Mengilhami upaya kerja keras sosok wartawan, Darma dari Harian Sulawesi yang bermungkim di Desa Banano kecamatan Tojo, Kabupaten Tojo Una Una telah mengubah Sepotong tanah menjadi sebuah Kawasan multi manfaat.
Yang mengemuka gagasannya memberi contoh kepada masyarakat setempat, mendorong terhadap prosfek pertumbuhan ekonomi melalu budi daya ikan darat yang menjanjikan sebagai usaha arternatif, Sebuah karunia atas kekayaan intelektual menyambut anugerah yang menginspirasi yang disyukurinya dalam diam terus berkarya menapaki setiap langkahnya dalam rentang kehidupannya.
Catatan : H. Sam Asiku

Mengetahui lebih jauh apa yang melatari dan menginspirasi alam renungan Bung Darma
Sangat menarik mendengarkan penuturanny,a mengungkap bahwa budidaya ikan Nila menjadi pilihannya adalah salah satu usaha sektor perikanan darat yang memiliki prospek cukup baik, dari segi marketing pemasaran sangat mudah, ditunjang harga relative terjangkau.
“Hingga kini, budidaya ikan nila, saya kembangkan sudah 14 petak, dan sudah menghasilkan, walaupun belum mendapatkan omzet besar, namun sudah dapat menunjang ekonomi keluarga.”Ucapnya.
Ia merinci usaha itu telah memberi hasil mendukung pundi keuangan keluarga, Ikan nila dapat di panen hingga usia 6 s/d 7 bulan atau 1 Thn 2 kali Panen.
Dengan interval waktu itu Ikan nila mencapai bobot dalam 1 kg antara 4 – 5 ekor per kg, harga saat ini di pasaran 40.000./kg.
“Budidaya ikan nila, atau jenis ikan air tawar mudah di lakukan oleh siapapun.” Ucapnya mensuport masyarakat sekitarnya.
Dibagian lain penuturannya ia mengungkap, bermula dari alam gagasanya terhadap usaha budidaya ikan nila menurutnya adalah sebuah peluang yang menjanjikan, sekaligus memuntaskan hobinya dalam menghilangkan kejenuhan dari aktifitas kesehariannya.
Menyelingi aktifitasnya sebagai Wartawan, ia memanfaatkan waktu luang untuk melakukan aktifitas di kolam ikan nila sambil bersantai ria dengan keluarga. Itulah Bung Darma yang selalu romantis, ketika bicara soal kasih sayangnya pada keluarga.

Mencermati usaha Darma, tak hanya berorintasi pada budi daya ikan Nilam, namun tanpa disadari sepotong tanah liar itu menjadi Kawasan destinasi wisata lokal yang bertengger dibibir pantai desa Banano. Dilatasri sebuah Pondok bergaya Tolo, dijangkau melewati titian yang berada diantara petak tambak yang telah dirancang untuk sebuah wisata keluarganya. Dari tempat itu angin laut tak penah berhenti bertiup memebisikan sebuah kedamaian sejati.
Ia tak hanya menjadikan lokasi itu untuk sebuah percontohan, untuk memberi nilai manfaat mengenai tata cara pengolahan tambak ikan, sesuai pengalaman yang telah menuai hasil dalam meningkatkan ekonominya.
Tanpa disadari upaya itu sejalan dengan misi Pemerintah daerah yang terus mengoptimalkan penghasilan masyarakat dari berbagai sektor.
Dan sangatlah menyentuh buah karya itu telah menginspirasi, memberi nilai untuk sebuah pengabdian pada masyarakat dna kelaurganya yang telah dimulakan sebagai contoh mengolah usaha Perikanan darat, dimana ikan Nilam menjadi kemasahan yang telah memberinya peluang. (samas)