JURNALPOLRISULTENG.ID, BANGGAI – PT PAU, salah satu mitra industri yang beroperasi di wilayah Kabupaten Banggai, kini menerapkan sistem rekrutmen tenaga kerja berbasis digital. Langkah ini dilakukan untuk mempermudah proses perekrutan sekaligus membuka akses informasi lowongan kerja secara lebih transparan kepada masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Achmad Febrazna Boran Jusy, HC Lead PT PAU, yang akrab disapa Feras. Menurutnya, saat ini perusahaan tidak lagi mengandalkan metode konvensional seperti pengumuman kertas tempel atau pemberitahuan terbatas dalam menyampaikan informasi rekrutmen. Kamis, (17/07/2025).
“Kami sekarang lebih terbuka. Semua posisi yang tersedia langsung kami umumkan melalui sistem digital (barcode). Jadi, siapa saja bisa mengakses informasi lowongan kerja dari desa tanpa harus datang langsung ke lokasi perusahaan,” ujar Feras saat ditemui dalam kegiatan job fair yang difasilitasi oleh pemerintah daerah.
Feras menambahkan, perusahaan juga telah menjalin kerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan setempat. Setiap lowongan yang dibuka akan diumumkan melalui sistem online dan tetap ditempel di papan informasi Disnaker. “Dengan sistem ini, warga tidak perlu lagi repot-repot datang hanya untuk bertanya soal lowongan. Cukup akses online, bahkan bisa langsung mengirim CV melalui email,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan digital ini sangat membantu efisiensi perusahaan, terutama dalam menyimpan dan memilah data kandidat. “Misalnya, ada pelamar yang sudah mengirim CV setahun lalu. Jika sekarang kami butuh posisi tersebut, tinggal kami filter datanya. Kalau masih relevan, kami hubungi. Tidak perlu mulai dari awal lagi,” ungkap Feras.
Langkah ini juga menjadi solusi atas tantangan yang sering dihadapi masyarakat, yakni datang jauh-jauh untuk melamar kerja, namun ternyata tidak ada lowongan yang tersedia. “Kasihan kan, sudah buang waktu, tenaga, dan biaya bensin. Jadi, dengan sistem ini, semuanya menjadi lebih mudah,” ujarnya.
Saat ini, sistem rekrutmen digital tersebut berlaku untuk seluruh posisi kerja yang dibutuhkan oleh PT PAU. Tidak ada lagi pembukaan lowongan secara manual atau konvensional. Bahkan, Feras menyebutkan bahwa pendekatan ini sekaligus menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat bersama pemerintah daerah, khususnya warga yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan (ring 1).
“Biasanya masyarakat hanya mengandalkan informasi dari mulut ke mulut. Sekarang kami arahkan untuk langsung mengecek informasi di kanal resmi perusahaan. Kalau pun tidak ada lowongan yang sesuai, tetap bisa mengirim CV karena seluruh data akan tersimpan,” tambahnya.
Terkait proses seleksi, perusahaan tetap menjaga standar rekrutmen. “Baik pelamar dari daerah sekitar maupun dari luar, semuanya melalui prosedur yang sama. Kami tidak menurunkan standar karena semua harus siap bekerja sesuai kebutuhan perusahaan. Jika perlu pelatihan, kami akan fasilitasi,” tutup Feras.
Dengan sistem ini, PT PAU berharap dapat membangun proses rekrutmen yang lebih profesional, efisien, dan inklusif bagi masyarakat lokal maupun masyarakat umum. (Red)





