KABUPATEN TOJO UNA-UNA

Penganiayaan Siswa SMANSA I Ampana Sudah Dilaporkan Keluarga Korban Ke Polisi

1183
×

Penganiayaan Siswa SMANSA I Ampana Sudah Dilaporkan Keluarga Korban Ke Polisi

Sebarkan artikel ini

Iptu Haryanto : Kami sidah menerima pengaduan dari keluarga Korban

JURALPOLRISULTENG – AMPANA, Sekolah Pavorit di Kota Ampana yang dikenal dengan sebutan SMANSA Ampana Kota sekolah yang mengedepankan disiplin, terciderai oleh perbuatan oknum siswa yang menganiaya teman yang tergabung dalam organisasi Siswa Pencinta Alam (SISPAL) SMA I Ampana. 

Foto dan video kasus penganiayan aksi kekerasan terhadap siswa SMA Negeri I Ampana Kota ( JA) Anak pasangan S L  dan AA, yang lagi viral  di medsos akan ditindak lanjuti oleh orang tua korban, melaporkan penganiayaan tersebut kepada pihak kepolisian.

Dimana acunt Yhanti Labaka menulis,  akan melaporkan kejadian penganiayaan kepada polisi,  yang hingga kini masih  trauma dan tidak mau pergi kesekolah.

Yhanti Labaka yang dihubungi lewat WAnya, 8781633…..mengaku akan melaporkan kejadian itu ke polisi, “sebenarnya kami akan melapor ke Polres Tojo Una-Una.” Ujarnya dari balik ponselnya.

Kapolsek Ampana Kota Iptu Mariyanto yang dimintai keterangannya, mengatakan orang tua korban sudah melaporkan kejadian itu hari ini kamis 7 Nopember 2024.

Iptu Haryanto  sudah menghubungi kepala sekolah SMA I Ampana, untuk melakukan mediasi di Kantor Polsek. “Kami sudah menelpon kepsek, besok akan melakukan pertemuan dengan orang tua korban dan orang tua pelaku ” Tandas Kapolsek.

Kepala sekolah SMA I Ampana M. Ainul Khamim, yang dihubungi media ini, mengaku baru mengetahui peristiwa itu dari postingan kejadian dari group guru. Jelasnya

Menyikapi hal itu ia memerintahkan Guru Bimbingan Korselin (BK) Ibnu Munfarid, segara menelusuri kejadian itu.

Dijelaskan M Ainul Khamim, hasil penelusuran Guru BK, peristiwa itu terjadi selasa 5 Oktober 2024 sore dilokasi bendungan. “Kegiatan itu adalah tindak lanjut Diklatsar Sispala, tapi  tanpa sepengetahuan pembimbingnya.” Jelasnya

Langkah yang dilakukan Kepsek SMA I Ampana, adalah membekukan organisasi  Sispala dan sudah menarik aset dan kunci ruang kegiatan. “selain membekukan organisasi itu, kami sudah melaporkan kepada kejadian itu ke cabang dinas dan dinas dikpora Tojo Una-Una.

Ia menambahkan, Insya Allah besok kami akan memediasi pertemuan antara orang tua korban dengan orang tua pelaku di Polsek. Tandas M. Ainul Khamim (Sam Asiku)