Program Nasional yang dicanangkan oleh Presiden RI. Jend. H. Prabowo Subianto, tentang Makanan Bergizi Gratis bagi para siswa sudah dimulakan dibeberapa daerah. Penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak dan ibu hamil/menyusui, serta balita.
Program ini dilakukan dengan beberapa skema penyaluran, seperti melalui sekolah dan posyandu, dan melibatkan dapur pusat atau dapur lokal.
Program Makan Bergizi Gratis telah bergulir di berbagai sekolah di Indonesia. MBG merupakan usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan gizi bagi anak sekolah. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memberdayakan UMKM dan ekonomi kerakyatan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sejauh ini tahapan implementasi di kabupaten Tojo Una Una, untuk kedua kalinya dimulakan sesuai keterangan yang diperoleh dari Camat Ampana Kota H. Mohamad Awali,S.Sos, M.Si, Selasa 16 April 2025
Laporan : H.Sam Asiku

Menurut camat Ampana Kota, pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai dukungan program program pemerintah, untuk sementara diwilayah Kecamatan Ampana Kota, baru tiga sekolah masing-masing di SMP 3, SMK 3 dan SMK Informatika dimulakan Senin, 14 April 2025.
Camat mengungkap dari enam ribu tujuh ratusan siswa penerima manfaat, baru terdistribusi kepada 909 siswa.
“Dari data tentative dari sekitar enam ribuan siswa, akan berkurang dengan siswa kelas 3 yang sudah selesai ujian, mereka tidak lagi menerima MBG.” Jelas Camat Ampana Kota.
Ia menjelaskan, Yayasan Sinar Gemilang Nusantara sebagai pihak pengadaan MBG akan mendirikan dua dapur, dan salah satu dapur berada di Desa Sansarino yang sudah dinilai memenuhi standar dan layak untuk penanganan MBG, yang direncanakan akan mensuplay 3500 MBG Siswa, namun baru 909 yang terdistribusi.

Menurut Camat Ampana kota pendistribusian MBG dihadiri oleh Unsur Forkopimcab dan Kepala Unit pelayanan pemenuhan Gizi (SPPG), hadir untuk melhat dan memastikan pendistribusian di 3 sekolah tersebut.
Pengawasan itu sangat penting, pada pelaksanaan pendistribusian MBG, para siswa diharuskan membawa air minum dan sendok, namun masih ada yang belum membawanya.
Meskipun demikian ucap H. Mohamad Awali, dimulai dari kemarin pendistribusian sudah normal dan utuk sementara akan dilaksanakan setiap hari belajar untuk 909 siswa penerima manfaat” Jelas camat H. Mohammad Awali.
Ia mengharapkan 6 ribuan siswa dari TK hingga SLTA penerima manfaat diwilayah kerjanya, dapat tersentuh MBG .
“Kami sudah melaporkan hasil pendistribusian MBG kemarin kepada Bupati ” Tandas Camat Ampana Kota. (samas)