JPSULTENG, Banggai – Festival Teluk Lalong 2024 resmi dibuka hari ini dan akan berlangsung hingga Sabtu, 2 November 2024. Acara tahunan ini tampil lebih istimewa dengan mengusung tema “Wisata Lestari dan Berkelanjutan” sebagai upaya mempromosikan pelestarian lingkungan dan kekayaan budaya lokal Kabupaten Banggai.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, festival kali ini lebih menekankan pada penguatan budaya lokal dan seni tradisional, di samping tetap menghadirkan kolaborasi antarprovinsi.

Salah satu sorotan utama hari ini adalah karnaval budaya yang bertemakan lingkungan hidup, termasuk parade busana daur ulang yang unik, kegiatan bersih-bersih pantai, serta sosialisasi sadar wisata dan Sapta Pesona yang diikuti oleh 150 siswa-siswi SMK dan SMA se-Kabupaten Banggai.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai, Ismet Wardhana, dalam sambutannya menjelaskan bahwa tujuan dari Festival Teluk Lalong kali ini adalah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, sekaligus memperkenalkan Kabupaten Banggai sebagai destinasi wisata berkelanjutan.
Beliau juga menyampaikan bahwa festival ini diharapkan bisa masuk dalam nominasi Kharisma Event Nusantara 2025.
Berbagai kegiatan edukatif, seperti talk show bertema “Strategi Pemasaran Event dan Pariwisata Berkelanjutan” yang menghadirkan pembicara dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia dan akademisi dari Australia, dijadwalkan akan berlangsung besok, 31 Oktober 2024.
Talk show ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dan pelaku pariwisata mengenai pentingnya mengembangkan sektor pariwisata yang bertanggung jawab.
Selain itu, festival ini juga menghadirkan pameran UMKM yang didampingi oleh Dinas Pariwisata, sebagai upaya mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Produk-produk lokal akan ditampilkan, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk langsung berbelanja sekaligus mendukung para pelaku usaha.
Acara pembukaan malam ini juga dihadiri oleh berbagai tamu kehormatan, termasuk Pj. Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah, serta perwakilan pemerintah kabupaten-kabupaten sekitar, seperti Kabupaten Banggai Kepulauan, Kabupaten Donggala, Kabupaten Tojo dan Kabupaten Poso.
Kolaborasi seni dan budaya bersama Provinsi Gorontalo juga menjadi daya tarik tersendiri pada festival kali ini.
Ismet Wardhana menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Festival Teluk Lalong 2024 ini.
Ia berharap festival ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama dalam hal peningkatan ekonomi melalui kunjungan wisata dan penjualan produk UMKM.
Festival Teluk Lalong 2024 diakhiri dengan seruan dari Ismet Wardhana yang mengajak seluruh hadirin untuk menjawab “Banggai!” ketika ia berteriak “Bangga!” sebagai bentuk kecintaan pada Kabupaten Banggai.
Festival ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, sekaligus menjadi agenda rutin yang terus memberikan manfaat bagi ekonomi dan pelestarian budaya di Banggai.***






