KABUPATEN TOJO UNA-UNA

Dobrak Kebuntuan Literasi Digital, Disdukcapil Tojo Una-Una Jalin Kerja Sama Dengan Babinsa Ampana Kota dan Ampana Tete Akselerasi IKD

×

Dobrak Kebuntuan Literasi Digital, Disdukcapil Tojo Una-Una Jalin Kerja Sama Dengan Babinsa Ampana Kota dan Ampana Tete Akselerasi IKD

Sebarkan artikel ini

Hasbullah Dg. Masikki : Warga tidak lagi diwajibkan membawa fisik KTP-el atau lembaran Kartu Keluarga, Cukup tunjukkan kode QR dari genggaman ponsel

JURNALPOLRISULTENG.ID, TOJO UNA-UNA – Langkah progresif diambil oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tojo Una-Una. Di bawah komando Muh. Ruslan Siparante, S.Pd., instansi ini resmi menggandeng Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil Wilayah Ampana Kota dan Ampana Tete untuk mendobrak keterbatasan akses informasi dan mengakselerasi penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) hingga ke pelosok desa dan kelurahan.

Strategi taktis ini sengaja dirancang sebagai langkah “jemput bola” guna memastikan seluruh lapisan masyarakat di wilayah tersebut segera bermigrasi ke ekosistem digital.

Babinsa Sebagai Ujung Tombak Edukasi

Sekretaris Disdukcapil Tojo Una-Una, Hasbullah Dg. Masikki, S.Sos., menegaskan keterlibatan TNI dalam program administrasi kependudukan ini merupakan langkah krusial. Karakter Babinsa yang menyatu dengan kehidupan warga dinilai menjadi kunci utama untuk meruntuhkan dinding kecemasan masyarakat terhadap teknologi baru.

“Melalui kerja sama ini, personel Babinsa dikerahkan sebagai garda depan informasi kependudukan. Mengingat kedekatan emosional dan intensitas interaksi Babinsa yang tinggi dengan warga binaannya, kehadiran TNI Angkatan Darat dinilai mampu memecahkan kebuntuan literasi digital dan mengedukasi masyarakat mengenai urgensi migrasi dari KTP elektronik (KTP-el) fisik menuju ekosistem digital,” ujar Hasbullah saat memberikan keterangan resmi pada Jumat, 25 September 2026.

Satu Genggaman untuk Semua Urusan

Lebih rinci Hasbullah menjelaskan, IKD bukan sekadar pemindahan foto KTP ke dalam ponsel, melainkan sebuah inovasi nasional dari Kementerian Dalam Negeri RI yang mengintegrasikan seluruh dokumen kependudukan secara aman. Warga tidak perlu lagi mengantongi dompet tebal berisi tumpukan kartu, sebab KTP-el hingga Kartu Keluarga (KK) sudah tersimpan rapi dalam satu aplikasi resmi IKD.

Hasbullah menandaskan, setidaknya ada tiga keunggulan mutlak yang ditawarkan oleh IKD untuk memotong jalur birokrasi yang rumit:

Praktis: Warga tidak lagi diwajibkan membawa fisik KTP-el atau lembaran Kartu Keluarga yang rentan rusak atau hilang saat mengurus keperluan administratif. Cukup tunjukkan kode QR dari genggaman ponsel.

Aman: Sistem IKD diproteksi oleh keamanan berlapis. Mulai dari verifikasi biometrik (face recognition), autentikasi ganda menggunakan PIN, hingga fitur bawaan pencegahan tangkapan layar (anti-screenshot) demi menutup ruang bagi pelaku pemalsuan identita

Efisien: Keberadaan IKD memangkas habis waktu tunggu birokrasi, mempercepat transaksi digital baik di sektor layanan publik maupun privat seperti perbankan dan moda transportasi.

Mekanisme dan Kolaborasi di Lapangan

Untuk mempercepat transisi ini, Disdukcapil menetapkan syarat operasional yang sangat mendasar dan mudah dipenuhi oleh masyarakat:

  1. Sudah memiliki fisik atau melakukan perekaman KTP-el.
  2. Memiliki gawai/ponsel pintar (smartphone) berbasis Android atau iOS.
  3. Memiliki alamat email aktif serta nomor ponsel pribadi yang terdaftar secara sah.

Meskipun aplikasi dapat diunduh secara mandiri di Google Play Store atau App Store, proses validasi final tetap memerlukan sentuhan otoritas resmi. “Warga dapat mengunduh aplikasi IKD secara mandiri melalui platform Google Play Store atau App Store. Namun, proses pemindaian kode QR (QR Code) dan aktivasi akhir harus dilakukan secara langsung oleh petugas verifikator resmi dari Disdukcapil Tojo Una-Una,” ungkap Hasbullah.

Di sinilah peran vital Babinsa diuji. Mereka akan bertindak sebagai dinamo penggerak massa di tingkat akar rumput. “Harapan kami dengan adanya kerja sama ini, Babinsa akan membantu memobilisasi dan mengarahkan warga ke posko-posko pelayanan terdekat di tingkat desa atau kecamatan guna mempercepat proses validasi tersebut,” tambahnya.

Menutup keterangannya, Hasbullah Dg. Masikki melayangkan seruan tegas kepada seluruh masyarakat di Ampana Kota dan Ampana Tete agar tidak menunda kesempatan berharga ini. Sinergi antara Disdukcapil dan Babinsa harus disambut baik sebagai fasilitas emas demi kemudahan akses layanan publik di masa depan.(H. Sam Asiku)