PEMDA TOJO UNA-UNA

 Kendala pelayanan kesehatan masyarakat jadi perhatian bupati Tojo Una Una

392
×

 Kendala pelayanan kesehatan masyarakat jadi perhatian bupati Tojo Una Una

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID – AMPANA, Bupati Tojo Una Una Ilham Lawidu, SH, menyatakan  pelayan kesehatan masyarakat menjadi perhatian penuh Pemerintah Daerah Tojo Una Una. Dimana transpormasi layanan kesehatan  BPJS merupakan program pemerintah pusat mendapat dukungan sepenuhnya pemda Tojo Una Una.

Pernyataan itu diucap bupati pada pertemuan Forum Komunikasi dan Forum Kemitraan Kabupaten Tojo Una Una yang digelar oleh BPJS Cabang Luwuk dengan tajuk Optimalisasi Program JKN Kabupaten Tojo Una Una tahun 2025. diruang rapat Eksekutif  bupati Senin 19 Mei 2025.   

Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Hj. Surya, S.Sos, M.Si, PJ Sekda Alfian Matajeng, S.Pd, Map dan beberapa pejabat pimpinan OPD terkait, kepala cabang BPJS Luwuk dr. Fadliana, MH, AAK dan jajaranya.

Bupati Pada sambutan dan arahannya mengatakan masih banyak menemukan keluhan masyarakat soal kendala pelayan kesehatan didaerah ini. Seperti keterbatasan fasilitas,  khususnya yang ada di rumah sakit Wakai dan apalagi yang Rumah Sakit Pratama.

Sorotan lain pada kehadiran dokter yang menjadi keluhan masyarakat, selalu lambat. Biasanya masyarakat sudah menunggu sesuai jadwal praktek dokter pukul 08.00 pada pusat layanan masyarakat, namun dokter datang jam 11 datang jam 10. 00.

“Kita sudah terikat kerja sama sepakat dengan masalah gaji dan tunjangan-tunjangan lainnya. jangan hanya menuntut hak tetapi  harus mengigat kewajibannya. pelayanan kepada masyarakat tepat Waktu itu adalah sangat penting.” Tegas Bupati.

Terkait dengan pelayanan kesehatan, bupati minta peran aktif dinas sosial mengingat banyak dana yang menjadi hak daerah dalam angka miliayaran mengendap tidak diurus. “Jika dinas sosialnya aktif, Pemerintah Daerah itu kita masih bisa membantu dengan anggaran pemerintah pusat” Ujar Bupati

Masih ada sekitar 15. 000 yang menjadi hak daerah, jika dihitung setahun mencapai 7,5 miliyar, tapi mengapa dibiarkan dibiarkan.

Bupati menyentil hasil temuan dilapangan, data masyarakat tiba-tiba hilang sehingga tidak bisa lagi diklaim.

Menurut bupati, hal ini bisa terjadi karena saat pendataan yang dilakukan oleh BPS, banyak yang mengaku tidak miskin. Bupati mencontohkan ada masyarakat hanya memiliki 5 pohon cengkeh namun mengaku punya 50 pohon. “saya pastikan data itu akan hilang” Ujar Bupati.

Mencermati pemaparan  kepala Cabang BPJS Luwuk ,  bupati memberi jaminan untuk pencapaian angka-angka yang belum terpenuhi. “kalau masalah angka itu tidak usah dikhawatirkan” Tandas  Bupati. (Sam Asiku)