JPSULTENG, BANGGAI – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Banggai menerima kunjungan kerja dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rabu 23 Oktober 2024.
Kunjungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Field Study terkait Desa Remote dan Desa Iklim, dengan tujuan untuk memverifikasi kondisi desa-desa yang nantinya akan menjadi dasar kebijakan penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025.
Kabupaten Banggai terpilih sebagai salah satu dari enam kabupaten di Indonesia yang menjadi locus piloting program kerjasama antara pemerintah daerah (Pemda) dan desa dalam pengelolaan Dana Desa serta penanganan isu perubahan iklim.
Kepala Dinas DPMD Kabupaten Banggai, Hasan Baswan,, menyampaikan bahwa kunjungan ini menindaklanjuti Surat Direktur Dana Desa, Insentif, Otonomi Khusus, dan Keistimewaan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI Nomor S-65/PK.4/2024 tanggal 4 Oktober 2024, terkait rencana Field Study di desa-desa remote dan desa iklim.
“Kunjungan lapangan ini merupakan bagian penting untuk memastikan bahwa desa-desa yang dipilih memiliki karakteristik yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan, sehingga kebijakan Dana Desa 2025 dapat disusun berdasarkan kondisi nyata di lapangan,” ujar Hasan Baswan.
Tujuan utama dari kunjungan ini adalah yakni, melakukan konfirmasi lapangan terkait kondisi dan potensi desa-desa yang akan menjadi dasar kebijakan penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 dan Menilai desa-desa yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu, seperti:
Desa yang mewakili sektor wisata, pertanian, perkebunan, pesisir, pertambangan, dan/atau daerah rawan bencana.
Desa yang dapat diakses melalui jalur darat dari bandara komersial terdekat.
Desa yang memiliki skor Indeks Hazard (bahaya) dan Indeks Risiko Iklim Desa (IRID) yang tinggi.
Desa yang akan dikunjungi selama Field Study ini meliputi: Desa Longkoga Timur, Kecamatan Bualemo, Desa Nipa Kalemoan, Kecamatan Bualemo dan Pulau Dua, Kecamatan Balantak Utara
Ketiga desa ini dipilih karena karakteristik mereka sebagai desa pesisir dan desa dengan risiko tinggi terhadap bencana alam serta dampak perubahan iklim.
Kegiatan lapangan ini akan menjadi dasar untuk menyusun strategi penanggulangan risiko iklim serta pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Pelaksanaan kunjungan berlangsung dari tanggal 23 hingga 25 Oktober 2024, dengan tim kementerian terkait yang akan melakukan penilaian langsung terkait kondisi fisik, sosial, dan potensi pengelolaan sumber daya alam di desa-desa tersebut.
Hasil dari kunjungan ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan Dana Desa yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan, khususnya untuk desa-desa yang berada di wilayah rawan bencana dan terdampak perubahan iklim.
Dengan adanya Field Study ini, Dinas DPMD Kabupaten Banggai berharap bahwa desa-desa tersebut dapat memperoleh dukungan tambahan dalam hal infrastruktur, kebijakan, dan dana untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat ketahanan desa terhadap tantangan lingkungan di masa depan.
Kunjungan ini juga diharapkan dapat menjadi contoh sukses kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan desa yang berkelanjutan dan tanggap terhadap perubahan iklim.***






