PEMDA TOJO UNA-UNA

Pencerahan Gubernur Sulteng Pada Haul Guru Tua ke 57 Yang Dirangkaikan Halal Bi Halal Masyarakat di Kabupaten Tojo Una Una

431
×

Pencerahan Gubernur Sulteng Pada Haul Guru Tua ke 57 Yang Dirangkaikan Halal Bi Halal Masyarakat di Kabupaten Tojo Una Una

Sebarkan artikel ini

Kegiatan  akbar yang bertajuk Halal Bi Halal Kabupaten Tojo Una Una yang dirangkaikan dengan Haul Guru Tua ke 57, bukan sebuah kegiatan  serimonial belaka.

Akan tetapi pertemuan akbar yang diracik  dalam sebuah konsep acara yang spektakuler. Kegiatan itu menjadi sarana sekaligus menjadi wahana pertemuan Pemerintah, Ulama dan Masyarakat yang mendiami Kabupaten Tojo Una Una. Sabtu 19 April 2025

Catatan : H. Sam Asiku

Kegiatan  dihadiri Wakil Bupati Hj. Surya S. Sos, M.Si  Unsur Forkopimda diantaranaya Kapolres, Dandim dan pejabat Tojo Una Una, Anggota DPRD, Pejabat yang menyertai Gubernur Sulteng , Ketua WIA Tojo Una Una serta berbagai tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Tojo Una Una.

Mencermati narasi pidato dan sambutan sangat menyetuh persoalan soal ketaatan, serta pentingnya Ilmu  bagi insan manusia sebagai penuntun  diberbagai aspek kehidupan.

Himah Halal Bi Halal yang disampaikan ketua Utama Alkhairat H.S. Dr. Alwi Saggaf Aljufri, LS, maupun pidato Gubernur Sulawesi Dr. H. Anwar Hafid, M.Si serta sambutan Bupati Tojo Una Una Ilham Lawidu, SH adalah rangkaian penguatan pemahaman yang saling berkaitan pada masyarakat.

Narasi-narasi yang terbangun dan terucap pada kegiatan itu, memiliki hulu ledak menghujam dihati ribuan masyarakat yang mamadati pelataran Mesjid Tsmaratul Ukhuwa Kelurahan Uentanaga Kecamatan Ratolindo Tojo Una Una.

Uraian kata konstrukstif mengalir memukau dan mengajak memahami pentingnya silaturrahim, ketaatan, serta ilmu disertai adab yang harus dimilik oleh setiap insan manusia.

Untuk membuktikan itu, adalah keteladanan pendiri Alkahirat Habib Sayyid Idrus Bin Salim Al Jufri, adalah sebuah prasasti berdiri kokoh, tentang pengabdian insan manusia yang telah membawah keberkahan dan kekeramatan serta kemuliaan  bagi Guru Tua yang dicintai masyarakat dan berbagai kalangan.

Sejarah mencatat, sungguh memprihatinkan mobilisasi kegiatan keguruan Guru Tua sebagai pendiri alkhairat, untuk bertemu dengan murid-muridnya tak terhitung jumlahnya diberbagai polosok.

Kadang menumpangi roda ditarik sapi,  menyeberang lautan dengan perahu layar tak sedikitpun  menyurutkan tekad dan langkah mulia itu. Keterbatasan bukanlah kendala bagi Guru Tua, dimanapun tempat menjadi tempat memberi pendidikan dan Ilmu agama  serta tata krama bagi muridnya.

Ketaatan dan keyakinan Guru Tua dalam mengabdikan dirinya pada  dunia Pendidikan merupakan contoh teladan, dimana  tokoh besar itu telah mewakafkan hidupnya,  bagi masyarakat yang dicintainya memperoleh ilmu dan Pendidikan agama. Karena ternyata, Ilmu pengetahuan adalah sumber kehidupan  menyentuh berbagai aspek kehidupan.

Satu ungkapan mengharukandalam kegiatan itu,  dizaman penjajahan Guru Tua  dalam menjalankan misi Pendidikan tanpa ditunjang anggaran,  namun telah meninggalkan warisan empatratusan madrasah yang tersebar diberbagai daerah.

Momentum kegiatan yang digelar di pelataran Mesjid itu, telah mengungkapkan pula bentuk perhatian besar pemerintah Provinsi yang dipimpin H. Anwar Hafid dan Pemda Tojo Una Una yang dipimpinan bupati Ilham Lawidu, SH.

Perhatian dan dukungan kepada Yayasan Alkhairat, diperkuat oleh laporan  ketua Komda Alkhairat Dr. H. Mahmud Lahay, SE, M.Si, yang merilis alokasi dana  bantuan Pendidikan Yayasan alkhairat, untuk biaya operasional Pendidikan dan gaji guru Madarasah  sejak pemerintahan bupati Pertama Drs. H. Damsik Ladjalani hingga bupati terpilih Ilham Lawidu dan pasangannya H. Surya S.Sos, M.Si untuk mencapai 14  miliar rupiah.

Sementara Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu, SH mengatakan terkait dengan dana Pendidikan keagamaan, memperhatikan keseimbangan.

Bantuan pemda yang digulirkan bukan saja kepada umat Islam, namun kepada umat kristiani dan Hindu, sesuai prosentase kuantitas umat  masing-masing Agama.

Pada kesempatan itu, Ilham Lawidu mengatakan, keterbatasan anggaran adanya efesiensi yang mengurangi APBD mencapai tigaratusan miliyar, adalah tantangan yang harus dicari jalan keluarnya. “Sepanjang kita bersedekah, semua dapat diatasi” Kalimat religius yang terucap dari bupati.

Bupati mencontohkan, Feedback yang ia rasakan bersedekah,  baru dua bulan memimpin daerah Tojo Una Una, merasakan efek sedekah ditandai dengan turunnya anggaran dari pemerintah pusat dalam bentuk program Sekolah Rakyat sebesar 200 miliyar serta  program Swasembada pangan melalui program percetakan sawah mencapai empat ribuan hektar yang bernilai ratusan milyar rupiah.

Bahkan dalam waktu dekat  pembangunan PLTA Sungai Bongka kecamatan Ulubongka akan dimulakan.

Dibagian lain sambutannya, bupati ilham mengatakan pentingnya singkronisasi dan kolaborasi program dengan pemerintah pusat dan provinsi, karena menjadi solusi serta dan menjadi daya dukung yang sangat besar bagi program pemda Tojo Una Una.

Diusia muda pemerintahnnya, 9 Program Berani Gubernur merupakan peluang, karena mengakomodir beberapa program Pemda Tojo Una Una, diantaranya sektor Pendidikan, memastikan bantuan Bea Siswa Gratis bagi mahasiswa hingga selesai, dan program lainnya seperti sektor kesehatan, penghapusan pajak kenderaan yang tertunda, dan program lainnya.

Narasi yang terbangun pada saat kegiatan baik dari Ketua Utama Alkhairat, Gubernur Sulteng dan Bupati Tojo Una Una, memperjelas arti keberkahan bagi insan manusia yang beriman kepada sang pencipta.

Untaian kata Gubernur, “Tak ada yang mustahil jika Allah menghendaki, keberkahan itu akan menjauhkan rasa lapar dan memberi perlindungan yang kokoh bagi mereka yang dikehendaki.”

Keberkahan ini memberi inspirasi dan jalan keluar bagi seorang pimpinan menghadapi berbagai kendala dalam pemerintahan.

Contoh kecil  ungkap Gubernur H. Anwar Hafid, hari ini sebetulnya ia ada kegiatan penting di Palu, namun ia harus ke Tojo Una Una dalam rangka menghadiri kegiatan Haul Guru Tua ke 57 di Ampana, serta kegiatan Halal Bi Halal masyarakat  Kabupaten Tojo Una Una.

Dan hari ini pula ia terpaksa membatalkan kunjungan ke Morowali, dengan pertimbangan waktu serta  jarak yang menuntut kehadiranya pada pukul  13.00 Wita. “ketika saya memutuskan membatalkan ke Morowali dan akan kembali ke Palu, tiba-tiba saya mendapatkan informasi ada pesawat hari ini dari Bandara Tanjung Api menuju Bandara Morowali.” Ujarnya

Wujud keberkahan, menurut Gubenur Anwar Hafid, akan mendatangkan pertolongan Allah,dan  itu nyata disaat saya membutuhkannya” Ujar Gubernur.

Semoga kegiatan sosial religi pada hari ini, akan memberi nilai yang besar bagi masyarakat yang mendiami Negeri Sivia Patuju Tojo Una Una. Didalam memberi dukungan sepenuhnya pada  bupati dan wakilnya dalam merealisasikan program dalam percepatan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Tojo Una Una.

Gubernur berpesan ada dua aspek dalam menjalankan kepemimpinan daerah,  yaitu menjamin kesejahteraan masyarakat dan memberi keamanan bagi masyarakat. (samas)