Kabupaten Morowali Utara

Antusias Warga Desa Menyoe Sambut Kampanye Delis-Djira, Soroti Kejujuran dan Pembangunan

455
×

Antusias Warga Desa Menyoe Sambut Kampanye Delis-Djira, Soroti Kejujuran dan Pembangunan

Sebarkan artikel ini

JPSULTENG, Mamosalato – Kedatangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi dan H. Djira, disambut hangat oleh masyarakat Desa Menyoe, Kecamatan Mamosalato. Kedatangan mereka pada Sabtu malam lalu disambut penuh antusias oleh warga yang menanti sejak sore hari.

Rombongan tiba sekitar pukul 19.00 WITA setelah perjalanan dari Desa Lijo. Setibanya, Dokter Delis dan H. Djira, bersama istri masing-masing, langsung disambut meriah oleh warga yang berkumpul dalam suasana penuh sukacita. Kampanye yang berlangsung malam itu dihadiri sekitar 300 warga, baik yang duduk di kursi, berdiri, maupun yang duduk di atas terpal.

“Kalau sudah begini suasananya, saya sudah enak tidur,” canda Dokter Delis di awal orasinya, disambut tepuk tangan meriah oleh ratusan hadirin. Ia menyampaikan rasa terkesan pada Desa Menyoe, mengingat pada Pilkada 2020 lalu desa ini mencatat kemenangan besar untuk pasangan Delis-Djira, bahkan menjadi satu-satunya desa yang menolak praktik politik uang.

Masyarakat Desa Menyoe dikenal jujur dan berintegritas. Dalam orasinya, Delis menegaskan bahwa kemenangan pada Pilkada sebelumnya merupakan dukungan murni masyarakat. “Dukungan ini adalah utang bagi kami untuk berkarya. Kami membangun jalan, jembatan, dan membantu pendidikan anak-anak di Menyoe,” ungkapnya.

Selama periode pertama, pasangan Delis-Djira telah melakukan berbagai terobosan, termasuk program pendidikan bagi guru di pedalaman Wana yang sebelumnya hanya lulusan SMA. Melalui bantuan pemerintah daerah, sebanyak 54 guru kini dibiayai kuliah di Universitas Tompotika (Untika) Luwuk agar memenuhi persyaratan akademis sebagai tenaga pengajar.

Pembangunan infrastruktur juga menjadi fokus mereka, termasuk proyek jalan dan jembatan dari Tanasumpu hingga Menyoe dengan anggaran Rp 23 miliar, serta pembangunan Jembatan Winangabino dengan dana Rp 9 miliar. Kini, perjalanan dari Lijo ke Menyoe yang dulunya memakan waktu lebih dari sepuluh jam, bisa ditempuh hanya dalam satu jam.

Kehadiran tokoh agama dan adat dalam kampanye tersebut menambah kehangatan acara. Salah satu tokoh agama menyatakan rasa syukur atas perhatian Delis dan H. Djira terhadap desa mereka. “Banyaknya masyarakat yang hadir adalah bukti rindu dan apresiasi atas pemimpin yang telah banyak berbuat,” ungkap seorang pendeta.

Kampanye Delis-Djira di Menyoe tidak hanya menjadi ajang menyampaikan program, namun juga menjadi momen yang mempererat hubungan antara calon pemimpin dan masyarakat yang mendambakan perubahan dan pembangunan berkelanjutan di Morowali Utara.***