KABUPATEN TOJO UNA-UNA

Purna Bhakti Bukan Berarti Layu! PPI Tojo Una-Una Buktikan Usia Senja Justru Makin Perkasa

×

Purna Bhakti Bukan Berarti Layu! PPI Tojo Una-Una Buktikan Usia Senja Justru Makin Perkasa

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, TOJO UNA-UNA – Di bawah hembusan syahdu angin laut Uentaga Bawah kecamatan Ratolindo, usia hanyalah angka yang luruh bersama tawa.

Suara tegas sang instruktur memecah hening pagi, memandu langkah-langkah penuh asa dari jiwa-jiwa yang menolak renta di tepian Tojo Una-Una, tiada keluh yang tersisa, hanya ada ketukan seirama dan senyum dan canda ringan yang memicu senyum bahagia,  tanda bakti raga yang terus dijaga hingga senja usia.

Puluhan lanjut usia (lansia) memadati halaman Sekretariat Persatuan Pensiunan Indonesia (PPI) Kabupaten Tojo Una-Una.

Gelar senam rutin setia jumat pagi berlokasi sangat strategis tepat di bibir pantai Kelurahan Uentaga Bawah, tak jauh dari Tugu Love Ampana  Kecamatan Ratolindo—Kediaman Mantan Sekda Tojo Una Una Drs. H. Syaiful Bahri Laborahima, persis di depan Kantor Koramil Ratolindo—para pensiunan ini tampak antusias mengikuti agenda senam rutin mingguan di tengah hembusan angin laut yang segar menebar senyum memacuh semangat. Jumat, 25 September 2026

Langkah kaki yang serempak dan tawa lepas yang terdengar di kawasan bibir pantai garis pantai yang asri membuktikan satu hal: memasuki masa pensiun bukan berarti tubuh harus melemah dan layu.

Sebaliknya, organisasi yang mewadahi para purnabakti ini berhasil menunjukkan bahwa usia senja justru bisa menjadi momentum untuk tampil semakin bugar dan perkasa.

Senam bukan sekadar berkeringat, namun gerak dan kebersamaan adalah  Ramuan Ampuh Stamina Masa Tua

Bagi para anggota PPI Tojo Una-Una, agenda berkumpul setiap akhir pekan ini bukan sekadar aktivitas memeras keringat. Olahraga terprogram ini telah bertransformasi menjadi ramuan ampuh yang secara ilmiah dan konsisten menjaga stamina fisik mereka agar tidak digerus usia.

Senam lansia dirancang secara khusus dengan gerakan yang aman dan minim risiko cedera, namun memberikan dampak multiplier yang sangat besar bagi kualitas hidup masa tua.

Melalui aktivitas ini, kebugaran fisik dijaga pada level optimal agar para pensiunan tidak bergantung pada bantuan orang lain dalam menjalani aktivitas harian.

Keaktipan dr. H. Abdul Rahman DM, MARS

Banyak pasangan larut dalam situasi kebersamaan, nampak rutin  dr. H. Abdul Rahman DM, MARS  isteri tercintanya  Ny. Hj. Darmawati. A. Pobotinggi aktif, bukan salah satu menjadi alasan mengapa Senam Menjadi Agenda Wajib Mingguan?

Banyak pihak bertanya mengenai konsistensi tinggi yang ditunjukkan oleh pengurus dan anggota PPI.

Pihak organisasi menegaskan, senam rutin ini adalah wujud nyata dari komitmen jangka panjang untuk memuliakan hari tua para anggotanya.

Berdasarkan kajian kesehatan, terdapat 5 manfaat utama

yang menjadi alasan medis mengapa senam ini wajib digelar secara rutin:

  • Menjaga Kesehatan Jantung: Gerakan ritmis yang konstan berfungsi memperlancar peredaran darah ke seluruh tubuh. Pola latihan ini terbukti efektif dalam membantu mengontrol tekanan darah agar tetap stabil dan meminimalisasi risiko serangan kardiovaskular.
  • Memperkuat Tulang dan Otot: Bertambahnya usia memicu penurunan massa otot secara drastis. Senam ini menjadi stimulan penting untuk melatih kekuatan otot sekaligus mencegah risiko pengeroposan tulang atau osteoporosis.
  • Melatih Keseimbangan Tubuh: Masalah utama yang sering dihadapi lansia adalah hilangnya koordinasi gerak. Latihan ini secara spesifik melatih kestabilan tubuh guna mengurangi risiko terjatuh saat beraktivitas sehari-hari.
  • Menjaga Kelenturan Sendi: Fleksibilitas tubuh dijaga agar gerakan tidak kaku. Rutinitas ini menjadi solusi non-obat yang ampuh untuk meredakan serta mengurangi nyeri sendi kronis.
  • Meningkatkan Suasana Hati (Mood): Aspek psikologis tidak luput dari perhatian. Bertemu dan bergerak bersama rekan sejawat terbukti ampuh mengurangi tingkat stres, memperbaiki kualitas tidur, serta menjaga fungsi kognitif otak agar terhindar dari gejala pikun atau demensia.
  • Melalui konsistensi agenda mingguan di tengah Kota Ampana, PPI Tojo Una-Una sukses mematahkan stigma negatif tentang masa tua.

Mereka mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat luas bahwa dengan pengelolaan kesehatan yang tepat, masa pensiun dapat dinikmati dengan tubuh yang sehat, prima, bahagia, dan tetap produktif bagi daerah.

Canda ria tak sebatas dilapangan senam dan aktifitas lainnya, namun diruang dunia maya nampak pada Platform  WhatsApp Group Persatuan Pensiunan Indonesia Tojo Una Una, banyak postingan yang mengundang senyum dan tawa tanpa sadar seakan keheboan kelakar  mengungkit masa lalu para mantan pejabat dan PNS yang telah menanggalkan atribut kepegawaiannya,  membuat kehidupan ini lebih indah dan berarti, senyum dan tawa pertanda sehat. (H. Sam Asiku)