JPSULTENG – Banggai Laut, Jumat/07 Februari 2024 – Kapolres Banggai Bangkep AKBP Jimmy Marthin Simanjuntak S.I.K, memimpin konferensi pers didampingi Kasat Reskrim AKP Makmur S.H, Kabag Ren AKP Jolly R Lengkong S.H, dan Kapolsek Banggai Laut AKP Gimanto S.H, guna memberikan keterangan terkait penemuan jenazah seorang anak perempuan di Desa Bone Baru. Konferensi pers ini diadakan untuk mengklarifikasi informasi yang beredar di masyarakat dan menghindari spekulasi yang tidak berdasar.

Kapolres AKBP Jimmy Marthin Simanjuntak S.I.K menyampaikan bahwa jenazah seorang anak perempuan berusia 5 tahun, yang diidentifikasi bernama Naya, ditemukan pada hari Selasa, 4 Februari 2025, sekitar pukul 16.00 WITA di rawa-rawa dekat pesisir pantai Desa Bone Baru. Sebelumnya, Naya dilaporkan hilang sejak hari Sabtu, 1 Februari 2025.
“Kami telah menerima laporan terkait penemuan jenazah seorang anak perempuan. Setelah dilakukan identifikasi, jenazah tersebut adalah Naya, seorang anak perempuan berusia 5 tahun,” ujar Kapolres.
Unit Identifikasi Satreskrim Polres Banggai Laut telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pihaknya juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi yang terkait. Kapolres mengakui bahwa kondisi TKP sudah tidak utuh karena banyaknya masyarakat yang masuk ke lokasi penemuan jenazah, di tambah evakuasi jenazah di lakukan sebelum polisi datang ke TKP sehingga menyulitkan petugas identifikasi untuk memberikan gambaran situasi TKP secara rinci.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga menjelaskan perbedaan antara visum et repertum (pemeriksaan luar tubuh) dan otopsi (pemeriksaan dalam tubuh) dalam konteks penyelidikan. Visum adalah laporan tertulis yang dibuat oleh dokter berisi hasil pemeriksaan medis orang yang masih hidup atau sudah meninggal. Sementara itu, arti autopsi adalah pemeriksaan pada mayat yang bertujuan untuk menentukan penyebab kematian hal ini di lakukan karena banyak nya kesimpangsiuran di media sosial.
Kapolres mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kematian Naya dan menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kepada pihak kepolisian. Ia juga mengingatkan pengguna sosial media untuk berhati-hati dalam memberitakan perihal ini.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kematian korban. Biarkan pihak kepolisian melakukan penyelidikan secara menyeluruh,” tegas Kapolres.
Konferensi pers ini diharapkan dapat memberikan informasi yang jelas dan akurat kepada publik serta menghindari kesimpangsiuran yang dapat merugikan proses penyelidikan. Pihak kepolisian akan terus bekerja keras untuk mengungkap penyebab kematian Naya dan memberikan keadilan bagi keluarga almarhum.*
VR