PEMDA TOJO UNA-UNA

Harapan Era Presiden RI Prabowo Terhadap Pengembangan Sektor Pariwisata

1002
×

Harapan Era Presiden RI Prabowo Terhadap Pengembangan Sektor Pariwisata

Sebarkan artikel ini

Muh. Arsad, SE, M.Si : Kita akan menyelesaikan masalah yang secara tidak langsung bersentuhan dengan Dinas Pariwisata tapi sangat berdampak terhadap kemajuan pariwisata.

JURNALPOLRISULTENG.ID- AMPANA, Seperti diungkap kepala dinas Parawisata Tojo Una-Una Muh. Arsyad, SE, M.Si, diruang kerjanya, pasca dilantiknya Presiden RI ke 8  Prabowo, merupakan titik harapan baru bagi dunia keparawisataan di Indonesia. Senin 21 Oktober 2024.

Harapan itu setelah ia mencermati ekspektasi yang diharapkan oleh presiden melalui  pidato politik pertamanya. Pidato yang mengambarkan  bahwa Indonesia ke depan harus semakin baik dan maju.

“Saya berharap sebagai orang pariwisata di daerah, dengan dilantiknya menteri  Pariwisata yang baru Widyani Intan Wardana,  ke depan pemerintah pusat akan terus membangun kerjasama dan kolaborasi, dalam meningkatkan keparawisataan di Indonesia, yang erat kaitannya tentang sinergi antara pemerintah pusat pemerintah provinsi maupun dengan pemerintah daerah di tingkat kabupaten.

Hal  itu penting karena ada hal-hal yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat yang dapat mendorong kita lebih bersinergi dengan baik.

Misalnya satu contoh berkaitan dengan rencana pengembangan pariwisata nasional, erat kaitannya dengan dokumen perencanaan yang mengamanatkan pengembangan pariwisata di daerah-daerah.

Termasuk tindak lanjut dari pemerintah dalam program maupun penganggaran dari pemerintah pusat supaya kita bisa melakukan Program pariwisata yang ada di daerah itu bisa bisa lebih baik ke depan dan berjalan dengan baik.

Ia mencontohkan belum lama ini,  menerima kunjungan tim penilai desa wisata Desa Labuan, Kecamatan Ratolindo Tojo Una-Una yang  masuk dalam predikat 50 terbaik se-Indonesia dari 6016 desa wisata diseluruh Indonesia.

Merupakan moment, dimana desa-desa wisata yang ada di daerah menjadi perhatian yang lebih lagi dari pemerintah pusat, dalam melaksanakan tanggung jawab pusat untuk daerah menjadi desa yang mandiri ke depan.

Dikatakan kadis parawisata Tojo Una-Una, membutuhkan dukungan pemerintah pusat seperti kemarin adanya event Togean Half  Maraton, atas kerja sama antara pemerintah daerah dan dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif serta okeoce celebes Ia mengharapkan agenda bertaraf nasional tersebut dapat dilaksanakan 2 tahun sekali, karena memberi dampak positif dan pengaruh besar terhadap daerah dan masyarakat  jika melihat dari sisi ekonomi.

Ia memaparkan, saat pelaksanaan jumlah kunjungan dari berbagai daerah mencapai 1500 orang sampai 2000 orang peserta dan sebagian peserta hadir bersama keluarga.

Kedatangan para peserta event tersebut dari luar daerah, mengakibatkan semua hotel dan homestay penuh, bahkan rumah makan warkop terisi full,

jika ini terjadi setiap tahun itu akan lebih baik lagi, dengan jumlah peserta tersebut jika satu orang membawa uang 2 – 3 juta rupiah kita kali dengan 2000 orang itu sudah berapa besar uang yang beredar di daerah selama event dihelat.

Peluang ini menjadi tantangan, bagaimana daerah menciptakan sesuatu yang bisa menarik uang, dengan cara menyiapkan  tempat dan layan yang baik sebagai service.

Ketika ditanyakan soal program dan konsep dinas parawisata yang dipimpinnya, yang menjadi prioritas kita harus segera menyelesaikan persoalan-persoalan yang masih terganjal. “Masalah yang  tidak bersentuhan langsung dengan Dinas Pariwisata tapi sangat berdampak terhadap pariwisata” Ujarnya.

Ia mencontohkan, akses dan konektivitasnya persoalan listrik air bersih dari komunikasi deskripsi lainnya penunjang, keamanan dan kenyamanan wisatawan menjadi penting ini perlu kita selesaikan.Tandasnya. (Sam Asiku)