman, yaitu Febriany Kusuma Peoa dari Cimoni Pia dan Abd. Fatah Fathurozzy, M.Pd. dari Diki Bakery.

Pelaksana Kegiatan BNNK Tojo Una-Una, Iin Lakadjo, SKM, menjelaskan, program yang berada di bawah Seksi Pemberdayaan Alternatif ini memang dikhususkan untuk wilayah yang dikategorikan rawan pada tahun ini.
Ia menegaskan, Pemerintah berharap keterampilan baru ini dapat menjadi modal utama bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.Ujarnya.
Stimulus Bantuan Alat dan Harapan Keberlanjutan

Tidak hanya sekadar memberikan teori dan praktik, BNNK Tojo Una-Una juga memberikan dukungan sarana produksi kepada para peserta. Setiap peserta menerima paket bantuan perangkat usaha senilai kurang lebih Rp700.000, yang terdiri dari:
Mixer pengaduk adonan, Timbangan digital presisi, Saringan berbahan stainless steel, dan banyak Peralatan pendukung produksi kue lainnya.
“Kami sangat berharap kegiatan ini dapat berjalan secara berkesinambungan. Oleh karena itu, kami meminta kepada para pendamping peserta untuk terus melakukan evaluasi dan monitoring berkala terkait peningkatan produksi mereka di lapangan,” tegas Iin Lakadjo.

Febriani Kusuma Peoa Owner Cimoni Pia
Di sisi lain, Febriani Kusuma Peoa, salah satu praktisi yang mendampingi jalannya pelatihan, mengungkapkan rasa bangga dan gembira melihat antusiasme yang ditunjukkan oleh para peserta. Ia optimis bahwa ilmu yang didapatkan selama pelatihan ini akan memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan.
“Melihat semangat mereka, saya yakin pelatihan ini bukan sekadar pengisi waktu, melainkan bisa menjadi babak baru yang cerah dalam pengembangan usaha mandiri masyarakat ke depan,” pungkas Febriani.
Melalui perpaduan antara ketegasan regulasi dan pendekatan humanis berbasis ekonomi kreatif ini, BNNK Tojo Una-Una optimistis mampu mengikis daya tarik peredaran narkoba dengan membangun kemandirian masyarakat yang produktif. Diantaranya Upaya penangulangan peredaran Narkoba, BNNK Tojo Una-Una Beri Stimulus Usaha Kreatif di Café Regina. (H. Sam Asiku)