PEMDA TOJO UNA-UNA

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Menggelar Jambore Penyuluh Pertanian Tahun 2024

824
×

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Menggelar Jambore Penyuluh Pertanian Tahun 2024

Sebarkan artikel ini

Mahdi: Peran penyuluh sangat vital dalam mendorong kemajuan pertanian yang berkelanjutan

JURNALPOLRISULTENG.ID – AMPANA, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tojo Una-Una menggelar Jambore Penyuluh pertanian tahun 2024 selama 3 hari Balai Pertemuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan berakhir kemarin 4 Nopember 2024.

Kegiatan itu diikuti penyuluh pertanian se-Kabupaten Tojo Una-Una, yang menyasar pada tujuan, bahwa  Jambore yang digelar menjadi ajang bagi para penyuluh untuk saling berbagi pengalaman, sekaligus mendapatkan wawasan baru yang dapat diimplementasikan di lapangan.

Sambutan Bupati Tojo Una-Una Mohammad Lahay, SE, MM yang disampaikan kadis Pertanian dan ketahan pangan Tojo Una-Una, bahwa Penyuluh pertanian merupakan bagian penting dalam pembangunan pertanian sehingga diharapkan mampu menjadi jembatan antara Program Pemerintah dengan masyarakat sasaran, untuk itu diperlukan Penyuluh Pertanian yang handal sebagai fasilitator, advisor, maupun motivator dalam pelaksanaannya.

Hal itu dikuatkan oelh UU No N0.16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Penyuluh Pertanian adalah perorangan Warga Negara Indonesia yang melakukan kegiatan penyuluhan pertanian baik penyuluh PNS, Non PNS, Swasta maupun Swadaya.

Pada saat ini telah tercatat jumlah Penyuluh Pertanian Kabupaten Tojo Una-Una 127 orang terdiri dari PNS 56 orang, PPPK 20 orang, THL-TB (Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu Pusat) 3 orang, Kontrak Daerah 48 orang. Tenaga penyuluh pertanian tersebut tersebar pada tingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah penyuluh pertanian untuk memenuhi kebutuhan 1 desa 1 penyuluh dengan program kegiatan yang dilaksanakan melalui rekruitmen (penerimaan) Penyuluh, dan meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga penyuluh, program dan kegiatan yang dilakukan melalui pelatihan dan bimbingan dalam melakukan tugas yang efektif dan efisien.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di daerah diharapkan mampu melakukan pendampingan kepada para pelaku utama (petani) maupun pelaku usaha di wilayah kerjanya.

Dinyatakan bupati, kita ketahui bahwa Kinerja penyuluh pertanian saat ini menurun, kondisi tersebut salah satu  penyebabnya adalah terbatasnya sarana dan prasarana yang mendukung penyelenggaraan penyuluhan pertanian.

Secara psikologis mempengaruhi Penyuluh Pertanian dalam melaksanakan tugas dan fungsinya untuk meningkatkan keberdayaan petani.

Mengantisipasi terjadi penurunan kinerja penyuluh pertanian diperlukan informasi, bimbingan, pembinaan serta pengorganisasian, salah satu upaya yang dilakukan melalui Forum Teknis Penyuluhan Pertanian yang dikemas dalam Jambore Penyuluh Pertanian Tingkat Kabupaten Tahun 2024.

Jambore Penyuluh Pertanian  merupakan ajang silaturahmi, saling tukar pengalaman, pengetahuan, dan ketrampilan diantara sesama Penyuluh Pertanian Kabupaten   Tojo Una-Una.

Melalui Jambore Penyuluh Pertanian ini, penyuluh pertanian berkesempatan untuk saling mengisi dalam upaya memperkuat kepemimpinan agribisnis di tingkat kelompok tani, diharapkan mampu mengubah Perilaku, Sikap dan Keterampilan petani.

Mereka diharapkan dapat memberi motivasi kepada kelompok tani untuk saling berinteraksi dan bersinergis dalam memanfaatkan sumber daya alam pertanian yang tersedia di daerah masing-masing dalam rangka perbaikan mutu produksi pertanian dan peningkatan pendapatannya yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga tani.

Jambore Penyuluh Pertanian diselenggarakan di Balai Pertemuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tojo Una-Una selama dua  hari dari Tanggal 03 s/d 04 Desember 2024 yang merupakan salah satu agenda tahunan Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Tojo Una-Una dan  akan melibatkan seluruh penyuluh pertanian se-Kabupaten Tojo Una-Una.

Kegiatan itu melibatkan seluruh Penyuluh pertanian di Kabupaten Tojo Una-Una,  diajak utuk menerapkan  teknologi dan inovasi, dalam meningkatkan hasil pertanian, serta memitigasi dampak perubahan iklim.

Sementara penekanan Mahdi, bahwa Peran penyuluh sangat vital dalam mendorong kemajuan pertanian yang berkelanjutan,” Ujar Mahdi.

“Saya mengharapkan  Jambore ini menjadi momentum penting untuk mempererat kerja sama antara pemerintah, penyuluh, dan petani dalam menciptakan pembangunan pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan,” Ujarnya.

Kegiatan yang digelar selama 3 hari, bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kapasitas penyuluh dalam mendukung sektor pertanian di Tojo Una-Una.Hal itu ditinjau dari materi kegiatan diantaranya, pelatihan teknis, pemaparan materi terkait inovasi pertanian, hingga diskusi kelompok yang membahas tantangan serta solusi untuk mengembangkan sektor pertanian. (Sam Asiku)