Nasional

Menteri Basuki : Tata kelola air yang baik menjadi dasar pengembangan kota yang berkelanjutan

432
×

Menteri Basuki : Tata kelola air yang baik menjadi dasar pengembangan kota yang berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
JURNALPOLRISULTENG.ID – JAKARTA, Dalam perencanaan kota harus memiliki kemampuan untuk mengelola air (water management) dengan baik, sehingga dapat menyusun regulasi yang tepat dan solutif.

Salah satu konsep sebagai solusi pengelolaan air perkotaan adalah water sensitive city (WSC) yang melibatkan integrasi desain kota, infrastruktur, dan kebijakan untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang responsif terhadap perubahan iklim, melindungi sumber daya air, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Demikian yang disampaikan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada Seminar Nasional dengan tema “Mewujudkan Kota Ramah Air: Tantangan Dan Peluang Perencanaan Infrastruktur Wilayah di Auditorium Kementerian PUPR, Senin (11/12/2023).

Seminar ini bertujuan untuk menyusun rekomendasi dan memunculkan gagasan pengelolaan air pada kawasan perkotaan.

Acara ini sekaligus dalam rangka mensosialisasikan pertemuan 10th World Water Forum 2024 di Bali.

“Water sensitive city tidak hanya tentang pengendalian banjir dan penyediaan air bersih, tetapi juga tentang peningkatan kenyamanan.

Kita mengenal namanya liveable city, sustainable city, lovable city, semuanya pasti dasarnya adalah air. Kalau orang mau hidup nyaman, pasti harus ada air,” kata Menteri Basuki.

Kota Ramah Air memiliki beberapa feature utama untuk mengatasi 3 tantangan, yakni terkait kelangkaan air, kelebihan air (banjir), dan kualitas air/lingkungan.

Kementerian PUPR membangun stasiun pompa air Ancol Sentiong sebagai salah satu infrastruktur pengendali banjir di wilayah Jakarta bagian utara.

“Stasiun Pompa Air Ancol Sentiong juga dekat dengan konsep water sensitf city, dimana kita bisa mengendalikan banjir dan sekaligus menyuplai air, tetapi juga untuk membersihkan lingkungan,” kata Menteri Basuki.

Kegiatan seminar ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang Kota Ramah Air, meningkatkan pemahaman tentang infrastruktur pendukung Kota Ramah Air, berbagi informasi mengenai tantangan dan peluang dalam memasukan aspek ramah air dalam perencanaan, serta meningkatkan kerja sama dalam perwujudan Kota Ramah Air di lingkup Kementerian PUPR. Sumber Kementerian PUPR RI (Sam Asiku)