Nasional

Keindahan dibumi Anoa Saat Mengikuti Penghelatan Akbar Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia

2657
×

Keindahan dibumi Anoa Saat Mengikuti Penghelatan Akbar Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia

Sebarkan artikel ini

Catatan Sejarah Perkembangan Organisasi kemasyarakatan Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak Wali Indonesia, dibawah naungan Yayasan Al Azizu Tapak Wali Indonesia adalah Lembaga Penyelenggara Penguatan Pendidikan Karakter di Indonesia dan Malaysia, menuai sukses menyelenggarakan beberapa agenda kegiatan yang diawali Munas Ke IV organisasi tersebut dikeraton Andonohu Sabtu Malam 25 Januari 2025.

Kegiatan yang berskala Nasional itu, adalah bagian rangkaian pelaksanaan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1446 H – 27 Januari 2025 di Aula Asrama Haji kota Kendari Sulawesi Tenggara.

Catatan : H. Sam Asiku,S.Sos, MMG &  Revino Ahmad Daniali, MMG

Bumi Anoa julukan Provinsi Sulawesi Tenggara, tepatnya dikota Kendari yang terus berbenah diri, peserta didik Yayasan Al Azizu Tapak Wali Indonesia  terus  berdatangan  dari berbagai daerah, dengan varian  sarana transfortasi, lewat Udara, Laut maupun darat.

Kedatangan mereka untuk mengikuti sejumlah agenda kegiatan interal organisasi, yang merupakan rangkaian peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW  tahun 2025.

Persiapan panitia kegiatan yang berlangsung hampir sepekan,  dimana kegiatan dialokasikan dibeberap titik, hingga  puncak acara peringatan  Isra Mi’raj tahun 2025 yang digelar di Aula Asrama haji Kota Kendari.

Sebelum kegiatan itu,  1.829 peserta Dan 3 Atas mengikuti PAG yang digelar dihalaman asrama haji  Minggu sore 26 Januari 2025.

Penyatuan gerak PAG saat itu, dipandu oleh Sekjen Eka SanjayaPutra, S.Pd AZ, MT, MMG, gerak  diawasi oleh Majelis Sabuk Hitam Dewan Pimpinan Pusat yang diketuai Swedy, MMG.

Ketua Bidang Infokom dan Hukum DPP Ishak, ST, MMG  menjelaskan,   semestinya kegiatan ini akan dilaksanakan serentak, namun kondisi lapangan sangat terbatas, dibanding dengan jumlah peserta hampir 2000 peserta. “Oleh karena itu kegiatan PAG dilaksanakan dalam 4 sesi” Terang Ishak. Minggu sore 26 Januari 2025.

Terkait dengan rangkaian puncak acara di Aula Asrama Haji Kota Kendari, panitia pelaksana pada malam harinya melakukan gladi bersih.

Acara puncak Peringatan Isra Mi’raj, ditandai laporan Ketua Panitia pelaksana H. Muh. Nur Sinopoy, SE, M.Si. MMG. Senin Malam, 27 Januari 2025

Terpantau kemegahan  Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di hadir staf Kemendes RI dan  para pejabat teras Provinsi Sultra, Wali Kota Kendari, Kadinda Sultra Kepala kementrian Agmaa Provinsi Sultra serta sejumlah undangan lainnya.

Hikmah Isra Mi’raj, diracik apik oleh kyai Dr. Mismubarak, S.Hd, M.Ag, CLQ,  rangkai kata dengan  ciri khas mubalig muda itu, yang  mengulas tuntas perjalanan Nabi saat Isra dan Mi’raj, dari prosfektif  Tapak Wali Indonesia.

Pada peringatan itu, Peserta didik Dan 3 Atas dikukuhkan  dalam gelar Magister Muchtahul Guyube (MMG) oleh pendiri/ Ketua Umum yang juga pendiri Yayasan Al Azizu Tapak Wali oleh Yang Mulia Guru Besar Al Muqarram Syekh H. Aziz, BE, SE, M.Sc, MMG, dan ditutup kegiatan pelantikan pengurus DPP, Majelis Sabuk Hitam DPP serta pelantikan Para Ketua Komda se Indonesia dan Malaysia.

Diketahui Paguyuban Seni Beladiri Tapak Wali Indonensia yang beridiologi Panca Sila,  didirikan pada Tahun 2005 Oleh  Yang Mulia Guru Besar Al Muqarram Syekh H. Aziz, BE, SE, M.Sc, MMG, dalam  naungan Yayasan Al Azizu Tapak Wali Indonesia, Lembaga penyelenggara penguatan pendidik Karakter di Indonesia.

Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) ke IV Paguyuban Seni Beladiri Pernapasan Tapak di keraton Ondonohu adalah agenda 5 tahun sekali, menyasar pada evaluasi kinerja para pengurus pusat maupun pengurus Komda se Indonesia dan Malaysia kedepan, pada Minggu malam 25 Januari 2025

Arahannya, Ketua Umum selaku pendiri Yang Mulia Guru Besar Al Muqarram Syekh H. Aziz, BE, SE, M.Sc, MMG, mengharapkan  Output kegiatan  akan  meningkatkan kinerja pengurus Pusat hingga Pananggung Jawab lapangan (PJL),  yang saat ini telah  menyebar ditanah air.

Diamanatkan kepada   seluruh pengurus  serta peserta didik untuk menebar kebaikan pada sesama manusia.  Memaksimalkan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma pada masyarakat melalui terapi Psikologis Tapak Wali Indonesia serta kegiatan positif lainnya yang bersentuhan dengan  masyarakat luas.

Ketua Umum selaku pendiri, mengingatkan keberadaan paguyuban yang dinaungi Yayasan AL Azizu Tapak Wali Indonesia, agar lebih maksimal lagi membantu tugas pemerintah dalam pembinaan masyarakat melalui penguatan Pendidikan karakter, serta kegiatan sosial serta keagamaan dan bidang kegiatan lainnya.

Dalam paguyuban, meniadakan perbedaan, baik  suku, ras dan agama, “Bhineka Tunggal Ika.” yang menggambarkan bahwa bangsa Indonesia tetap satu kesatuan, meskipun memiliki perbedaan suku, agama, budaya dan lain-lain.

Peserta didik Yayasan Al Azizu Tapak Wali Indonesia  wajib dan ikhlas  tanpa pamrih,bertanggung jawab  menjaga nama baik organisasi,  serta selalu menciptakan lingkungannya dan suasana yang damai, serta selalu  berpedoman  pada Sumpah dan Janji yang tertuang dalam pointer Pedoman Suci.

Hingga Akhirnya rangkaian kegiatan telah selesai, waktu jua yang memisahkan,  peserta didik berarah pulang kekampung halaman dengan tekad dan semangat baru,  untuk mengimplemenntasikan hasil Munas ke IV,terkait pengembangan organisasi agar lebih efektif terasa ditengah masyarakat.

Iring-iringan puluhan mobil memulai perjalanan panjang ratusan kilometer, dibuai tiupan angin diketinggian gunung, menyapu lembah nan hijau, adalah panorama yang berceritera tentang sebuah perjalanan yang penuh makna, bahwa ternyata jarak dan waktu bukan lagi persoalan, semata meraih kebaikanNya.

Tanah merah yang melumuri badan mobil menjadi lukisan indah, pertanda sebuah perjalan panjang bertirai  hujan. Kedatangan  dan kepergian  dari Bumi Anoa menyimpan berbagai kenangan, yang menoreh catatan  indahnya  makna kebersamaan. Kata pepatah “asam digunung garam dilaut bertemu dalam periuk” yang mempersembahkan nikmat rasa yang tiada taranya.(samas)