JURNALPOLRISULTENG.ID – AMPANA, Transformasi demokrasi melalui sistim pemilihan umum diharapkan kontestasi 5 tahunan dapat memberi jawaban untuk sebuah kemajuan daerah.
Meskipun politik tidak memiliki wujud, seharusnya dengan putaran waktu yang sudah cukup panjang dapat melahirkan politisi yang berkarakter mengawal ruh demokrasi dari rakyat untuk rakyat.
Kontestasi primitif dan tradisional sudah harus ditinggalkan yang menganut sistim kekuasaan, sehingga politik belah bambu atau jebakan sarang laba-laba itu bukan lagi gaya yang elegan, selain kecerdasan mendapatkan pigur ideal yang benar-benar menjadi kebutuhan dan mampu membawah perubahan.
Pilkada Tojo Una-Una sebentar lagi masuk tahapannya, seiring bermunculan prediksi siap saja yang akan tampil mengisi bursa pasangan Kandidat Bupati dan wakil bupati masa bhakti 2025-2029.

Sejak media April 2024, baru satu kandidat memastikan diri maju pada pilkada lewat jalur independen, adalah Samsurijal Labatjo yang selama ini eksis didunia usaha.

Sementara Partai Golkar yang diketui Ilham Lawidu, SH yang berhasil meraih 20 persen dari kursi DPRD Tojo Una-Una, belum memberi signal, siapa kandidat pasangan bupati dan wakil bupati yang didorong Partai Berlambang beringin itu. Informasi yang beredar banyak politisi yang berminat diusung Partai Golkar atau berpasangan dengan Ilham Lawidu yang saat ini masih menjabat Wakil Bupati Tojo Una-Una.

Foto Istimewa
Wacana yang mengemuka Imam Kurniawan Lahay, SE (IKL) politisi muda dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang berhasil mendulang suara pada Pilig 2024 dikabarkan akan bertarung, namun kepastian itu masih membutuhkan dukungan partai lain, dimana PPP hanya memperoleh 16 persen atau hanya 4 kursi PPP pada pileg 2024.
Meskipun jumlah suara PPP melampau partai Golkar sebagai pemenang Pileg Tojo Una-Una.
Kekuatan IKL tidak bisa disepelekan, mengingat dilatari politisi senior Mohammad Lahay, SE, MM yang masih menghantui para lawan politiknya, dengan kepiyawainya sebagai pemain pilkada dengan memenangkan dua kali Pilkada Tojo Una-Una dua priode berturut-turut dan masih menjabat sebagai bupati hingga tahun 2025.
Juga aksi spektakuler adalah kemampuannya dapat mengiring Fitri putri sulungnya memenangkan Pileg Tojo Una-Una 2024 dengan suara yang banyak namun harus puas masih masuk dalam unsur ketua dewan dengan posisi wakil ketua 1 di DPRD Tojo Una-Una.
Tidak hanya itu, kesenior ayahanda IKL Putra keduanya adalah mantan anggota DPRD Provinsi Sulteng dari Partai NasDem, dibawah bendera PPP masih meraih kursi yang ditinggalkannya di DPRD Sulteng.
Kabar lain dari PDIP, telah membuka pendaftaran dukungan PDI-P pada pilkada 2024, dan sudah 3 calon yang mendaftarkan diri, Ir. H. Rendy Lamadjido, Dr. Sovianur Kura Si, SE, M.Si dan Salim Muhaimin, S.Pd, M.Si

Foto Istimewa
Rendy Lamadjido politisi PDI-P pernah berjaya disenayan, pada posisi sebagai anggota DPR-RI mengantarnya dinobatkan sebegai politisi yang berlebel senior itu, nyaris memenangkan pilkada 2019 saat berpasangan dengan Drs. Hasan Lasiata.

Foto Istimewa
Pendaftar lainnya, Dr. Sovianur Kura Si, SE, M.Si adalah sekda Tojo Una-Una yang telah melayangkan surat permohon pengunduran diri dari ASN dengan 3 pertimbangan, juga akan berlaga pada pilkada Tojo Una-Una nanti, diidolakan karena memiliki banyak simpatisan.
Kabar sementara Partai NasDem memberi lampu hijau HJ.Oya sapapan Sekda dipasangkan dengan Rizal Panjili anggota DPRD Tojo Una-Una terpilih dari barisan caleg PPP didapil II wilayah kepualauan.

Foto Istimewa
Pendaftar ketiga adalah Salim Muhaimin, S.Pd, M.Si anak rantau yang mencapai jabatan eselon dua sebagai kadis Dikpora dipemda Pesisir Selatan Provinsi Sumatra Barat, hingga berita ini naik tayang, belum dipastikan apakah telah mengundurkan diri, dengan niatannya mengadu kekuatan pada Pilkada Tojo Una-Una 2024, Namun nama ini sudah mulai banyak disebut kalangan politisi.
Dinamika Politik menjelang kontestasi pilkada Tojo Una-Una semakin menarik animo masyarakat untuk mengetahui siapa saja yang akan berkompetisi.
Sedang kondisi saat ini, para politisi masih disibukkan dengan persoalan koaliasi partai untuk mendapatkan kata mufakat dan akan berkoraborasi mengusung calon Bupati dan Wakil bupati yang direkomendasikan atas persetujuan bersama.
Koaliasi itu adalah tiket mahal membuat banyak loket partai politik dibuka menampung pendaftaran para bakal calon bupati dan wakil bupati.
Tentu tak lepas dari ketentuan dan mahar selain bargaening posisi calon bupati atau wakil bupati.
Diketahui partai politik pemenangan pada pemilu 2024 khususnya dikabupaten Tojo Una-Una, sangat terbatas apakah ini adalah indikasi penawar tinggi akan mendapat dukungan, ataukah ada kekuatan yang tak terduga justru memborong semua partai untuk memperkecil kuantitas para petarung?
Namun yang jelas siapa para balon bupati dan wakil bupati Tojo Una-Una yang bakal maju pada pilkada akan terpampang jelas, saat penyelenggara menetapkan dengan resmi para pasangan kandidat.
Banyak prediksi yang bersilewiran, pemilihan bupati selain menyiapkan bugdet yang tak sedikit, juga akan disemarakan dengan banyak uang. Kendati demikian banyak peminat untuk menjejaki diri masuk pada arena tarungan Pilkada Tojo Una-Una tahun 2024.
Kontestasi bergantung pada Politik transaksional bukan hal yang elok dimainkan, dan banyak ditentang setelah bercermin pada kontestasi sebelumnya, simpul kekuatan masyarakat menuntut Pilkada Tojo Una-Una 2024, harus mengedepankan pemilihan pemimpin yang benar-benar lahir dari kandungan aspirasi masyarakat, yang bertumpuh pada harapan, sehingga pasangan nanti yang terpilih nanti, memiliki komitmennya pada kemajuan daerah Tojo Una.
Tentu harapan itu sangat berpengaruh positif pada kemasalahatan masyarakat Tojo Una-Una yang sejehtera, untuk melejit melampaui daerah lainnya.
Keyakinan ini, ditunjang potensi SDA menungu sang mastro yang dapat memenej dengan baik dengan program yang berkeadilan. (Sam Asiku).