KABUPATEN TOJO UNA-UNA

Urgensi Aksesibilitas dan konektifitas Kunjungan wisatawan ke Tojo Una-Una 

393
×

Urgensi Aksesibilitas dan konektifitas Kunjungan wisatawan ke Tojo Una-Una 

Sebarkan artikel ini

Moh Arsad : Dinas Parawisata Tojo Una-Una Butuh Kolaborasi  OPD di internal pemda.

JURNALPOLRISULTENG.ID – TOUNA, Kendati dengan anggaran terbatas, Dinas pariwisata dan kebuayaan kabupaten Tojo Una-Una,  berusaha memaksimalkan anggaran yang tersedia, dalam melaksanakan program  pengembangan pariwisata pasca pandemi covid 19.
Hal itu terungkap semalam, selama 2 jam bersama  Kadis Parawisata dan kebudayaan Tojo Una-Una M. Arsyad, SE, M.Si  (1/1/2024) di cafe Tanambi jalan Tg Kramat, kelurahan Dondo Kecamatan Ratolindo.

Menurut destinasi wisata Kepulauan Togean, memiliki banyak kelebihan dan keunikan, namun untuk mengenjot potensi yang ada,  itu butuh kerja sama antar OPD di internal pemda untuk memenuhi visi misi pemerintah daerah, dimana parawisata adalah sektor unggulan.

Menjadi penentu adalah   perencanaan yang matang untuk meningkatkan infrakstruktur penujang termasuk pemberdayaan masyarakat dan lingkungannya dan banyak hal, agar  masyarakat dapat menikmati dampak kunjungan dari sisi pemberdayaan ekonomi.

Menarik dan penting dalam  mengupayakan dan mendorong sektor parawisata yang mengarah pada ekowisata, dan berkerlanjutan sebagai ruh dalam program pembangunan daerah. Jika menilik visi dan misi pemerintah daerah Kabupaten Tojo Una-Una, tentang parawisata menjadi sektor unggulan.

Data yang diperoleh media ini,  data dan informasi yang terpublikasi tentang kabupaten Tojo Una-Una dalam angka tahun 2023,  Bps Tojo Una-Una Jenis objek wisata Pantai 34 Tempat, Permandian – 7 Tempat  air terjun 5 Tempat , hutan = 7 kawasan Gunung Api 4 tempat dan agrowisata 1 kawasan.

Sejatinya keragaman flora dan fauna , biota laut, budaya dan kekayaan alam yang dimiliki daerah ini, sehingga disebut jantung segitiga karang dunia (The heart Of Coral Triangle) bahkan menurutnya, tercatat 363 spesis tumbuhan melengkapi keragaman Tojo Una-Una yang tercatat di UNINESCO NATIONAL EDUKATIONAL SCEINTIFIC AND CULTUR ORAGANIZATION adalah Organisasi Pendidikan, keilmuan dan kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Sehingga Tojo Una-Una menjadi destinasi ekowisata atau ekoturisme yang merupakan salah satu kegiatan yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.

Menurut Kadis, potensi sumber daya  alam yang menjadi daya dorong sektor parawisata, dalam meningkatkan pendapatan daerah, menjadi perhatian daerah lain, “Tahun 2022 yang lalu dua kabupaten yang datang Tojo Una-Una melakukan study banding di sektor pariwisata.” Ungkapnya.

Moh Arsyad optimis kedepan peningkatan  jumlah kunjungan lebih besar, namun hal penting dan di butuhkan adalah kolaborasi dari semua pihak, baik itu antar OPD di internal pemda,  juga  di butuhkan kerjasama degan pemerintah propinsi dan pusat serta organisasi non pemerintah yang konsen terhadap pariwisata serta akademisi, media dan pelaku-pelaku usaha pariwisata. Jelasnya.

Dikatakannya, dua tahun terakhir trend kunjungan wisatawan ke Tojo Una-Una baik wisman dan wisnus mengalami peningkatan yg cukup baik dimana pada th 2022 kunjungan Mancanegara 1.742 Nusantara 25.248.

Data yang dirilis Dinas parawisata Kabupaten Tojo,  tentang jumlah  kunjungan akhir  tahun 2023 meningkat menjadi, kunjungan Mancanegara 4.205 Nusantara/domestik   26.6438

Penekanan Moh Arsyad, jumlah kunjungan tahun 2023 masih sangat kecil, jika permasalahan aksesibilitas dan konektifitas bisa teratasi dgn baik,  terutama jika jalur penerbangan  aktif membuka akses terutama jalur Palu dan Makasar. Sebab menurutnya, keluhan kedatangan wisatawan ke Tojo Una-Una butuh waktu berjam-jam, sehingga hal ini menjadi salah satu faktor yang perlu didorang serta  mendapatkan perhatian khusus.” Tandas Moh Arsyad. (Sam Asiku)