Peristiwa

Himbauan AJI PALU Karya Jurnalistik “Taat Asas, Menghormati Etika dan Bertanggungjawab”

279
×

Himbauan AJI PALU Karya Jurnalistik “Taat Asas, Menghormati Etika dan Bertanggungjawab”

Sebarkan artikel ini

U R G E N T..!!!

INI sebernarnya selalu disampaikan berulang. Tak hanya oleh AJI Palu.

Semua organisasi jurnalis, selalu mengingatkan bahkan mendesak anggotanya memperhatikan etika liputan kasus kejahatan yang pelaku dan korbannya melibatkan anak di bawah umur.

Pada dua hari terakhir, publik Sulteng disajikan dengan aksi pembunuhan anak di bawah umur yang terjadi di Palu Barat.

Korban meninggal sudah diidentifikasi. Dimakamkan siang tadi. Aparat Polisi pun sudah meringkus pelakunya. Seorang anak berusia 16 tahun.

Kecerobohan jurnalis melakukan liputan anak yang mengabaikan etika masih terus terjadi. AJI Palu mendapatkan keluhan dari masyarakat dengan mendapatkan kiriman link berita maupun screenshot, gambar wajah pelaku yang tidak disamarkan.

Padahal seharusnya, media/wartawan harus mengindahkan etika peliputan anak dimana identitas korban dan pelaku harus disamarkan.

Baik gambar wajah, alamat, nama orang tua dan lain-lain yang merujuk pada identitas inti korban. Pertimbangannya, anak-anak itu masih mempunyai masa depan yang panjang.

Mencantumkan identitas secara rinci akan mengakibatkan trauma yang panjang pada masa depannya.

Larangan itu disebut dalam kode etik:

”Jurnalis menjaga kerahasiaan sumber informasi konfidensial, identitas korban kejahatan seksual dan pelaku serta korban tindak pidana di bawah umur,”

Kami melakukan tracking, terhadap media online yang tidak mengindahkan kaidah liputan anak. Sebagian besar media telah menjalankannya dengan baik. Namun masih ada media yang abai. Olehnya tetap harus diingatkan.

Jika alasan mencantumkan wajah pelaku, hanya karena foto tersebut sudah beredar di media sosial, alasan itu pun tidak bisa dibenarkan.

Kesalahan fatal di media sosial tidak lantas menjadi tindakan pembenar bagi jurnalis ikut mengamplikasi maupun mencantumkan wajah pelaku.

Atas dasar itu, AJI Palu berharap media arus utama menyampaikan karya jurnalistik yang taat asas, menghormati etika dan bertanggungjawab.

Tidak semata-mata mengejar keterbacaan atau klik bait.

Pembeda media sosial dan media profesional, salah satunya terletak pada sejauhmana penghormatan kita pada etika. Terima kasih.

 

Palu, Kamis 2 November 2023
Hamdi Anwar
Divisi Gender & Kelompok Marjinal, AJI Palu