JURNALPOLRISULTENG.ID – BANGGAI, Luwuk dan percepatan pembangunan dan perputaran ekonominya yang baik memicu pertumbuhan sektor rill.
Kehadiran tempat hiburan dan restoran dan hotel berkelas bintang di kota Luwuk yang memanjakan pengujung kabupaten yang dijuluki Kota Air.
Dibagian Kecamatan Luwuk Timur, ternyata ada resort destinasi wisata lokal yang mengusung Resto and Fishing, hanya sekitar 35 kilometer dari pusat kota dapat ditempuh dengan kenderaan roda empat dengan santai hanya dalam waktu 1 jam saja.

Medio Mei 2023 yang lalu, Telaga Rindu yang dikelola dr. Agussalim dr. Agussalim, SpPD bersamah isteri tercintanya Cartika Madjid diresmikan bupati Banggai Ir.H. Amirudin, MM., AIFO.
Bupati Banggai memberi apresiasi Kehadiran Telaga Rindu, dan menitipkan pesan dan harapannya, keberadaan Telaga Rindu akan berdampak pada perputaran ekonomi daerah, khususnya di Desa Hunduhon dan sekitarnya.
Amirudin berharap, Resto and Fish Telaga Rindu dapat dikelola dengan baik, sehingga keberadaannya benar-benar akan memberi nilai tersendiri bagi daerah dan masyarakat sekitarnya.
Bagi pengunjung yang pertama kali menuju Telaga Rindu tidak mengalami kesulitan. Oleh karena masyarakat desa Huduhon sudah mengetahui tujuan wisata kuliner dan pemancingan ikan itu.
Restoran berada di ujung Desa Hunduhon, sekitar 250 meter sebelum pemukiman warga desa Huduhon jika berkenderaan dari arah luwuk.
Meskipun areal itu masuk diperkebunan sekitar 100 meter dari jalan provinsi, masyarakat dapat menunjukan arah, jika baru pertama kali ke Telaga Rindu.
Telaga Rindu adalah destinasi wisata kuliner, bertopik Restoran dan Fishing , tampil memukau perpaduan alam dan Kolaborasi design.
Pengabungan konsep restoran, tidak seperti rumah makan yang berada diruang tertutup, namun penataannya terbuka untuk memanjakan pengunjung saat berada ditempat itu. Alam lingkungan yang menghijau, asri yang tertata baik.
Kaloborasi arsitektur minimalis moderan dengan penataan gazebo bernuansa jepang pengunjung lebih leluasa bersinergi dengan alam yang melatari Kawasan itu.
Restoran yang terdiri sejumlah gazebo kayu yang terpisah, berdiri angun diatas atas kolam tempat ikan bercumbu. 
Bangunan yang terpisah dihubungkan jalan kecil (footpath) dari adonan semen, dan sebagian melewati jembatan kayu jalan cepat menuju bangunan ditengah kolam.
Bagi fotografer pemburu fanaroma indah yang berkarakter, jembatan kayu diatas kolam bernilai estetika, patut diabadikan.
Namun mekipun Telaga Rindu memiliki konsep terbuka, tak mengabaikan design minimalis medern seperti loby kedatangan yang menyatu dengan ruang kasir menjadi simple. (Sam Asiku)