KABUPATEN TOJO UNA-UNA

Perkuat Sinergi, Kemenag Tojo Una-Una dan Pimpinan Pesantren Matangkan Persiapan Hari Santri 2026

×

Perkuat Sinergi, Kemenag Tojo Una-Una dan Pimpinan Pesantren Matangkan Persiapan Hari Santri 2026

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, TOJO UNA UNA, – Semangat menyambut Hari Santri 2026 di Kabupaten Tojo Una-Una dipastikan tidak akan sekadar menjadi seremonial belaka. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tojo Una-Una melalui Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) resmi menggelar rapat besar bersama seluruh pimpinan pondok pesantren se-kabupaten untuk mematangkan kepanitiaan dan rangkaian aksi nyata, Senin 28 September 2026.

Pertemuan ini melahirkan energi baru, menyusul kabar gembira terkait lahirnya Direktorat Jenderal Pesantren sebagai unit eselon I mandiri di tubuh Kemenag RI. Kebijakan segar yang berlandaskan Perpres Nomor 18 Tahun 2026 dan PMA Nomor 16 Tahun 2026 ini dinilai sebagai bentuk afirmasi dan pengakuan tertinggi negara terhadap peran strategis santri.

Kepala Kantor Kemenag Tojo Una-Una, H. Muh. Syahruddin, S.Ag., MM., menegaskan bahwa perubahan regulasi di pusat harus dijawab dengan pergerakan progresif di daerah.

“Kita tidak perlu menunggu perubahan struktur di daerah untuk bergerak. Justru ini harus menjadi bahan bakar motivasi kita untuk memperkuat kelembagaan, mendongkrak kualitas pendidikan, dan mempertegas kontribusi pesantren langsung ke tengah masyarakat,” ujar Syahruddin dengan penuh optimisme di hadapan para pimpinan pesantren.

Bukan Sekadar Seremonial, Saatnya Santri Unjuk Gigi

Mengusung tema besar “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas,” Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober 2026 nanti diarahkan menjadi panggung pembuktian kemandirian pesantren. Syahruddin secara lantang meminta agar seluruh elemen pesantren melebur menjadi satu dan aktif mengambil peran.

Sinergi Tanpa Sekat: Perbedaan karakter dan program antarpesantren harus dilebur menjadi kolaborasi untuk mencetak generasi beriman, mandiri, dan berakhlak.

Ruang Kreativitas: Santri akan diberikan panggung seluas-luasnya untuk memamerkan inovasi, prestasi, dan kreativitas edukatif mereka.

Branding Positif: Kemenag mendorong penguatan publikasi dan dokumentasi agar masyarakat luas melihat nyata kontribusi sosial pesantren.

“Jangan ada yang hanya menjadi penonton. Hari Santri harus menjadi milik bersama. Semua prestasi dan inovasi santri harus dipublikasikan agar dunia tahu bahwa pesantren terus bergerak nyata,” tambah Syahruddin.

Rapat yang berlangsung dinamis ini diakhiri dengan penyusunan struktur kepanitiaan, pembagian tugas taktis, serta perancangan konsep acara yang kreatif agar gaung Hari Santri 2026 di Tojo Una-Una terasa lebih hidup dan berdampak luas.

Dibagian lain pernyataannya,  Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tojo Una-Una, H. Muh. Syahruddin, S.Ag., MM., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pimpinan dan keluarga besar pondok pesantren atas semakin kuatnya perhatian negara terhadap pesantren.

“Ini merupakan kabar yang menggembirakan bagi seluruh keluarga besar pesantren. Pemerintah telah memberikan perhatian yang semakin kuat terhadap pesantren dengan dibentuknya Direktorat Jenderal Pesantren sebagai unit tersendiri setingkat eselon I di Kementerian Agama,” ujar Syahruddin.

lebih detil ia menjelaskan, pembentukan Ditjen Pesantren tersebut merupakan tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2026, yang kemudian diperkuat melalui PMA Nomor 16 Tahun 2026 tentang perubahan organisasi dan tata kerja Kementerian Agama. Dengan struktur baru tersebut, pengelolaan pesantren yang sebelumnya berada dalam lingkup Direktorat Jenderal Pendidikan Islam kini memiliki direktorat jenderal tersendiri.

Menurut Syahruddin, kebijakan tersebut merupakan bentuk afirmasi negara terhadap keberadaan dan peran strategis pesantren dalam bidang pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Ia menambahkan, jajaran Kemenag di daerah masih menunggu petunjuk lebih lanjut terkait penyesuaian struktur dan mekanisme pelaksanaan kebijakan tersebut di daerah.

“Namun kita tidak perlu menunggu perubahan struktur untuk bergerak. Justru ini harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk semakin memperkuat kelembagaan, meningkatkan kualitas pendidikan, memperbaiki tata kelola dan memperkuat kontribusi pesantren bagi masyarakat,” tegasnya. (H. Sam Asiku)