Kabupaten Banggai

2025 Bebas Stunting, Dinas P2KBP3A Banggai Genjot Program Strategis

697
×

2025 Bebas Stunting, Dinas P2KBP3A Banggai Genjot Program Strategis

Sebarkan artikel ini

JPSULTENG BANGGAI – Di bawah kepemimpinan Faisal Karim, S.Sos., M.Si., Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Banggai terus bergerak maju dalam misi besar mengentaskan stunting di Kabupaten Banggai.

Dengan tekad kuat dan strategi terukur, Banggai menargetkan nol kasus stunting baru pada 2025 dan visi ambisius bebas stunting pada 2030.

Salah satu terobosan penting adalah kolaborasi dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tompotika (Untika) Luwuk.

Kolaborasi ini tidak hanya mempertemukan teori dan praktik tetapi juga menghadirkan mahasiswa sebagai agen perubahan di lapangan.

“Kami ingin mahasiswa menjadi penggerak utama, tidak hanya belajar di kelas tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mencegah stunting. Dengan langkah ini, kami optimis angka stunting akan terus menurun,” ujar Faisal Karim.

Dinas P2KBP3A saat ini tengah melakukan survei mendalam untuk memetakan kondisi stunting di Kabupaten Banggai. Hasil survei yang akan dirilis pada Januari 2025 diharapkan mencatat penurunan signifikan dari angka stunting sebelumnya.

Namun, Faisal menegaskan bahwa langkah ini harus didukung dengan data akurat. Melalui digitalisasi, semua informasi dari tingkat rumah tangga hingga desa disinkronkan dalam satu sistem aplikasi.

Pendekatan ini juga mencakup pencatatan pernikahan dini yang kerap menjadi pemicu risiko stunting.

“Data yang akurat adalah fondasi dari kebijakan yang tepat. Dengan teknologi, kami bisa memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil menyasar inti permasalahan,” jelasnya.

Dinas P2KBP3A juga mengusung program unggulan GENTING (Gerakan Terpadu Penurunan Stunting) yang mengintegrasikan kebijakan pusat dan daerah.

Gerakan ini tidak hanya fokus pada angka tetapi juga kondisi sosial-ekonomi masyarakat, khususnya dalam menekan kemiskinan ekstrem.

“Menurunkan kemiskinan ekstrem adalah kunci utama. Ketika ekonomi keluarga membaik, akses mereka terhadap gizi dan kesehatan juga meningkat. Inilah sinergi yang kami bangun melalui GENTING,” kata Faisal.

Dari 16 ribu kasus stunting, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 12 ribu. Namun, Faisal mengingatkan bahwa pendataan langsung di lapangan tetap menjadi prioritas.

Ia mencontohkan kondisi rumah yang tampak layak dari luar, namun tidak mencerminkan keadaan ekonomi sebenarnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor dengan akademisi, masyarakat, dan pemerintah pusat, Kabupaten Banggai terus membangun momentum menuju visi besar bebas stunting.

“Perubahan tidak terjadi dalam semalam. Tapi dengan langkah yang konsisten dan kerja sama semua pihak, kami percaya Banggai akan menjadi contoh sukses dalam melahirkan generasi yang sehat dan cerdas,” pungkas Faisal.

Kini, harapan besar terukir di hati masyarakat Banggai. Dengan tekad dan semangat, generasi bebas stunting bukan lagi impian, melainkan kenyataan yang tengah dirajut bersama.***