BeritaPEMDA TOJO UNA-UNA

Kemenag Tojo Una-Una gelar FGD lintas sektoral untuk penguatan moderasi beragama di Kabupaten Tojo Una-Una

987
×

Kemenag Tojo Una-Una gelar FGD lintas sektoral untuk penguatan moderasi beragama di Kabupaten Tojo Una-Una

Sebarkan artikel ini

Bupati : Implementasi moderasi beragama mengisyaratkan umat beragama untuk cenderung tidak menutup diri, melainkan harus terbuka, melebur, adaptif, serta selalu belajar dari setiap situasi dan kondisi dengan berlandaskan ajaran masing-masing agama.

JURNALPOLRISULTENG.ID – AMPANA, Bupati Tojo Una-Una Mohammad Lahay, SE, MM diwakili Asisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Tojo Una-Una bapak Alfian Matajen, S.Pd., M.A.P, membuka kegiatan   focus group discusion (FGD) lintas sektoral untuk Penguatan moderasi beragama di kabupaten Tojo Una-Una, di Aula Hotel Ananda Jumat 2/07/2024.

Kegiatan itu dihadiri Kapolres Tojo Una-Una yang diwakili Kasad Bimas AKP, Ngatimin  kepala kantor kementerian Agama Toj Una-Una HM. Saharudin, S. Ag, MM dan beberapa pimpinan OPD dan pengurus  serta menghadirkan forum lintas umat beragama Tojo Una-Una, serta undangan lainnya.

Bupati pada sambutan tertulisnya yang disampaikan Asisten 1 setdakab Tojo Una-Una, mengapresiasi dan memberi dukungannya atas pelaksanaan kegiatan yang digelar Kantor Kementerian Agama Tojo Una-Una.

Dikatakan bupati, kita ketahui bersama bangsa Indonesia adalah masyarakat beragam budaya dengan sifat kemajemukannya.

Keragaman mencakup perbedaan budaya, agama, ras, bahasa, suku, tradisi dan sebagainya. Meskipun bukan negara agama, tetapi masyarakat lekat dengan kehidupan beragama dan kemerdekaan beragama yang dijamin oleh konstitusi.

Sila pertama pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esa” menunjukkan bahwa sistem negara ini berdasarkan pada prinsip, ajaran, dan tata nilai agama-agama yang ada di indonesia.” Urai Bupati.

Moderasi beragama menurut bupati, merupakan perekat antara semangat beragama dan komitmen berbangsa. Sehingga moderasi beragama sebagai benteng dari paham-paham ekstrem dibutuhkan strategi komunikasi yang tepat.

Bahkan dalam kehidupan beragama, moderasi harus menempatkan agama sebagai ajaran yang positif dan memiliki fungsi penting dalam kehidupan keIndonesiaan.

Hal itu didasarkan pada argumen kuat bahwa indonesia tidak dapat lepas dari agama yang membentuk karakter orang Indonesia menjadi masyarakat religi.

Implementasi moderasi beragama kata bupati, mengisyaratkan umat beragama untuk cenderung tidak menutup diri, melainkan harus terbuka, melebur, adaptif, serta selalu belajar dari setiap situasi dan kondisi dengan berlandaskan ajaran masing-masing agama.

Dengan demikian ditegaskan bupati,  moderasi beragama akan menuntut umat beragama untuk tidak bersikap ekstrem dan terlalu berlebihan dalam menghadapi keberagaman, termasuk perbedaan agama dan budaya, melainkan harus bersikap adil dan menjaga keseimbangan dalam bersikap sehingga dapat menghasilkan kehidupan harmonis yang memiliki kualitas yang tinggi.” Himbau bupati.

Bupati memberi dorongan kuat, betapa pentingnya prinsip moderasi dalam beragama, sehingga bupati berharap melalui focus group discusion (FGD)  ini, dapat menjadi wadah yang baik dan ter-integrasi, untuk bisa bersinergi dengan dinas/instansi dan stakeholder terkait dalam mewujudkan moderasi beragama agar kerukunan umat benar-benar terjaga.

Bupati minta, kepada  semua peserta yang hadir agar dapat memberikan konfirmasi, masukan ataupun klarifikasi terhadap isu-isu strategis dalam upaya mewujudkan kerukunan beragama di kabupaten Tojo Una-Una.Tandas Asisten 1 mengakhiri sambutan bupati.

Ketua kerukunan Umat Beraga Kabupaten Tojo Una-Una (KUB) Drs. H. Syaiful Laborahima dalam pernyataannya, sangat merespon kegiatan yang digagas Kantor Kementerian Agama dalam rangka menyatukan presepsi.

Pelaksanaan PFD mempertegas tugas-tugas antar lintas agama bukan semata tugas KUB namun menjadi tugas bersama,  dengan hadirnya seluruh steakholder yang dipimpin oleh bupati Tojo Una-Una.

“Insya Allah kedepan program KUB akan lebih baik lagi, dalam rangka moderasi sesuai dengan amanat Peraturasn Presiden  nomor 58 tahun 2003.”Ujar Syaiful Optimis.

Kakankemeng Tojo Una-Una mengungapkan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah dan seluruh OPD sehingga kegiatan FGD ini berjalan dengan baik dan dinilai sukses. Hal ini ditandai  dengan banyaknya masukan dari peserta kegiatan.”Tandas Kakankemenag Tojo Una-Una.

Sementara inti harapan asisten 1, dalam arahannya minta agar memperjelas maksud dan tujuan dari moderasi beragama, sehingga mudah dipahami, sehingga pada tahapan implementasi akan  berjalan sesuai harapan tidak  terjadi multi tafsir.  Akhir Asisten 1 (Sam Asiku)