JURNALPOLRISULTENG.ID, JAKARTA — Upaya mewujudkan pemerataan energi dan menjawab kebutuhan masyarakat didaerahnya terus dilakukan Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, S.H., secara khusus bertolak ke Jakarta untuk melaksanakan audiensi strategis bersama jajaran manajemen PT PLN (Persero) pada Jumat 25 September 2026.
Pertemuan krusial yang berlangsung di ibu kota tersebut didedikasikan penuh untuk membedah berbagai kebutuhan mendesak serta tantangan berat sektor kelistrikan yang selama ini membayangi wilayah Kabupaten Tojo Una-Una.
Langkah taktis ini diambil sebagai bagian dari komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Tojo Una Una dalam mendongkrak kualitas pelayanan publik serta mempercepat pemenuhan pasokan listrik yang merata, andal, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Menjemput Asa Listrik 24 Jam di Wilayah Kepulauan
Kondisi geografis Kabupaten Tojo Una Una yang terdiri dari wilayah daratan dan gugusan kepulauan menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan infrastruktur.
Dalam audiensi tersebut, salah satu poin krusial yang disuarakan secara lantang oleh Bupati Ilham Lawidu adalah mendesak PLN untuk menghadirkan layanan listrik 24 jam penuh di wilayah kepulauan.
Hingga saat ini, sebagian masyarakat di daerah kepulauan Tojo Una Una masih harus hidup berdampingan dengan keterbatasan waktu nyala listrik. Akibatnya, roda perekonomian, efektivitas pelayanan administrasi desa, hingga aktivitas belajar anak-anak di malam hari menjadi sangat terbatas.
“Harapan kami, apa yang kami sampaikan ini bisa segera ditindaklanjuti oleh pihak PLN. Saudara-saudara kita yang berada di pulau-pulau juga sangat membutuhkan pelayanan listrik yang baik dan stabil demi kehidupan yang lebih layak,” tegas Ilham Lawidu saat menyampaikan aspirasi masyarakat Touna.
Membuka Isolasi Daerah Gelap
Selain menuntut optimalisasi jam operasional listrik, Pemkab Tojo Una Una juga memaparkan data konkret mengenai sejumlah titik pemukiman warga yang hingga kini belum tersentuh aliran listrik sama sekali (belum berlistrik). Ketiadaan akses energi ini menjadi pembatas kemajuan daerah yang ingin segera dipangkas oleh pemerintah daerah.
Melalui forum koordinasi tersebut, Pemkab Tojo Una Una secara resmi mengajukan permohonan perluasan jaringan dan pembangunan infrastruktur baru kepada PT PLN (Persero). Langkah ini diharapkan dapat menjadi peta jalan (roadmap) bagi PLN dalam mengintegrasikan desa-desa terpencil ke dalam jaringan listrik nasional secara bertahap.
Sinergi Berkelanjutan Demi Kebutuhan Dasar
Persoalan kelistrikan bukanlah perkara mudah yang bisa diselesaikan dalam semalam. Sadar akan kompleksitas di lapangan, Bupati Ilham Lawidu menegaskan bahwa Pemkab Tojo Una Una tidak akan berhenti pada pertemuan ini saja. Sinergi dan jembatan komunikasi dengan manajemen pusat maupun regional PLN akan terus dijaga secara intensif.
“Kami akan terus membangun komunikasi dan berkoordinasi secara berkala dengan pihak PLN. Yang terpenting bagi kami adalah kebutuhan dasar masyarakat ini diperhatikan dengan serius dan ada langkah nyata atau tindak lanjut yang jelas di lapangan,” pungkas Ilham Lawidu.
Melalui kolaborasi aktif antara Pemkab Tojo Una Una dan PT PLN (Persero) ini, diharapkan impian masyarakat Tojo Una Una —terutama yang berada di garis terluar kepulauan—untuk menikmati terangnya listrik tanpa padam dapat segera terealisasi demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih maju.(H.Sam Asiku) Sumber Diskominfo Tojo Una Una