JURNALPOLRISULTENG.ID, SALAKAN – Komisi I DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar rapat Panitia Khusus (Pansus) bersama Direktur Rumah Sakit Trikora Salakan pada Senin, 1 Juli 2025 pukul 14.00 WITA.
Kehadiran Direktur RS Trikora Salakan beserta staf dalam rapat ini bertujuan untuk menjelaskan perubahan status rumah sakit tersebut dari Tipe C menjadi Tipe D.
Direktur RS Trikora Salakan menjelaskan bahwa perubahan status ini disebabkan oleh tiga poin utama, yakni jumlah alat ventilator, ketersediaan ruang ICU, dan kapasitas tempat tidur. Ketiga poin tersebut sebenarnya telah diusulkan sejak masa penjabat (Pj) Bupati sebelumnya untuk segera dipenuhi.
Ketua Komisi I DPRD Banggai Kepulauan, Eko Febrianto Sahata, S.E., membenarkan bahwa ketiga poin tersebut menjadi alasan mendasar perubahan status RS Trikora dari Tipe C ke Tipe D.
Lebih lanjut, Eko menyampaikan bahwa pihaknya akan kembali memanggil Direktur RS Trikora serta Bupati Banggai Kepulauan pada tanggal 8 Juli 2025 mendatang guna mencari solusi terbaik atas permasalahan ini.
Ketua Komisi I juga mengungkapkan bahwa berdasarkan pengakuan Direktur RS Trikora, evaluasi dan penilaian yang menyebabkan turunnya status rumah sakit dilakukan oleh tim dari BPJS.
Saat ini, RS Trikora Salakan tengah melakukan pembenahan dengan membangun ruang ICU, menambah alat ventilator, dan menambah jumlah tempat tidur. Langkah ini diambil agar rumah sakit dapat memenuhi kriteria sesuai penilaian dari BPJS.
Direktur RS Trikora, dr. Feldy Deky, Sp.B., FinaCS, kepada Media Jurnal Polri Sulteng menyampaikan bahwa penurunan status dari Tipe C ke Tipe D tidak akan memengaruhi kualitas pelayanan, dan rumah sakit juga tidak akan ditutup.
Menurutnya, evaluasi oleh Kementerian Kesehatan melalui BPJS dilakukan setiap enam bulan. Perubahan status hanya berdasarkan pada klaim tagihan BPJS, sehingga sifatnya sementara dan dapat berubah.
“Penilaian ini berlangsung setiap enam bulan, dan kami berharap ke depan status rumah sakit dapat kembali naik. Situasi serupa juga terjadi di beberapa rumah sakit lain seperti di Kabupaten Banggai Laut dan RS Tojo Una-Una,” ujar dr. Feldy.
Ia menegaskan bahwa dirinya bersama Bupati Banggai Kepulauan memiliki komitmen kuat untuk terus memberikan pelayanan terbaik demi kesejahteraan masyarakat Bangkep secara umum.
“Mari kita bersama-sama berjuang dan membangun negeri ini dengan bergandeng tangan, sesuai kemampuan dan kelebihan kita masing-masing. Mari kita ambil bagian dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya.
(VR)