BeritaHaji

30 Jemaah Haji Tojo Una Una sudah berada di Arafah dalam kondisi sehat

443
×

30 Jemaah Haji Tojo Una Una sudah berada di Arafah dalam kondisi sehat

Sebarkan artikel ini

JURNALPOLRISULTENG.ID – MAKKAH, PPHD Kabupaten Tojo Una Una Yaumihi Palampanga  dari Arafah, mengabarkan 30 Jamaah Haji  Kabupaten Tojo Una Una yang tergabung dalam Kloter 7 BPN  hingga Kamis pagi  5 Juni 2025,  pukul 5.00 waktu Arab Saudi atau pukul 11.00 Wita, telah tiba di Arafah  dalam kondisi sehat.

Yaumihi Palampanga menjelaskan, rombongan haji Kabupaten Tojo Una Una tergabung dalam kloter 7 BPN, mulai diangkut dari hotel pada pukul 11.00 waktu Arab Saudi atau pukul 04,00 wita. “saya sendiri di rombongan 9, baru berangkat setelah sholat subuh dan tiba di arafah itu tepat ukul  06.00 waktu Medianah atau pukul 11.00 Wita. Jarak Makkah Madinah sekitar 350 Km dengan waktu tempuh 2 jam 20 menit.

Sistem Syarikah yang diterapkan oleh Kerajaan Araf Saudi adalah pertama di tahun ini masih mengalami kendala, seperti soal pengangkutan Jemaah adanya keterlambatan.

Menurut Yaumihi Palampanga,  hal itu bisa terjadi pengelolaan dari syarikah  yang mengatur bus pengangkutan semua jamaah indonesia itu itu diserahkan ke syarikah  yang mengatur pengangkutan terjadi adanya keterlambatan  yang dimungkinkan bus tidak cukup,  sehingga praktisnya jam 6 pagi hari kamis pagi baru semua masuk.Ujar Yaumihi Palampanga.

Untuk diketahui, pengangkutan jemaah haji ke Madinah dilayani oleh perusahaan penyedia layanan haji yang telah ditunjuk oleh pemerintah Arab Saudi.

Pada musim haji 2025, delapan syarikah yang ditunjuk meliputi: Al Bait Guests, Rakeen Mashariq, Sana Mashariq, Rehlat & Manafea, Al Rifadah, Rawaf Mina, MCDC, dan Rifad. Masing-masing melayani antara 11 ribu hingga 36 ribu jemaah.

Mereka bertanggung jawab untuk mengelola berbagai aspek seperti akomodasi, transportasi, konsumsi, dan fasilitas di Maktab (biro jemaah) selama ibadah haji berlangsung. Di Madinah, Syarikah bertanggung jawab atas akomodasi, konsumsi, transportasi, dan bimbingan ibadah jemaah. Jelasa Yaumihi Palampanga.

Sistem ini tentu membawa tantangan baru bagi koordinasi di lapangan, menghadapi dinamika  seperti keterlambatan pengangkutan Jemaah. Juga menghadapi jemaah haji yang pecah kloter, meski demikian ada satu atau dua orang, tetap ada pendampingan dari syarikah.

 

Kami di Madinah sampai pagi ini dan keadaan sehat-sehat termasuk yang usia lanjut. “alhamdulillah kami tetap semangat dan sehat hari ini perkiraan cuaca itu siang hari sampai 50 derajat celcius, Insya Allah kami dapat melalui, hingga seluruh rangkaian ibadah haji hingga para Jemaah tiba di Tanah air. Tandas Yaumihi diakhir percakapan (Sam Asiku)