Pemda Morowali Utara

Bupati Morowali Utara dan Ketua TP PKK, Menjadi Narasumber Dialog Intra Gerejawi BAMAG

464
×

Bupati Morowali Utara dan Ketua TP PKK, Menjadi Narasumber Dialog Intra Gerejawi BAMAG

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID, Taliwan – Bupati Morowali Utara, Dr. dr. Delis Julkarson Hehi, MARS, bersama Ketua TP PKK Morowali Utara yang juga Anggota DPD RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah, Febriyanthi H.D.J Hehi, S.Si., Apt, hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan Dialog Intra Gerejawi yang diselenggarakan oleh Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG). Acara ini berlangsung pada Senin, 26 Mei 2025, bertempat di Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Taliwan, Kecamatan Mori Utara.

Bupati Morowali Utara dan Ketua TP PKK, Menjadi Narasumber Dialog Intra Gerejawi BAMAG. (Foto Doc)

Dialog ini dihadiri oleh para pendeta dari Kecamatan Mori Atas dan Mori Utara, sebagai wadah mempererat kerja sama dan komunikasi antar gereja serta mendukung peran lembaga keagamaan dalam pembangunan sosial dan spiritual masyarakat.

Dalam pemaparannya, Bupati Delis menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh-tokoh agama dalam menciptakan suasana damai, rukun, dan kondusif bagi pembangunan daerah. Ia mengajak seluruh pemimpin gereja untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membina moral dan etika masyarakat.

“Gereja memiliki peran penting dalam pembentukan karakter masyarakat. Pemerintah akan terus mendukung setiap upaya yang mendorong terciptanya masyarakat Morowali Utara yang beriman, damai, dan berkeadaban,” ujar Bupati Delis.

Selama sesi dialog, Bupati memaparkan peran strategis pemerintah dalam menjamin kebebasan beragama dan menciptakan ruang inklusif untuk semua umat. Ia juga mendengarkan langsung masukan dan harapan dari para pendeta mengenai peran gereja dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu, Febriyanthi DJ Hehi membawakan materi bertema “Empat Pilar Kebangsaan”. Ia menekankan pentingnya pemahaman dan implementasi nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam konteks kehidupan berjemaat. Dalam materinya, Ia menekankan pentingnya peran perempuan dan keluarga dalam menjaga nilai-nilai kekristenan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menyampaikan apresiasi atas peran BAMAG dalam membangun solidaritas dan persatuan antar denominasi gereja.

“Kita semua memiliki panggilan untuk menjadi terang dan garam di tengah masyarakat. Kolaborasi gereja dan pemerintah akan menjadi kekuatan besar dalam menghadapi tantangan zaman. Empat Pilar Kebangsaan adalah fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa. Gereja dan umat Kristen memiliki peran besar dalam merawat nilai-nilai ini melalui kehidupan yang toleran, gotong royong, dan cinta tanah air,” ungkap Febriyanthi.

Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan interaktif. Para peserta menyampaikan berbagai pandangan dan pengalaman pelayanan, serta berdiskusi mengenai upaya-upaya bersama dalam memperkuat pelayanan lintas gereja.

Ketua BAMAG Morut, Pdt. Marthen Tamauka, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati dan Ibu Senator . “Kehadiran beliau menjadi dorongan moral dan spiritual bagi kami para pelayan Tuhan. Ini bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan terbuka terhadap gereja,” ujarnya.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama dan diakhiri foto bersama serta komitmen dari seluruh peserta untuk menjaga komunikasi yang berkelanjutan antar gereja dan mendukung program pembangunan daerah melalui pendekatan kasih dan pelayanan. (Erlin)