PEMDA TOJO UNA-UNA

Visioner, Bupati Tojo Una Una Memulakan Dengan Merubah Mindset Dalam Penerapan Penyusunan RPJM Tahun 2026

×

Visioner, Bupati Tojo Una Una Memulakan Dengan Merubah Mindset Dalam Penerapan Penyusunan RPJM Tahun 2026

Sebarkan artikel ini

Langkah strategi Bupati Tojo Una Una Ilham Lawidu, SH dan Wakil Bupati Hj. Surya S.Sos, M.Si yang tertata apik, akan mendahulukan program prioritas yang mengarah pada desa adalah langkah bijak serta menjadi sinyalemen cara untuk menyentuh akar rumput dalam kepemimpinannya.

Hal itu terungkap saat Ilham Lawidu, SH memberi sambutan lepas pada pembukaan kegiatan Musrembang Rancangan RKPD Kabupaten Tojo Una Una tahun 2026 dan Konsultasi Publik Ranwal RPJMD Kabupaten Tojo Una Una Tahun 2025 -2029, yang digelar Auditorium Pemda Tojo Una Una Rabu, 9 April 2025.

Catatan : H. Sam Asiku

Terpantau dalam kegiatan itu, tidak saja dihadiri oleh seluruh pimpinan OPD namun dihadiri pula Unsur Forkopimda, diantaranya Ketua Dekab Tojo Una Una Gusnar Suleman SE, MM, Wakapolres Kompol Mulyadi, Dandim Poso 1307 Letkol(Arm) Edi Yulian budiargo, S.Sos, M,Han,  Kajari Tojo Una Una Pilipus Siahaan, SH,MH.

Pada sambutan lepasnya Ilham Lawidu, memaparkan banyak hal tentang visi pemerintahan 5 tahun kedepan, termasuk menyentil cara penanganan terhadap kebijakan Nasional akan efesiensi anggaran yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

Efisensi anggaran yang ada, sedikitnya mempengaruhi pembiayaan daerah tahun 2025, ratusan miliyar terpotong.

Kendati demikian bupati mengungkap, 2 bulan mengawali pemerintahannya, dana yang akan memperkuat APBD Tojo Una Una akan masuk mencapai setengah triliun rupiah.

Bahkan kehadiran beberapa investor di Tojo Una Una, akan menjadi power searing tersendiri untuk memperkuat pembiayaan daerah dalam rangka mengoptimalkan pelayanan masyarakat dalam waktu yang tak lama lagi.(Jangka pendek)

Bupati Ilham Lawidu mencontohkan, upaya yang dilakukan dalam mengoptimalkan  sektor pertanian, seperti percetakan sawah mencapai ribuan HA dimana Tojo Una Una sebagai penyandang pangan yang diunggulkan, penanaman kelapa sawit, dan industri pembangunan pembangkit listrik tenaga air di sungai Bongka mencapai ratus triliun rupiah.

Selain itu program pembangunan sekolah rakyat dan pemberdayaan masyarakat pesisir dan budi daya udang dan perikanan, secara bertahap mengalirkan pundi-pundi rupiah dalam penguatan sektor pembiayaan daerah, dan akan menjawab program yang diusung pasangan Ilham dan Surya.

“Anggaran yang ada akan kita satukan untuk mengoroyok program yang akan dicanangkan,agar  terarah dan terealisasi dengan baik.”Ucap bupati.

Arah kebijakan Bupati pasca Pilkada, dengan adanya situasi menyikapi  euforia suasana politik pasca pilkada, adalah langkah yang seharusnya dilakoni seorang politikus handal, dalam memberi penghargaan kepada tim kerjanya, akan tetapi tak sekalipun menghentikan langkah Ilham Lawidu dalam menata birokrasi pada pemerintahannya.

mengamati sambutan bupati, cukup seksi dan memukau ketika bupati melontarkan ucapannya, setelah  membaca sensasi yang bermain dalam benak para pimpinan OPD yang saat ini,  kegalauan  berbumbu risau terhadap posisi pertanyaan dalam hati tentang pengisian eselon untuk melengkapi dan menyempurnakan struktur OPD Kabupaten Tojo Una Una.

Namun bupati menegaskan bahwa kepentingan daerah dan masyarakat menjadi pertimbangan utama serta menjadi acuan, sepanjang anak daerah yang memiliki potensi SDM, yang memiliki etos kerja siap mengabdikan diri untuk daerah serta  jujur dan memiliki loyalitas yang tinggi, tampil sebagai pembantunya  memutar roda pemerintahan dinegeri sivia Patuju  5 tahun kedepan. Bupati mengatakan tak  usah galau karena itu dalam pengamatannya.

Ketegasan bupati melalui beberapa  statemen adalah koridor utama untuk  memperpendek jalur birokrasi didalam memacu agenda kerja, yang menjadi visi misi pemda, sekaligus sebagai  jawaban terhadap obsesi bupati selaku pimpinan daerah, akan selalu berdiri terdepan sebagai garda dalam mengatasi berbagai tantangan dalam upaya dan kerja keras mengoptimalkan kehidupan masyarakat untuk sejahtera.

Betapa Kabupaten Tojo Una Una bukan lagi daerah yang pernah menyandang predikat daerah tertinggal atau  masyarakatnya pernah dikategorikan miskin ekstrem.

“Minimal untuk sementara Kabupaten Tojo Una Una sejajar dengan kabupaten lain, dan kedepannya  akan melejit lebih tinggi lagi.” Motivasi bupati.

Mengungkap lebih banyak tentang asa dan visi bupati sebagai pimpinan  di negeri Sivia Patuju, hal yang krusial adalah pemberdayaan sumber daya manusia yang ada didaerah ini, tanpa melihat pertimbangan posisinya dalam politik dimasa lalu.

“Tidak ada dendam politik, yang saya butuhkan adalah putra putri daerah yang handal” Tegas bupati.

Ia mencontohkan kehadiran Tim perumus dalam RPJM wajib dan menjadi staf ahli bupati melibatkan anak daerah yang memiliki kompetensi, seperti Dr. Rosida Adam, Dr. H. Mahmud Lahay, Dr. Hj. Sovianur Kure dan beberapa nama lagi  yang disebut bupati.

Pada bagian lain sambutannya, bupati menegaskan untuk program dalam RPJM tahun 2026, skala prioritas dan wajib, setiap desa minimal terakomodir 1 program.

Hal ini ditegaskan ilham Lawidu untuk menepis tradisi lama dalam pelaksanaan  Musrembang disemua tingkatan, dimana kepentingan desa banyak terabaikan, bahkan ada yang tak tersentuh.

Semoga asa masyarakat yang mengantungkan harapan pada pasangan Ilham Lawidu, SH  dan Hj. Surya, S.Sos, M.Si, tanpa menghitung tahun yang panjang dapat menikmati senyum yang menyimpulkan ucapan terima kasih, terhadap dedikasi dan pengabdian pasangan ini.

Tentu peran lain dari kehandalan SDM yang menjadi  pimpinan OPD hendaknya siap dan siaga membantu dalam mengolah management pemerintahan dengan baik dan teliti, tanpa mendahulukan kepentingan pribadi dan keluarganya, bahkan tidak sebatas slogan dan retorika yang membuat pimpinan senang.

Dalam hal pengawasan kinerja, bupati berpesan sebagai peringatan kepada para pimpinan OPD, akan mengajak Pejabat Mitra seperti Kapolres, Kajari akan turun lapangan untuk selalu melakukan peninjauan dan pengawasan dilapangan, terhadap realitas dan kualitas anggaran apakah setara dengan kinerja dan capaian yang ada. (Samas)