JPSULTENG, Kolonodale – Isu serangan fajar menjelang pencoblosan pilkada Kabupaten Morowali Utara pada 27 November mendatang, menjadi pembicaraan hangat di tengah masyarakat.
Serangan fajar merupakan istilah membagi-bagikan uang dengan tujuan membeli suara kepada calon pemilih. Namun saat ini tidak selalu diberikan pada subuh atau pagi hari tapi bisa saja pada pagi, siang atau malam.
Dalam kampanye pasangan Delis-Djira di Desa Togo Mulya, Kecamatan Petasia Barat, Kabupaten Morowali Utara, Jumat sore (18/10/2024), calon bupati petahana (sedang menjabat) tersebut mendapatkan komitmen dari warga bahwa warga tidak akan tergoda dengan uang serangan fajar untuk membeli suara.
“Kami tidak tergoda dengan serangan fajar untuk membeli suara kami pak. Tidak ada artinya uang 200-300 ribu dibandingkan program kesehatan gratis, pemberian beasiswa siswa, dan lainnya,” jawab seorang ibu, ketika Dokter Delis menanyakan besar mana manfaat uang serangan fajar dengan berbagai program Delis-Djira pada periode pertama.
Pada saat itu, Delis juga menguraikan pekerjaan jalan poros dari Tiu-Togo Mulya-Peilia-Korongkama hingga Ululaa yang kini sedang dikerjakan dengan anggaran sebesar Rp 4 milyar.
Permukaan jalan itu ditinggikan dengan cor beton kiri-kanan agar jika musim banjir tiba, jalan poros itu tetap bisa digunakan.
“Tahun depan akan ditambah lagi anggarannya agar jalan ini bisa mulus hingga di Desa Ululaa.l,” jelasnya, disambut tepuk tangan peserta kampanye.
Dalam kampanye di Desa Togo itu, Dokter Delis didampingi pimpinan koalisi parpol pendukung Delis-Djira.
Pasangan Delis-Djira saat ini sedang menjalani cuti kampanye. Pada tanggal 25 November keduanya akan aktif kembali sebagai Bupati dan Wakil Bupati Morut. (Ale/Ryo)






