JURNALPOLRISULTENG.ID – TOUNA, Minggu 19 Nopember 2023 berbincang dengan Rinaldi warga kelurahan Dondo Kecamatan Ratolindo Kabupaten Tojo Una-Una, yang memulakan usaha dan bisnisnya dengan satu unit motor, saat ini sudah bisa membangun usaha show room yang diberi brand “IRBHA Motor”.

Akrab dengan laut
Inal sapaan para sahabatnya adalah Alumni Universitas Muslim Indonesia Makasar, nampak sederhana dalam penampilan, penyandang Sarjana Ilmu Kelautan (S.Kel) menuturkan, merintis usaha secara perlahan sederhana diusianya yang masaih tergolong muda, adalah bentuk kemandirian, sehingga hingga dapat melebarkan bisnis relevan, dengan membuka usaha bengkel motor.

Ruang jelajah pertahankan komitmen
Bahkan dari usaha itu ia membangun bisnis dengan masyarakat hanya dengan modal kepercayaan, mendorong pemberdayaan ekonomi pada masyarakat. “Sekecil apapun saya akan lakukan” Ucapnya.
mengucurkan Kredit motor bentor tanpa uang muka dengan angsuran yang tidak merobek hasil kerja, dapat menghidupkan puluhan mitra bisnisnya. “ Bagi saya bisnis itu adalah kepercayaan, bukan barang ataupun uang” Ujarnya

Kenapa hal itu saya lakukan, karena saya merasakan mempertahankan komitmen itu sangat menguntungkan dan memberi peluang melalui bisnis kecil-kecilan yang saya geluti.paparnya.

Kemitraan itu yang membawah kehidupan saya, dapat mengunjungi beberapa negara seperti Korea, Thailan, Malaysia dan Singapura serta beberapa daerah di Indonesia, hanya dalam rangka memperkokoh ikatan Kepercayaan itu.
Sejak kecil saya ditempa dengan pola hidup sederhana, didikan disiplin dari orang tua yang selalu menanamkan kejujuran. “bahwa ternyata menjaga kepercayaan dan mengurangi bicara itu, adalah modal besar”.Ungkapnya.

Santai diwaktu luang
Saya memberi bantuan kepada teman-teman untuk modal usaha, agar usaha itu bisa berkesinambungan. “Memberi pancing dan umpan lebih baik dari pada memberi ikan.”Ujarnya berkiat.
Perbicangan ini makin menarik sambil menelisik tentang lintasan rasa dibalik ingatan dan pikirannya, sejauh mana opsesi nya untuk menciptakan lingkup hidupnya dengan konsep kemasalahatan kepada masyarakat, yang dalam binaan bisnisnya. “Saya hanya butuh ruang dan kepercayaan” tandasnya sederhana. (Sam Asiku)