KABUPATEN TOJO UNA-UNA

Amukan Api di Lorong Gereja: Respons Cepat Damkarmat Tojo Una Una Berhasil Jinakkan Karhutla di Desa Tete A

×

Amukan Api di Lorong Gereja: Respons Cepat Damkarmat Tojo Una Una Berhasil Jinakkan Karhutla di Desa Tete A

Sebarkan artikel ini

JURNAL POLRSI SULTENG.ID, TOJO UNA-UNA — Musim kemarau belum berakhir, hujan turun belum merata disemua wilayah dan durasinya singkat, menambah daftar panjang tantangan karhutla di wilayah Tojo Una Una, baik didaratan maupun wilayah kepulauan, seperti kejadian Desa Tete A, Kecamatan Tete Kabupaten Tojo Una Una. Jumat 2 Oktober 2026.

Detik-detik menegangkan bermula sekitar pukul 18.50 WITA. Lia warga setempat mengetahui kobaran api mulai meluas di sekitar Lorong Gereja, langsung menghubungi Damkar Tojo Una Una yang bermarkas diJalan Yos Sudarso No. 05, Ampana, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah,  melalui sambungan telepon siaga 1 X 24 Jam,  Nomor Telepon Kantor: (0464) 2260004 dan Nomor Pos Jaga / Darurat: 0851-7756-5710. segera mendapat respon, mengingat situasi darurat,   lokasi kejadian berdekatan dengan area pemukiman dan tempat ibadah.

Kepala Dinas Pemadam dan Penyelamatan Alfred Leonard Lanu, SH, MAP selalu siaga segera menurunkan perintah, Regu 2 Damkarmat Tojo Una Una  secepatnya diterjunkan ke lokasi kejadian.

Menempuh jarak sekitar 10 kilometer dari Markas Komando (Mako) Damkar, armada penyelamat menerjang jalur malam dan berhasil tiba di lokasi kejadian dalam waktu 20 menit, tepatnya pukul 19.10 WITA.

Berkat Kesigapan personel Dinas Damkarmat Kabupaten Tojo Una-Unadan tim gabungan kejadian  kobaran api dapat dipadamkan, petugas kembali kemarkas “Pantang Pulang sebelum Padam” adalah semboyan yang tetap dipertahankan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab  mereka.

Kronologi Kejadian: Laporan Warga dan Respons Cepat 10 Kilometer

Detik-detik menegangkan bermula sekitar pukul 18.50 WITA. Seorang warga setempat bernama Ibu Lia, yang menyadari kobaran api mulai meluas di sekitar Lorong Gereja, langsung menghubungi Pos Pemadam Kebakaran. Mengingat lokasi kebakaran berdekatan dengan area pemukiman dan tempat ibadah, laporan tersebut langsung direspons secara darurat.

Petugas Regu 2 Damkarmat Touna langsung diterjunkan ke lokasi. Menempuh jarak sekitar 10 kilometer dari Markas Komando (Mako) Damkar, armada penyelamat menerjang jalur malam dan berhasil tiba di lokasi kejadian dalam waktu 20 menit, tepatnya pukul 19.10 WITA.

Strategi Pemadaman dan Kerja Sama Lintas Sektor

Setibanya di lokasi, api terpantau sudah membakar sebagian lahan milik warga bernama Mafud Hi. Yunus. Angin malam yang bertiup sempat dikhawatirkan dapat membuat api merembet ke area perkebunan dan bangunan sekitarnya.

Bergerak taktis, 7 personel Damkarmat dibantu 1 personel Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung membagi tim. Guna memastikan suplai air tidak terputus, petugas mengerahkan kombinasi armada tangguh terdiri Mobil Pemadam Dyna sebagai armada penyerang utama dan Mobil Suplay Dinas Sosial (sebagai pendukung ketersediaan air.

Tim gabungan langsung melakukan lokalisir area, menyemprotkan air ke titik api utama, dan dilanjutkan dengan proses pendinginan (cooling down). Proses pendinginan ini sangat krusial guna memastikan tidak ada bara api tersembunyi di dalam tanah kering yang bisa memicu kebakaran susulan.

Setelah berjibaku selama kurang lebih 30 menit, pada pukul 19.45 WITA amukan api resmi dinyatakan padam total. Sebelum meninggalkan lokasi untuk kembali ke Mako, petugas menyisir ulang seluruh sudut lahan demi memastikan kondisi benar-benar aman.

Kerugian dan Evaluasi Dampak

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang, dan total nilai kerugian material milik korban (Bapak Mafud Hi. Yunus) belum dapat diketahui. Kendati demikian, respons cepat tim penyelamat membuahkan hasil yang sangat disyukuri oleh masyarakat sekitar:

Kejadian itu tidak tidak berdampak pada Korban Jiwa masyarakat setempat, sedang Aset Warga, berhasil diselamatkan dari rambatan api yang lebih luas.

Pasca-kejadian ini, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tojo Una-Una mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh lapisan masyarakat. Di tengah kondisi cuaca kering yang melanda, warga diminta untuk:

  1. Tidak membuka lahan dengan cara dibakar, karena sekecil apa pun api bisa menjadi tidak terkendali akibat tiupan angin.
  2. Hindari membuang puntung rokok sembarangan di area rumput atau hutan kering.
  3. Segera melapor ke pos pemadam terdekat jika melihat kemunculan titik asap mencurigakan demi mencegah keterlambatan penanganan.(H. Sam Asiku)