JURNALPOLRISULTENG.ID, TOJO UNA UNA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una terus memperkuat kolaborasi strategis dalam percepatan perbaikan infrastruktur jalan sepanjang tahun 2026. Langkah integrasi anggaran dan program kerja ini difokuskan untuk mengatasi masalah aksesibilitas, membuka keterisolasian wilayah terpencil, serta menggenjot roda perekonomian masyarakat di wilayah daratan maupun kepulauan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tojo Una-Una, Mohamad Asfan Supu, S.ST., M.T, menegaskan, penanganan sarana transportasi ini ditangani secara kolaboratif antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat guna memastikan seluruh titik krusial dapat terakomodasi.Selasa 29 September 2026.
Sinergi nyata ini ditandai dengan kunjungan lapangan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, pada akhir September 2026, didampingi oleh Kepala Dinas ESDM Sulteng Drs. Arfan dan Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang untuk memastikan seluruh proyek berjalan tepat mutu dan tepat waktu.

Progres Ruas Balingara – Dataran Bulan (Jalur Antar-Kabupaten)
Fokus utama peninjauan gubernur tertuju pada proyek rekonstruksi dan pengaspalan jalan ruas Balingara – Longge Atas – Dataran Bulan – Uwemea yang menghubungkan Kabupaten Tojo Una-Una dengan Dataran Toili di Kabupaten Banggai.” Melalui program berani lancar, jika rampung akses jalan ini sangat mempermudah masyarakat ke wilayah Banggai, bayangkan selesih jarak sekitar 200 KM bahkan lebih, jika memutar ” Ucap Gubernur Sulteng optimis.
Alokasi Anggaran Terintegrasi, Pemprov Sulteng menggelontorkan anggaran rekonstruksi total sekitar Rp58 miliar.
Dukungan ini diperkuat oleh Pemkab Tojo Una Una melalui alokasi segmen pengerjaan awal sebesar Rp9,22 miliar serta kontrak awal senilai Rp17,53 miliar.
Skema Pekerjaan menggunakan skema Multi Years Contract (MYC) atau Kontrak Tahun Jamak yang dimulai sejak Maret 2026 dan ditargetkan rampung total pada Januari 2028 akan tembus Toili.
Penanganan Titik Krusial di Wilayah Daratan
Sementara Pemprov menggarap jalur utama konektivitas antar-kabupaten, Dinas PUPR Tojo Una-Una bergerak cepat mengebut perbaikan jalan darurat hingga prioritas sepanjang 20–30 kilometer di titik-titik terparah kawasan Dataran Bulan (Kecamatan Ampana Tete) hingga menuju Uematopa.
Fokus Percepatan, pembenahan difokuskan pada tiga wilayah subur yang selama ini terisolasi saat musim hujan, yaitu Dusun Lengkasa, Dusun Uetangko, dan Dusun Paria.
“Wilayah ini sangat subur namun sebelumnya sulit ditembus kendaraan roda empat saat musim hujan. Perbaikan ini diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil pertanian dan mineral warga secara signifikan,” ujar Moh. Asfan Supu.
Intervensi Pusat Melalui BPJN: Ruas Bugi–Kalemba dan Tampanombo–Watusongo
Hasil koordinasi intensif Bupati Tojo Una-Una, Ilham Lawidu, saat mengunjungi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah sukses membuahkan hasil signifikan lewat kucuran dana Inpres Jalan Daerah (IJD) Kementerian Pekerjaan Umum:
Ruas Bugi–Kalemba: Preservasi jalan sepanjang 7,30 kilometer oleh BPJN Sulteng kini telah rampung total untuk menopang kedaulatan pangan warga.
Ruas Tampanombo–Watusongo: Menjadi prioritas pengerjaan berikutnya, proyek ini difokuskan pada pengaspalan dan peningkatan struktur jalan dari Desa Tampanombo (Kecamatan Ulubongka) menuju Watusongo hingga ruas Watusongo–Paranongi dengan anggaran sekitar Rp. 22 Milyar, proses akan dileleng. Jalur pedalaman ini sebelumnya sempat viral karena rusak parah berlumpur hingga menyulitkan transportasi masyarakat.
Akselerasi Infrastruktur Kepulauan Togean
Komitmen merdeka aksesibilitas tidak hanya berpusat di daratan. Melalui program unggulan Pemprov Sulteng bertajuk “Berani Lancar”, pemerintah tengah menggarap keseimbangan transportasi laut-darat di Kepulauan Togean:
Poros Strategis: Pembangunan difokuskan pada Ruas Kulingkinari – Wakai.
Jalan Lingkar Togean (Togean Ring Road): Terus digenjot pembenahannya demi menjawab desakan masyarakat. Jalur lingkar ini sangat krusial karena menjadi satu-satunya akses darat yang menghubungkan 14 desa menuju fasilitas kesehatan darurat di kepulauan.
Melalui kerja sama lintas sektor dan skema pembiayaan multi-tahun ini, Pemerintah Provinsi Sulteng dan Pemkab Tojo Una-Una optimistis target merdeka aksesibilitas di seluruh wilayah Tojo Una-Una dapat tercapai sepenuhnya pada awal tahun 2028.(H. Sam Asiku)