Waktu terus bergulir tak terasa 18 Tahun berlalu, masyarakat Tojo Una-Una lepas dari kabupaten Poso, dimana perjuangan eks kewedanaan Ampana menjadi daerah otonom, puluhan tahun lamanya diperjuangkan, hingga akhirnya Tojo Una Una diresmikan menjadi kabupaten Baru di Sulawesi Tengah pada tahun 18 Desember 2003.

Laporan : Sam Asiku
Menyambut hari yang bersejarah bagi masyarakat Tojo Una-Una, berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT Tojo Una Una ke 21, mulai dari jalan santai, senam Pameran UMKM dan, hari ini pemerintah daerah menggelar pawai yang dimulai dari garis Lapangan Kelurahan Malotong Kecamatan Ampana Kota, menuju garis finish di Lapangan Bumi Mas Uemalingku tepatnya didepan Kantor Bupati.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pawai kali ini melibatkan kenderaan arterantif masyarakat, Bentor Hias ditumpangi pasangan suami istri para pejabat pemerintah daerah dari eselon 2 dan 3, iring-iringan mencapai 1 kilometer diperkirakan melibatkan seratus bentor.
Bentor hias terdepan ditumpangi PJ Sekda Dr. Alimudin Mohamad, SE, M.SI yang mewakili bupati, melepas pawai secara resmi pada sore tadi.
Usai kegiatan pawai, PJ Sekda dimintai tanggapannya, menilai bahwa kegiatan ini sangat baik dan perlu ditingkatn lagi kedepan.
“hari ini merupakan suatu rangkaian acara dalam rangka memperingati hari ulang tahun yang ke-21 dan ini merupakan suatu motivasi yang sangat besar pada seluruh lapisan masyarakat” Ujarnya
Peringatan 21 Tahun Kabupaten Tojo Una-Una berdiri, menjelang masa pengabdian bupati dan wakil bupati akan berakhir.
Rangkaian kegiatan HUT Tojo Una-Una ke 21 merupakan momen yang sangat baik dan meriah. Hal ini memberi pesan, bahwa sejak kepemimpinan bupati dan wakil bupati, hingga menjelang berakhir dapat mempertahankan situasi daerah tetap aman dan damai, bahkan pasca pilkada serentak tahun 2024.” Harapan saya kondisi ini perlu dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi ” Himbau PJ Sekda.

Dikatakan PJ Sekda, dalam pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan, merupakan kolaborasi semua pihak, baik stake holder, instansi vertical, BUMN serta BUMD serta masyarakat.
Contoh dalam pelaksanaan pawai, sengaja melibatkan kenderaan Bentor yang merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah. “Masyarakat tidak saja menjadi penonton tetapi mereka menjadi pelaku dalam pawai itu, bahkan ada nilai tambah pendapatan bagi mereka” Terang Alimudin Muhamad.
“Saya berharap kepada seluruh elemen yang ada, agar momentum peringatan Hut Tojo Una-Una ke 21, menjadi motivasi bagi kita semua untuk mencapai harapan bersama, daerah yang maju dan sejahtera” Tandas PJ Sekda Tojo Una Una. (Samas)