KABUPATEN TOJO UNA-UNA

Kabupaten Tojo Una Una Salah Satu Daerah Yang Menjadi Perhatian Dunia Internasional 

1016
×

Kabupaten Tojo Una Una Salah Satu Daerah Yang Menjadi Perhatian Dunia Internasional 

Sebarkan artikel ini

Proyek ASEAN ENMAPS diharapkan menjadi daya ungkit singkronisasi program Pemda Tojo Una Una 

JURNALPOLRISULTENG.ID – AMPANA, Dalam rangka memulakan implementasi ASEAN ENMAPS di Kepulauan Togean, tim ACB dan Direktorat Konservasi Kawasan Kementerian Kehutanan akan menyelenggarakan workshop untuk memperkenalkan proyek serta tata kelola yang diterapkan, sekaligus mengidentifikasi peluang sinergi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada hari Rabu tanggal 30 April 2025.

Dari situs UNDP menulis, Kawasan ASEAN merupakan rumah bagi sepertiga habitat pesisir dan laut dunia, yang menyediakan layanan ekosistem penting, termasuk tempat berkembang biak, menyusui, dan mencari makan bagi perikanan.Layanan ini mendukung rantai nilai lokal hingga global dan menawarkan manfaat ekonomi yang signifikan.

Namun, ekosistem yang kaya ini terancam oleh ekstraksi sumber daya yang tidak berkelanjutan, pembangunan infrastruktur, polusi, kesenjangan kebijakan, dan tekanan populasi. Penangkapan ikan yang berlebihan dan praktik penangkapan ikan yang merusak lainnya telah diidentifikasi sebagai ancaman lokal yang paling meluas terhadap sumber daya laut di Asia Tenggara.

Menurut Prospek Keanekaragaman Hayati ASEAN ketiga dari ACB, jika praktik yang tidak berkelanjutan ini terus berlanjut, mungkin tidak ada stok ikan yang layak tersisa paling cepat pada tahun 2048.

Untuk diketahui, Proyek ASEAN ENMAPS adalah proyek dengan pendanaan Global Enviroment Facility (GEF) melalui United Nation Development Programme (UNDP) yang berkantor di Bangkok-Thailand dan ASEAN Centre for Biodiversity (ACB) yang berkantor pusat di Los Banos-Filipina.

Proyek ini bertujuan untuk memperkuat pengelolaan jaringan kawasan konservasi laut, mendukung perikanan berkelanjutan, serta meningkatkan ketahanan iklim di tiga negara anggota ASEAN, yaitu Indonesia, Filipina, dan Thailand.

Adanya implentasi ASEAN ENMAPS dikepulauan Togean membuktikan Kabupaten Tojo Una Una menjadi perhatian dunia internasional.

Di Indonesia proyek ini berlokasi di 2 Taman Nasional yaitu Taman Nasional Wakatobi Sulawesi Tenggara dan Taman Nasional Kepulauan Togean Sulawesi Tengah, dengan durasi proyek selama 4 (empat) tahun yaitu tahun 2025-2028.

Dalam rangka memulai implementasi ASEAN ENMAPS di Kepulauan Togean, tim ACB dan Direktorat Konservasi Kawasan Kementerian Kehutanan akan menyelenggarakan workshop untuk memperkenalkan proyek serta tata kelola yang diterapkan, sekaligus mengidentifikasi peluang sinergi dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada hari Rabu tanggal 30 April 2025.

Diharapkan kegiatan yang akan di Gelar Hotel Lawaka menjadi daya ungkit program pemerintah daerah dibawah kepemimpinan bupati Ilham Lawidu, SH.

Terutama sinergitas dalam penguatan sektor perikanan dan kelautan serta keparawisataan, pemberdayaan masyarakat dan  lintas sektor lainnya.

Kepala Taman Nasional Kepulauan Togean Abdul Rajab ST,MP yang ditemui diruang kerjanya,melalui keterangannya,  memaparkan terkait ASEAN ENMAPS, adalah Program berorientasi pada pusat keanekaragaman hayati ASEAN, adanya kerjasama dari tiga negara ada Filipina Thailand dan Indonesia.

Di Indonesia kerja samanya dengan Kementerian kehutanan untuk Kementerian kehutanan di Indonesia site project-nya di Wakatobi.

“Adalah bagian lebih kepada perlindungan area konservasi perairan salah satunya itu di Kepulauan Togean.“

Abdul Rajab berharap, nantinya akan melibatkan  masyarakat, gender dan tokoh pemuda, agar  itu bisa bisa berperan dalam upaya pelestarian dan pengelolaan perikanan berkelanjutan.

“Proyeknya lebih ke mengarah bagaimana konektivitas Larva ikan untuk tiga negara itu bisa tetap terpelihara, khususnya untuk kawasan konservasi di Teluk Tomini sampai ke Wakatobi.” Jelas Abdul Rajab

Menurutnya, teluk Tomini ada taman nasional kepulauan Togean, diharapkan nanti upaya-upaya konservasi pengolahan perikanan berkelanjutan untuk Kepulauan Togean  itu bisa  jalan dengan pelibatan unsur-unsur yang ada.

Abdul Rajab mengungkap, beberapa waktu berkoordinasi dengan pemerintah daerah, harapannya nanti akan ada workshop di tanggal 30 mendatang.

Pada saat workshop SKPD akan terjadi sinkronisasi kegiatan, utamanya kegiatan di bidang perikanan, kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan produk-produk dari hasil-hasil laut.

Harapan Bupati pada pertemuan itu, melalui arahannya beberapa waktu yang lalu, bahwa sejalan dengan upaya-upaya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di kepulauan, utamanya program yang masuk ke kepulauan Togean itu sedapat mungkin akan disinkronkan dengan program yang ada pada  pemerintah daerah,  dalam upaya  peningkatan kesejahteraan masyarakat Tojo Una Una khususnya di Kepulauan.

Abdul Rajab mengharapkan bagi pemerintah daerah sendiri, kedepannya tentunya ada kegiatan-kegiatan riset yang akan dilakukan dan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Sehinga akan terbangun kesepahaman dalam rangka perlindungan pengelolaan perikanan berkelanjutan. Hal itu terkait dengan dengan konektivitas antara pengelolaan perikanan di Indonesia dan ASEAN lainnya.

Dimana implemnetasinya lebih pada kegiatan, yang mengambil site di Taman Nasional kepulauan Togean. Atas penujukan sebagai site officer, kami menyiapkan Kantornya di Taman Nasional kepulauan Togean berdasarkan kerjasamanya dengan Kementerian kehutanan.(Sam Asiku)