JURNALPOLRISULTENG.ID – TOUNA, Kamis 14 September 2023, mantan wakil Bupati Tojo Una-Una Admin Lasimpala, SIP yang saat ini memperkuat barisan bacaleg Partai NasDem DPRD Sulawesi Tengah.
Dikatakan Admin Lasimpala, “Keterbatasan kewenangan pemda Tojo Una-Una dalam memperkuat dana APBD Tojo Una-Una, perlu dijembatani anggota legislative mampu mengakses program dibawah kewenangan Pemda Sulawesi Tengah.”
Ilmu pemerintahan yang melatari putra daerah berasal dari walea kepulauan sebagai alumni UGM Jogyakarta, adalah pointer yang mengantar dirinya pada kebirokrasi pemerintahan.
Baik menitih karir selaku PNS pada Pemerintahan Poso, dan karir itu diteruskan sebagai ASN dikabupaten Tojo Una-una, setelah menjadi daerah otonom ditahun 2003.
Beberapa jabatan penting pernah ditekuninya, sehingga akhirnya mengambil keputusan menjadi wakil bupati ketiga kabupaten Tojo Una-Una, berpasangan dengan Mohammad Lahay, SE, MM yang hingga kini masih aktif sebagai Bupati Tojo Una-Una.
Disoal kesiapannya sebagai caleg DPRD Sulawesi Tengah dari partai NasDem, jika menilik ratusan kerangka Baliho yang berada diruang besar, ruang pertemuan memicu pertanyaan tentang kesiapannya.
“Sampai hari ini saya masih menunggu hasil penetapan Daftar Caleg Tetap (DCT)” Terangnya.
Juga katanya, berkaitan dengan perubahan angka prosentase keterwakilan perempuan yang tadinya hanya 20 persen, menjadi 30 persen.
Sementara jumlah kursi untuk dapil 5 Caleg Sulawesi Tengah ada 7 kursi, sehingga yang tadinya 5 pria dan 2 wanita, berubah menjadi 4 pria dan 3 wanita, pasti salah satu caleg pria satunya akan terbuang.
Tentu hal ini kembali pada kebijakan Partai NasDem, dan saya menunggu keputusan itu sebagai orang yang diajak. Jelasnya.
Apa pertimbangan bersedia menjadi caleg Provinsi?
Menurutnya, tidak semua urusan pemerintahan dapat diselesaikan ditingkat daerah, karena dibatasi oleh kewenangan pemda provinsi, sementara hal itu bersentuhan langsung dengan kebutuhan Rakyat Tojo Una-Una.
Keterbatasan APBD Tojo Una-Una saat ini diperhadapkan dengan soal ketertinggalan kita harus mencari dana lain dari pemda Sulteng maupun pemerintah pusat.
“Saya melihat fenomen masyarakat yang memandang caleg DPRD Sulteng tidak begitu penting, siapa saja bisa.” Ujarnya prihatin.
Seharusnya kata Admin Lasimpala, masyarakat perlu keterwakilan rakyat ditingkat provinsi sangat penting.
Untuk mengakses program dalam kewenangan pemda provinsi memang ada jalur koordinasi dan komunikasi, namun lebih baik ada keterwakilan anggota Legislatif asal Tojo Una-Una yang akan mendorong semua program yang bersentuhan dengan masyarakat. Ujarnya.
Ia mencontohkan pada sektor pendidikan kewenangan kabupaten hanya pada tingkat SMP, sementara untuk SLA berada dalam kewenagan Provinsi.
Dan beberapa sektor lainnya, seperti kelautan, kehutanan diluar kewenangan pemerintah daerah Kabupaten Tojo Una-Una.
Bagi saya siapapun yang terpilih nanti tidak jadi masalah, yang menjadi soal adalah keseriusan masyarakat didalam memilih figur yang memiliki daya juang bagi daerah dan masyarakat Tojo Una-Una.serunya.
Menurutnya, caleg yang bakal menjadi anggota legislative DPRD Sulteng yang memahami kondisi daerah.
“Caleg yang akan terpilih jadi anggota legislative provinsi harus tahu persoalan di daerah yang dibawah kewenangan pemerintah provinsi. Jangan nanti dilapori baru dia tahu, nanti diinformasikan baru dia paham” Tandas Admin Lasimpa. (Sam Asiku)