PEMDA TOJO UNA-UNA

Pemda Tojo Una-Una gelar Rapat koordinasi tim percepatan penurunan stunting 2024

428
×

Pemda Tojo Una-Una gelar Rapat koordinasi tim percepatan penurunan stunting 2024

Sebarkan artikel ini
JURNALPOLRISULTENG.ID -AMPANA, Bertempat diruang rapat kantor Bapperida Kabupaten Tojo Una-Una digelar rapat koordinasi tim percepatan penurunan stunting kabupaten tojo una-una tahun 2024. Rabu, 17/07/2024.

Bupati Tojo Una-Una Mohammad Lahay, SE, MM melalui sambutan tertulisnya  yang dibacakan asiten II  H. Nawatsara  Panjili SE, M.Si.

Hadir pada kegiatan itu, Unsur forum koordinasi pimpinan daerah kabupaten tojo una una, Kepala perangkat daerah bersama para camat se- kabupaten tojo una-una yang sempat hadir, Tim percepatan penurunan stunting kabupaten  Tojo Una-Una dan Undangan lainnya.

pada sambutanya Bupati  menyampaikan apresiasi serta penghargaan setinggi-tingginya atas dilaksanakannya kegiatan rakor tim percepatan penurunan stunting. “kegiatan ini sangat penting dalam upaya kita bersama untuk menurunkan angka stunting di kabupaten Tojo Una-Una.” Ujar bupati memberi dukungannya,

selaku pimpinan daerah saya memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak (stakeholder terkait) yang telah bekerja keras dalam upaya penanganan stunting.

“Berkat kerja keras dan kerjasama kita semua, kita telah berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan.”

Pencapaian itu kata bupati, telah  mendapat perhatian dari pemerintah pusat yang telah mengapresiasi kinerja Pemda Tojo Una-Una,  dalam menurunkan angka stunting yaitu, penghargaan insentif fiskal kinerja tahun berjalan dari menteri keuangan dan menteri dalam negeri untuk kategori kinerja penurunan stunting.”Hal ini merupakan motivasi bagi kita semua untuk terus bekerja keras dan melakukan yang terbaik demi masa depan anak-anak kita.Ujar bupati memberi dorongan.

Pada sambutnnya, bipati menyebut, Stunting merupakan masalah serius yang dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Oleh karena itu, penanganan stunting harus dihadapi dan ditanggulangi secara terpadu dan terintegrasi melalui kolaborasi semua pihak, pemerintah, pengusaha swasta, tokoh agama, tokoh masyarakat dan yang paling berperan adalah dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat sebagai individu atau pribadi, dengan membangun ketahanan keluarga secara utuh di berbagai bidang, baik bidang kesehatan, bidang ekonomi, pendidikan anak maupun kebahagiaan keluarga, mulai dari penanganan gizi, kualitas sanitasi, kualitas lingkungan, akses pendidikan, kesehatan sampai juga terjaganya sumber-sumber pendapatan.

Bupati mengurai, prevalensi stunting berdasarkan survei kesehatan indonesia (SKI) turun dari 31,3 % pada tahun 2022 menjadi 21,3 %  pada tahun 2023.

Selanjutnya trend penurunan stunting tahun 2020 – 2023 berdasarkan aplikasi elektronik-pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-ppgbm), turun dari 17,26 % pada tahun 2022 menjadi 10,16 %  pada tahun 2023.

Prestasi ini hendaknya perlu kita jaga dengan meningkatkan layanan pada sasaran sehingga pada tahun depan angka stunting akan terus menurun.”Tandas Bupati

Dipenghujung sambupatnnya, bupati menekankan,  “melalui rapat koordinasi kita kali ini, saya berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang konstruktif dan implementatif, yang dapat kita terapkan dalam program-program penanganan stunting ke depan. Mari kita terus perkuat koordinasi dan kolaborasi antar berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, untuk mewujudkan daerah kita yang bebas stunting.” Tandas Bupati  (Sam Asiku)