JPS TOJO UNA-UNA – Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Murtalib, SH,nekankan JMS bukan Oposisi atau humas namun adalah mitra konstruktif. Hal itu ditegaskannya dihadapan Pemerintah Daerah dan undangan lainnya saat pengukuhan pengurus JMSI Cabvang Tojo Una Una, di Aula Dinas Pariwisata Tojo Una-Una pada Sabtu 31Oktober 2026.

Pelantikan JMSI cabang Tojo Una Una adalah titik awal yang sah bagi seluruh pengurus cabang untuk mengemban tanggung jawab besar organisasi dalam memetakan arah industri media digital di daerah.
Murtalib menjelaskan bahwa JMSI merupakan jaringan organisasi siber yang menjadi wadah berhimpun bagi perusahaan-perusahaan pers, bukan organisasi profesi wartawan. Sejak resmi ditetapkan menjadi konstituen Dewan Pers pada tahun 2022, posisi JMSI kini sejajar dengan organisasi pers lainnya yang sudah lebih dulu diakui negara.
“Artinya JMSI saat ini sejajar dengan organisasi lain seperti PWI, AJI, dan IJTI. Serta untuk organisasi perusahaan media seperti AMSI dan SMSI,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan dua tujuan utama dari keberadaan JMSI:
Pertama, menyehatkan ekosistem informasi di era digital. Di tengah masifnya laju media sosial saat ini yang kerap diwarnai ujaran kebencian dan upaya adu domba, JMSI hadir sebagai penangkal. Berbeda dengan platform media sosial liar, media yang tergabung dalam JMSI tunduk penuh pada aturan hukum negara. ”Kami terikat dengan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan aturan Dewan Pers. Kami bisa disomasi dan dipidanakan jika melakukan kesalahan, tidak seperti akun-akun anonim di media sosial yang bebas tanpa tanggung jawab,” ujarnya secara terbuka.
Kedua, menjadi mitra konstruktif bagi pemerintah daerah maupun Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Murtalib meluruskan persepsi public, media independen tidak berarti harus selalu mengambil posisi berseberangan ataupun menjadi alat publisitas pemerintah secara buta.
“Kami bukan oposisi dan kami juga bukan humas, tetapi kami adalah mitra bisnis. Kami berharap Pemerintah Daerah Tojo Una-Una, kepolisian, termasuk pihak BUMN dapat mempergunakan saluran resmi yang profesional ini untuk menyampaikan program kerja, capaian pembangunan, maupun melakukan klarifikasi resmi,” tegas Murtalib menutup sambutannya.

Merespons hal itu, Pemkab Tojo Una Una melalui sambutan bupati dibacakan Sekda Alfian Mataejng, menegaskan komitmennya untuk selalu terbuka terhadap fungsi kontrol sosial pers.
Hubungan antara pemerintah dan media harus dibangun atas dasar kemitraan yang sehat dan saling menghormati dengan tetap menjaga independensi masing-masing. Kemitraan ini bukan berarti media harus selalu sejalan dengan pemerintah, melainkan bagaimana bersama-sama menjaga kepentingan publik melalui informasi yang benar dan mencerdaskan.
6 Pesan Penting Bupati untuk Pengurus JMSI Touna
Melalui manah tertulisnya bupati Ilham Lawidu menitipkan enam poin penting yang harus menjadi perhatian bersama bagi pengurus JMSI Tojo Una Una yang baru dilantik:
- Bangun Organisasi yang Solid: Jadikan JMSI sebagai wadah kolaborasi yang mampu memperkuat kapasitas perusahaan media dan meningkatkan kualitas jurnalisme di daerah.
- Junjung Tinggi Kode Etik: Pegang teguh prinsip verifikasi, akurasi, keberimbangan, dan tanggung jawab. Jangan biarkan kepentingan sesaat mengalahkan kebenaran.
- Tingkatkan Kompetensi Insan Media: Perkuat kemampuan dalam penguasaan teknologi, keterampilan jurnalistik, manajemen perusahaan pers, serta pemahaman regulasi digital.
- Perkuat Literasi Digital: Dorong masyarakat untuk memeriksa sumber informasi, membedakan fakta dan opini, serta tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya.
- Mitra Kritis dan Konstruktif: Kawal pembangunan secara objektif, sampaikan aspirasi masyarakat, dan berikan masukan yang membangun demi perbaikan kualitas pelayanan publik.
- Promosikan Potensi Daerah: Manfaatkan media siber untuk mempromosikan keunggulan daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal hingga ke wilayah kepulauan dan pedesaan.
“Saya percaya, apabila seluruh hal tersebut dilaksanakan secara konsisten, JMSI Kabupaten Tojo Una-Una dapat tumbuh menjadi organisasi yang dipercaya, memiliki daya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” tandas Bupati dalam naskah yang dibacakan Sekda Alfian.(JPS)
