JPSULTENG, Luwuk – Festival Teluk Lalong (FTL) 2024 menghadirkan suasana yang berbeda tahun ini dengan Karnaval Daur Ulang yang sukses menarik ribuan warga Kota Luwuk dan sekitarnya.

Acara yang digelar untuk pertama kali ini dibuka langsung oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Banggai, Raziras Rahmadillah, dan diikuti oleh 131 peserta yang berkompetisi menampilkan kreativitas mereka dalam memanfaatkan bahan-bahan daur ulang.
Kepala Dinas Pariwisata Banggai, Ismet Wardhana, menyampaikan bahwa Festival Teluk Lalong bukan sekadar ajang hiburan, tetapi sebuah upaya mendalam untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam dan budaya.
“Festival ini bukan hanya untuk merayakan budaya, tetapi juga untuk melestarikannya agar tidak hilang ditelan zaman,” ujar Ismet.
Sebagai langkah menjaga objektivitas dalam penjurian, Dispar Banggai mendatangkan dewan juri independen dari luar daerah, yaitu Dinas Pariwisata Gorontalo, Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah, dan Dinas Pariwisata Poso.
Kehadiran juri-juri profesional ini memastikan bahwa penilaian dilakukan secara transparan dan kompetitif, mengapresiasi karya terbaik para peserta yang telah mengubah bahan-bahan bekas menjadi kostum yang memukau.
Warga Luwuk terlihat antusias, berbondong-bondong menyaksikan arak-arakan kostum unik dan penuh warna.
Salah seorang penonton, Rina menyatakan kekagumannya pada kreativitas peserta. “Keren sekali, ternyata dari bahan-bahan yang kita anggap sampah bisa jadi sesuatu yang indah. Acara ini membuka mata kita tentang pentingnya menjaga lingkungan,” ujarnya.
Festival Teluk Lalong tahun ini bukan hanya berhasil menarik perhatian publik tetapi juga menguatkan kesadaran lingkungan dan budaya di kalangan masyarakat.
Karnaval Daur Ulang di FTL 2024 ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju agenda tahunan yang mampu menginspirasi lebih banyak warga untuk berkontribusi pada kelestarian lingkungan dan warisan budaya daerah.***